Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Kader Pesantren

Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren kembali membuka pendaftaran program beasiswa Pascasarjana (S2) untuk para kader pesantren. Program ini bertajuk “Beasiswa S2 Kader Ulama”. Pada 2011 ini program dikonsentrasikan pada kajian Aqidah Filsafat.

Calon peserta harus mendapatkan rekomendasi dari salah satu pondok pesantren serta hafal al-Qur’an minimal 3 juz. Para peserta beasiswa yang lolos seleksi akan memperoleh biaya pendidikan penuh hingga lulus S2 ditambah biaya hidup selama proses pendidikan berlangsung.

Program ini akan dilaksanakan di Kampus yang menyelenggarakan Ma’had Aly. Namun lokasi pastinya sampai saat ini belum dipastikan.

Berikut persyaratan yang diajukan Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag:

Persayaratan Akademik
1. Pendidikan minimal S-1 Keagamaan
2. Mampu berbahasa Arab (baca kitab kuning) dan memahami teks-teks keagamaan berbahasa Arab dengan baik.
3. Diutamakan mampu berbahas Inggris
4. Kyai/Nyai/Ustadz/Ustadzah/Santri pondok pesantren dan siap kembali mengabdi ke pesantren;
5. Usia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran;
6. Lulus Seleksi Tes minimal (tulis dan wawancara)
7. Membuat surat pernyataan setelah dinyatakan lulus seleksi
8. Hafal Al-Qur’an 3 juz.

Persyaratan Administratif
1. Mengisi Formulir pendaftaran (bisa diakses melalui website di www.kemenag.go.id atau www.ditpdpontren.com);
2. Salinan Ijazah S-1 dan transkrip nilai yang telah dilegalisir (rangkap 2)
3. Proposal Tesis tentang kajian pemikiran kalam/teologi dan keislaman;
4. Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar;
5. Surat rekomendasi dari Pondok Pesantren (tempat mengabdi);
6. Surat izin belajar dari atasan langsung (bagi yang sudah bekerja);

Waktu Pendaftaran: Continue reading Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Kader Pesantren

Sekolah Filsafat Gus Dur Diresmikan

Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya diabadikan menjadi nama Sekolah Tinggi Filsafat Gus Dur. Sekolah Tinggi ini diresmikan di Jakarta, pada Jumat (20/5), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

“Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Sekolah Tinggi Filsafat Gus Dur diresmikan dan diharapkan bangsa ini membangun paradigma filsafat dan kebudayaan untuk meluruskan kembali roadmap, rencana besar kehidupan berbangsa, seperti yang dicita-citakan pendiri Republik ini”, ujar Edward Soerjadjaya dalam sambutannya sebagai salah satu penggagas berdirinya sekolah tinggi dengan nama resmi Gus Dur School of Philosophy ini.

Sebenarnya Edward, telah melakukan pemikiran mendalam,bagaimana menyatakan rasa syukur dan terimakasih kepada bangsa ini? “Saya melihat bangsa ini adalah, bangsa yang ramah, santun dan religius. Bangsa ini juga dikaruniai keragaman budaya yang kaya. Akan tetapi, sejak reformasi bergolak, saya merasakan kegundahan dalam hati,… ternyata… bangsa ini bukan bangsa yang ramah, santun dan religious,” keluh Edward.

Terlebih melihat banyaknya kejadian akhir-akhir ini baik di bidang bisnis, hukum maupun politik, yang sepertinya,… bangsa ini telah hilang kesadaran dan tradisi berpikir mendalam, berjangka panjang, arif bahkan cenderung mengabaikan kepentingan generasi yang akan datang.

Ketika, berdiskusi dengan Prof Mubarok, Edward mengakui ternyata beliaupun mengalami kegalauan yang sama dengan saya. Kegalauan melihat kondisi bangsa yang sepertinya semakin jauh dari apa yang dicita-citakan para pendiri republik ini.

Singkat kata, setelah berdiskusi dan melalui berbagai pemikiran katanya, maka Mubarok, Arief Mudatsir, M Cholid, dan dia sendiri sepakat mendirikan sebuah lembaga yang akan berfungsi sebagai ‘Virus’. Ya Virus…virus yang akan menyebarluaskan paradigma filsafat dan budaya ke-Indonesiaan.

