Salah satu putraku akan menyongsong umur 4 tahun, tahun ini. Ku rasa sudah waktunya mengajarinya sejumlah nadzoman a la pesantren yang masih dipraktikkan sampai sekarang. Tentunya bukan Alfiyah Ibnu Malik atau Jurumiyah, masih terlalu berat, lah. Sasaran pertama adalah syiir akhlaq, Ala La.

Ala La sebenarnya adalah bagian dari kitab Ta’lim Muta’alim, dan bukan kitab yang ditujukan untuk anak kecil. Bahkan dibeberapa pesantren diajarkan di level Wustho bagi santri baru, tapi untuk sekedar pelengkap musikalitasnya yang kini hanya di isi lagu anak-anak, bolehkan?

Begini bunyi bait pertamanya:

اَلَا لَاتَنَالُ العِلْمَ اِلَّابِسِتَّةِ   #  سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَابِبَيَانِ

Elingo dak khasil ilmu anging nem perkoro # bakal tak ceritaake kumpule kanthi pertelo

ذُكَاءِوَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ  #  وَإِرْشَادِأُسْتَاذِوَطُوْلِ زَمَانِ

Rupane limpad, lubo, sabar, ono sangune # Lan piwulange guru lan sing suwe mangsane

Bagi yang roaming dengan bahasa jawa diatas, boleh dibilang terjemahan bebasnya adalah:

Ingatlah, nggak akan berhasil meraih ilmu tanpa enam hal # akan ku ceritakan dan ku kumpulkan dengan jelas

Yaitu cerdas, lapang dada, sabar dan modal yang cukup # serta pengajaran dari guru dan waktu yang cukup lama

Bait pertama-kedua ini sekaligus membawaku mengingatkan diri sendiri, bagaimana caranya anak-anakku nanti setidaknya mempunyai 6 dari syarat diatas. Dari mulai PAUD sampai dia nanti Kuliah. Dia harus cerdas, lapang dada, sabar, bermodal, punya guru yang bagus dan waktu yang lama.

Termasuk nanti kalau masuk kuliah, sudah punya modal yang cukup, untuk bayar SPI dan UKT.

NB, yang pengin belajar melagukannya, silakan ikuti irama dari video ini (dari bait ke 7 dan selanjutnya):