Snap application container system yang dirilis April kemarin di Ubuntu 16.04 diam-diam kini akan dipakai di distro linux lain. Yeay!

Dalam rilis pers yang disampaikan oleh Mark Shuttleworth, setelah Snap berhasil dikembangkan oleh Developer Linux selain Ubuntu, dalam hal ini Arch dan Gentoo, tampaknya Canonical mau tidak mau harus mengembangkan Snap menjadi lebih universal.

snappy

Seperti kita tahu, Snap bermula dari konsep distribusi aplikasi untuk platform Ubuntu Mobile (phone dan tablet). Dengan Snap, sebuah aplikasi dipaketkan berikut dependensinya dan dijalankan secara terisolasi. Semisal, ada kejadian parah, semisal upgrade yang gagal, maka devais tidak akan banyak terganggu, karena OS dan paket Snap berbeda.

Dalam rilis persnya, Mark Shuttleworth mengungkapkan selain Arch dan Gentoo, dia juga sudah mendekati Red Hat dan OpenWrt. Red Hat sendiri tampak tidak terlalu antusias. Sementara OpenWrt sangat responsif dan bahkan mampu menghadirkan satu paket Snap uji coba yang bisa digunakan di OpenWrt tanpa mengganggu core dari OS mereka.

Mark Shuttleworth juga menjawab pertanyaan unik, semenjak hadirnya Bash di Windows, apakah Snap juga bisa hadir di Windows? Kata Shuttleworth “Absolutely Plausible”… sangat dimungkinkan bisa. Pasti butuh upaya untuk memodifikasi beberapa syscall yang digunakan Snap.

Luar biasa sekali kalau Snap akan menjadi standar dan model baru distribusi aplikasi di berbagai Distro, dan bahkan di Windows.

Ref. The Register