Untuk itu gagasan ini dinamai dengan nama GusDur. Tentu bukan saja suatu kebetulan pemilihan nama Gus Dur ini. Saya mengenalnya secara pribadi jauh sebelum dirinya menjadi Presiden Indonesia. Persahabatan kami melahirkan diskusi-diskusi yang tajam, perdebatan-perdebatan atau terkadang lelucon-lelucon yang agak konyol.

Tetapi bukan itu yang menjadi alasan mengapa kita angkat nama GusDur sebagai nama sekolah filsafat ini. Melainkan.. karena Gus Dur adalah Icon. Icon bangsa dengan ciri khas kearifan lokal, kedalaman pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan modern. “Dari situlah saya menganggap GusDur merupakan milik bangsa dan patut kita tempatkan ditempat yang baik sebagai nama sekolah Filsafat,” tutur Edward.

Yang pasti Edward menyadari, tentulah gagasan memperbaiki bangsa tidak bisa hanya dilakukan sendirian. Untuk itulah bertepatan dengan hari Kebangkitan Bangsa 20 Mei 2011,…. dan acara peluncuran gagasan sekolah filsafat GusDur ini, kita mengundang bapak ibu untuk memberikan saran, masukan dan bahkan kritik demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini.

Akhir kata, Edward brerterimakasih kepada tim pendukung, Bapak Syonanto, dia adalah praktisi keuangan yang kini aktif menjadi pendidik yang juga mantan rektor Presiden University, yang nantinya akan menjabarkan pemikiran menjadi materi keilmuan filsafat. Juga kepada Bung Harlan Sumarsono, Direktur Eksekutif Institut Paradigma Indonesia atas sumbang sarannya, Christina Aryani selaku Sekretaris Eksekutif Sekolah Filsafat Gus Dur, Bung Diyen, Bung Fadhiel, Bung Tri Soekarno Agung serta seluruh pihak yang tanpa pamrih bekerja keras mewujudkan gagasan ini. Continue reading Sekolah Filsafat Gus Dur Diresmikan

Pesantren Nahdlotul Fata Demak, Pembebas dari Kawasan Wingit

Kadilangu, NU Online
Orang yang pernah berziarah ke makan Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak pasti tak menyangka jika kawasan sekitar makam bukankah kampung santri. Baru banyak orang orang santri setelah adanya sebuah pondok pesantren didirikan KH Muhsin Saerozi pada 1994.

Berpuluh-puluh tahun Kadilangu justru terkenal sebagai kawasan wingit. Banyak hantu maupun jin yang mengganggu. Banyak cerita angker dialami orang selama itu. Termasuk oleh orang yang berniat dakwah agama.

Putra KH Muhsin Saerozi, Gus Luqman Hakim menurutkan, dia banyak mendapat cerita dari orang-orang Kadilangu, banyak orang yang berniat mengembangkan Islam di daerah tersebut tak bertahan lama.

Menurut cerita para tetua, setiap kali ada orang berniat mendirikan madrasah atau membuat jamaah pengajian, ada saja gangguan yang tak kasat mata. Penggagasnya tak kuat mendapat gangguan sehingga keluar dari Kadilangu.

Walhasil, syiar Islam kurang semarak di situ. Ditambah kondisi kemiskinan yang mendera, masyarakat Kadilangu jadi jauh dari bimbingan ulama. Praktis warisan dakwah Sunan Kalijaga kurang terasa dalam waktu sekian lama.

“Memang agak aneh dulu. Di dekat makam wali malah kurang bersuasana santri. Tak ada pondok pesantren atau madrasah,” turur Gus Luqman.

Sebenarnya tak kurang-kurang yang mencoba menetralisir keangkeran itu. Silih berganti orang bertirakat untuk mengusir aroma wingit di Kadilangu. Namun gagal satu per satu.

Hingga akhirnya, salah satu putra asli Kadilangu yang mondok di Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi diperintah gurunya, KH Mukhtar Syafa’at untuk mengabdikan ilmu di kampung halamannya. Dialah KH Muhsin Saerozi yang kala itu masih muda usia.

Masih dalam bimbingan gurunya, Muhsin muda mengadakan pengajian kecil-kecilan di rumah-rumah warga. Itu dimulai pada 1975. Sambil mengajar ngaji, dia berjualan gerabah dan baju rombeng. Continue reading Pesantren Nahdlotul Fata Demak, Pembebas dari Kawasan Wingit

Feby Salam ST Mudo Pimpin PKB Sumbar

Bukittinggi, Padek—Feby Salam ST Mudo, secara aklamasi terpilih memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat pada Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Pusako Bukittinggi selama dua hari Selasa-Rabu (17-18/5) kemarin. Sedangkan H Baharudin Jamil terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Sumbar sekaligus Dewan Tanfiz, bersama-sama dengan 9 orang tim formatur.

Adanya pimpinan baru dari generasi muda sebagai nakhoda PKB Sumatera Barat untuk 2011-2016 mendatang, harapan baru bagi kejayaan dan kemajuan partai berlambang bintang sembilan ini.
Ke depan, diharapkan bisa melahirkan berbagai kreativitas, ide-ide serta pemikiran-pemikiran membangun demi kemajuan PKB. Continue reading Feby Salam ST Mudo Pimpin PKB Sumbar

Pesantren Asy-Syafi’iyyah Indramayu Gratiskan Biaya Pendidikan SMP

Indramayu, NU Online
Di tengah semakin tingginya biaya pendidikan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu Jawa Barat menggagas sekolah gratis. Lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum Ma’arif NU ini membebaskan biaya pendidikan 100 persen untuk tingkat sekolah menengah pertama atau SMP.

Menurut Ketua SMP Islam Asy-Syafi’iyyah Chotibul Umam, dengan menyediakan sekolah gratis ini, pihaknya ingin membantu masyarakat dalam mengakses pendidikan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga eksistensi dan kontinuitas penyelenggaraan pendidikan di tengah masyarakat.

“Di tengah-tengah biaya pendidikan kian melejit dan mencekik masyarakat, jangan sampai ada masyarakat putus sekolah. Namun meskipun gratis 100 % biaya pendidikan, sekolah kami tetap mengedepankan kualitas lembaga dan prestasi para siswa,” katanya kepada NU Online di ruang kerjanya, Rabu (18/5). Continue reading Pesantren Asy-Syafi’iyyah Indramayu Gratiskan Biaya Pendidikan SMP

Aliran Kebatinan Bisa Merongrong Aqidah

Jember, NU Online
Aliran kebatinan adalah salah satu ancaman serius bagi kemurnian aqidah Islam. Ia dapat merongrong kehidupan umat Islam, terutama yang dasar agamanya rapuh. Jika tidak diantisipasi sedemikian rupa, aliran kebatinan akan terus mengalir, mencari mangsa hingga banyak umat Islam yang jadi korban.

“Kita harus berjuang untuk itu. Biasanya aliran kebatinan itu disokong dana yang kuat, sehingga gampang mempengaruhi orang,” ungkap Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberikan sambutan dalam acara launching buku “Bahaya Aliran Kebatinan” di gedung Baladika NU di Antirogo-Jember, Sabtu (14/5).

Menurut penulis beberapa buku Aswaja itu, aliran kebatinan sama bahanya dengan aliran-aliran Islam yang muncul secara terang-terangan seperti wahabi. Bahaya terhadap ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Dikatakannya, di Jember ada dua pesantren yang mengajarkan faham wahabi, dengan nama yang cukup menipu sehingga harus dihindari. Demikian pula, banyak buku yang terbit membela dan menyebarkan ajaran wahabi.

“Kalau anda mencari buku tentang pembelaan Aswaja di toko-toko buku ternama, hampir pasti tidak ada. Kalau tentang syi’ah, wahabi dan sejenisnya, banyak. Ini bukti bahwa mereka rapi dan kuat secara finansial,” urainya. Continue reading Aliran Kebatinan Bisa Merongrong Aqidah

Sketsa Wajah Gus Dur Laku 20 Juta

Surabaya, NU Online
Lukisan sketsa wajah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pasar Seni Lukis Indonesia di Balai Pemuda Surabaya laku seharga seharga Rp 20 juta. Lukisan ini merupakan karya pelukis dari Semarang S. Hartono.

Siapa pembelinya? Ternyata lukisan ini dibeli oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Meski secara politik sempat berseteru Gus Dur, Cak Imin–panggilan akrab Muhaimin Iskandar—mengaku tetap mengagumi Gus Dur sebagai tokoh idolanya.

Ia mengaku tertarik dengan lukisan sketsa wajah Gus Dur saat mengunjungi Pasar Seni Lukis Indonesia di Balai Pemuda Surabaya, Ahad (15/5). Namun ia tidak mengatakan akan dipasang dimana lukisan itu. Continue reading Sketsa Wajah Gus Dur Laku 20 Juta

Pelatihan Ilmu Falak di STAIN Purwokerto

Banyumas, NU Online
Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal perubahan derajat arah kiblat di tahun 2010 sempat menjadi topik perbincangat hangat. Sampai ada anggapan dari orang awam, kiblat (ka’bah) berpindah dan sebagainya.

“Arah kiblat itu wajib, bahkan harus dan sangat penting. Soalnya, itu terkait keabsahan ibadah salat kita,” kata Kiai Maslahuddin, ahli ilmu falak dari Cilacap, Jawa tengah.

Kiai Maslahahuddin menyampaikan hal itu di sela-sela Pelatihan Menentukan Arah Kiblat, Ahad (15/5), di Purwokerto, Jawa Tengah. Pelatihan yang diikuti 30 peserta itu merupakan kerjasama Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Purwokerto dengan Pusat Pengembangan dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto.

“Selama ini, kebanyakan orang mengandalkan arah barat saat membuat tempat ibadah. Padahal, arah barat itu berbeda dengan Kiblat,” tambah pria yang menjadi Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Cilcap.

Ilmu falak, kata Kiai Maslah mengakui, merupakan perangkat dasar yang digunakan untuk menentukan arah kiblat. “Ilmu falak terhitung rumit dan minim peminat. Karena, ilmu ini merupakan gabungan antara fisika, matematika dan geografi,” jelasnya seperti dilaporkan Sa’dun Najah, kontributor NU Online di Banyumas.

“Di Cilacap, saya pernah melatih semua kepala KUA se-kabupaten. Sebenarnya, kalau setiap kecamatan ada ahli falak, tidak ada masjid atau musala yang keliru arah kiblatnya,” ujar Kiai Maslah sambil menyebutkan sekitar 70 persen tempat ibadah belum terverifikasi arah kiblatnya di Cilacap. Continue reading Pelatihan Ilmu Falak di STAIN Purwokerto

PBNU: Polisi Tahu Jaringan NII

Malang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyakini pemerintah dan pihak kepolisian telah mengetahui keberadaan Negara Islam Indonesia (NII) dan jaringan-jaringannya, termasuk beberapa pesantren. Namun mereka mendiamkan saja karena tidak didukung dengan payung hukum yang kuat.

Menurutnya, banyak pihak telah meyakini bahwa polisi sebenarnya telah mengetahui keberadaan beberapa pesantren yang diduga menjadi jaringan organisasi makar NII seperti Pesantren Al Zaytun di Indramayu, beberapa pesantren di Solo, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.

Saat menghadiri haul ke-6 para pendiri Pesantren Roudlotul Muhsinin di Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/5), Said Aqil mengusulkan perlunya undang-undang baru pengganti undang-undang subversif yang telah dicabut.

“Setelah undang-undang ini dicabut, maka tindakan-tindakan yang mengarah kepada terorisme atau makar tidak bisa ditindak. Terorisme hanya bisa ditindak kalau sudah kejadian. Jadi pendekatannya murni kriminal. Maka perlu ada undang-undang anti teror yang lebih menggigit,” katanya. Continue reading PBNU: Polisi Tahu Jaringan NII

PB PMII Gelar Pelantikan Pengurus Periode 2011-2013

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar pelantikan pengurus periode 2011-2013 yang berlangsung di gedung Komisi Yudisial Jakarta Pusat, Kamis (5/5) malam.

Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Umum PMII Addin Jauharuddin dan diikuti oleh pengurus harian dan lembaga serta koprs PMII Putri. Pasca pelantikan semalam, acara dilanjutkana dengan rapat kerja yang dimulai Jum’at ini.

Pelantikan ini dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Effendy Choirie, anggota BPK, yang juga mantan ketua umum PB PMII Ali Masykur Musa dan para senior PMII lainnya. Continue reading PB PMII Gelar Pelantikan Pengurus Periode 2011-2013

Jasfilin, Software Akuntansi Pertama di Indonesia

PT Prosperita Sistem Indonesia yang juga menjadi distributor antivirus ESET NOD32 asal Slovakia, meluncurkan sistem akuntansi pertama di Indonesia yang menggunakan cloud computing.

Dengan cloud computing, user hanya memerlukan koneksi internet untuk mengerjakannya tanpa instalasi software. Jasfilin.com adalah sistem akuntansi yang dibuat dengan sederhana, mudah dan tentunya tetap menomorsatukan keamanan data pengguna.

Jasfilin.com diambil dari kata Just Fill In, dan seperti namanya aplikasi ini dapat menghemat biaya sebuah perusahaan karena produk tersebut tidak memerlukan instalasi software. Hanya tinggal masuk ke website dan mengisi data sesuai nama pengguna dan password layaknya mengakses Facebook. Continue reading Jasfilin, Software Akuntansi Pertama di Indonesia

NU Tak Tertarik Gerakan NII

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang memastikan di lingkup ormas keagamaannya,  baik pesantren maupun lembaga pendidikan umum dan lembaga agama di daerah, tidak ada yang terlibat, apalagi tertarik pada gerakan NII (Negara Islam Indonesia).

Meski demikian PC NU tetap waspada. Untuk itu, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, MWC NU, LP Ma’arif diperintahkan agar mengadakan pemantauan langsung di lapangan, bekerja sama dengan aparat pemerintah.

“Sehingga kalau menemukan gerakan yang aneh-aneh bisa segera ditangani dengan baik,” kata Drs H Asfuri Muhsis MSi, Sekretaris PC Nu Kabupaten Magelang, Senin (2/5). Continue reading NU Tak Tertarik Gerakan NII

Diskusi Nasional PKB: Membendung Radikalisme

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH. Abdul Ghafur (kiri), Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziah (kedua dari kiri), Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (tengah), Ketum PBNU KH. Said Aqil Siraj dan Ketua DPP PKB Helmi Faisal Zaini (kanan) menjadi pembicara pada diskusi nasional bertajuk Membendung Radikalisme Memperkokoh Ahlussunna wal Jama’ah di kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh 9, Jakarta Pusat, Minggu (1/5). Diskusi tersebut membahas tentang bahaya maraknya radikalisme dan doktrinasi ajaran sesat yang dilakukan golongan minoritas dengan mengatasnamakan Islam sehingga merusak citra Islam secara keseluruhan.

Pengajian KH Musthofa Bisri (Gus Mus) Ponpes Al-Muayyad Mangkuyudan Solo

Pengajian oleh KH Musthofa Bisri (Gus Mus) Rembang, Wakil Rais Aam Nahdlatul Ulama di Ponpes Al-Muayyad Mangkuyudan Solo, Indonesia dalam merangka Khotmil Qur’an dan Haul Kyai Umar.

Video (via YouTube)

[youtube kYSt7ksw2u0]

  Continue reading Pengajian KH Musthofa Bisri (Gus Mus) Ponpes Al-Muayyad Mangkuyudan Solo

Ponsel Dual On GSM-GSM, Dual Kamera, Dual SD Card – GSTAR Q91

Ponsel baru telah datang dari vendor ponsel lokal GSTAR. Menambah pilihan ponsel lokal Gstar meluncurkan ponsel seba dual GSTAR Q91. Desain ponsel ini masih sama dengan ponsel lokal kebanyakan yakni candy bar QWERTY. Dari segi fitur pun ponsel ini tidak jauh berbeda dengan ponsel sejenisnya hanya saja fitur dual di sana sini yang membuatnya menarik.

Fitur dual ini dimulai dari jumlah SIM card yang dapat aktif bersamaan yakni dual on GSM-GSM. Selanjutnya beralih ke arah media yakni kamera, ponsel ini telah dilengkapi dengan fasilitas dual kamera didukung oleh hadirnya LED flash yang membuat performa kamera bertambah. Continue reading Ponsel Dual On GSM-GSM, Dual Kamera, Dual SD Card – GSTAR Q91

Ponsel Mungil dengan Layar TFT Super Bright: MicXon MX5

Tampilan boleh mirip, fitur bisa standar seperti ponsel lokal tapi ponsel MicXon MX5 ini diklaim asli merk negeri Singapura. Memang dari segi desain dan fitur-fitur yang dibawanya tidak jauh berbeda dengan ponsel sejenis, sebut saja dual on, MP3/MP player, kamera dan radio FM sebagai saran hiburan standar dengan kualitas rata-rata.

Ponsel MicXon MX5 hadir dengan bentuk body mungil berkeypad QWERTY sehingga pas pas sekali digenggaman tangan . selain fitur standar ponsel lokal, ponsel ini menyediakan sesuatu yang sedikit berbeda yakni penyematan layar LCD super bright TFT yang diklaim mampu menyuguhkan kualitas tampilan jernih terbaik dikelasnya. Continue reading Ponsel Mungil dengan Layar TFT Super Bright: MicXon MX5

Cairo Dock 2.3.0 Released

Cairo Dock (also known as GLX Dock) is a launcher / task manager like Avant Window Navigator or Docky and its major advantage is the huge list of applets it comes with: menus (MintMenu, Cardapio, etc.), Drop to Share applet, Ubuntu Me Menu and Messaging Menu applets, keyboard indicator, netspeed, network monitor, notification area, power manager, stacks, terminal, weather, weblets, system monitor and many many more. Also, unlike other docks, Cairo Dock also comes with stand-alone applets meaning the applets don’t have to be attached to the dock and you can use them like Screenlets / Desklets.

A new stable Cairo Dock version – 2.3.0 -, has been released today, bringing a lot of new applets, improvements for some already existing applets and better Compiz and Kwin integration.
Note: if you’ve been using Cairo Dock from the unstable PPA, you already know most of these features (we’ve actually posted about some of them already). Continue reading Cairo Dock 2.3.0 Released

KyaiPedia: KH Ali Ma’shum

Kiai Ali lahir pada 15 Maret 1915 di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Ia putra Kiai Ma`shum, pemimpin Pesantren Al-Hidayah, Soditan, Lasem Rembang, Jawa Tengah.

Ketika usianya menginjak 12 tahun, Ali dikirim ke Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur, pesantren terbesar dan termasyhur kala itu selain Tebuireng, Jombang, dan Lasem sendiri. Di Termas ia berguru kepada Syaikh Dimyathi At-Tarmasi, adik Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, ulama besar Nusantara yang mengajar di Masjidil Haram.

Sebagai putra kiai kondang, sejak kecil Ali telah digembleng dengan dasar-dasar ilmu agama. Sehingga, ketika delapan tahun belajar di Termas, ia sama sekali tak menemukan kesulitan. Ia mendapat perhatian istimewa dari Syaikh Dimyathi. Sejak awal mondok, Ali diizinkan gurunya mengikuti pengajian bandongan, yang biasanya hanya diikuti santri-santri senior. Bahkan ia dibiarkan membaca kitab-kitab karya ulama pembaharu, yang tidak lazim dipelajari di pesantren salaf. Syaikh Dimyathi menilai, Ali Ma’shum sudah memiliki dasar keilmuan yang cukup kuat, sehingga bacaan-bacaan itu tidak akan mempengaruhinya, bahkan justru akan memperluas pandangannya.

Segala kelebihan Ali Ma’shum itu tidak terlepas dari kepandaiannya dalam ilmu bahasa Arab, yang di atas rata-rata.

Sekembali dari Termas, Ali membantu ayahnya mengasuh pesantren mereka di Lasem. Tak lama kemudian ia dinikahkan dengan Hasyimah binti Munawir, putri pemimpin Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Sebulan setelah pernikahan, ia pergi haji.

Selain berhaji, selama dua tahun bermukim di Makkah, Ali juga belajar kepada ulama besar Tanah Suci, Sayyid Alwi Al-Maliky dan Syaikh Umar Hamdan.

Ketika Kiai Ali kembali dari Makkah, tahun 1941, kondisi tanah air kacau balau. Penjajah Jepang baru saja masuk. Seperti pesantren-pesantren lain, Pesantren Lasem pun sepi, ditinggal para santrinya.
Dengan usaha Kiai Ali yang gigih, perlahan pesantren yang didirikan ayahandanya itu kembali menggeliat bangkit.

Namun baru dua tahun ia memimpin Pesantren Lasem, ibu mertuanya datang dan minta dirinya pindah ke Krapyak, Yogyakarta, untuk memimpin pesantren yang baru saja ditinggal wafat Kiai Munawir.
Sentuhan tangan dinginnya berhasil menghidupkan kembali Pesantren Krapyak. Bersama ipar-iparnya, ia meneruskan kepemimpinan Kiai Munawir hingga Pesantren Krapyak kembali berkembang pesat dan dikenal luas.  Continue reading KyaiPedia: KH Ali Ma’shum