JAKARTA–Telkomsel menyatakan siap menyediakan layanan komersial 4G berteknologi long term evolution (LTE) bilamana ekosistem device dan layanan data telah mendukung. Untuk layanan seluler generasi terbaru ini, Telkomsel telah melakukan ujicoba di tiga kota.

Head of Corporate Communications Division Telkomsel, Ricardo Indra menyatakan bahwa Telkomsel memiliki pondasi kuat dan siap mengimplementasikan jaringan 4G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE). ” Telkomsel juga telah melakukan ujicoba layanan 4G-LTE di tiga kota,” kata Ricardo Indra.

Dari sisi teknologi, Telkomsel telah siap. Yang belum adalah kanal yang akan digunakan untuk mendukung layanan ini. Regulator belum menetapkan kanal yang akan dialokasikan untuk layanan 4G-LTE. Regulator juga belum membuka tender untuk kanal bersangkutan. Saat melakukan uji coba, Telkomsel menggunakan kanal pinjaman dari pemerintah.

Menurut Indra, keunggulan teknologi LTE dibandingkan teknologi sebelumnya adalah kecepatan transfer data dan mampu memberikan coverage serta kapasitas layanan yang lebih besar. LTE juga berperan dalam mengurangi biaya operasional, mendukung penggunaan multiple-antena, fleksibel dalam penggunaan bandwidth operasi serta dapat terhubung atau terintegrasi dengan teknologi yang sudah ada.

“Operasi jaringan LTE merupakan teknologi telekomunikasi yang menjanjikan, serangkaian keunggulan ini bisa dikategorikan dalam jaringan seluler generasi keempat (4G). Perkembangan teknologi telekomunikasi ini lahir karena meningkatnya kebutuhan layanan data, seperti tren pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia saat ini, “ papar Ricardo Indra.

Tahun ini, Telkomsel disebut Indra makin memantapkan langkahnya untuk fokus pada pengembangan dan kualitas jaringan guna memenuhi kebutuhan komunikasi data. Transformasi jaringan dan teknologi dilakukan pada IT support, billing, storage dan CRM.

Sebagai pemain utama layanan seluler, infrastruktur jaringan, coverage  terluas dengan layanan terlengkap, Telkomsel telah menjangkau seluruh kecamatan hingga pedesaan, bahkan di atas 15 kapal PELNI dengan BTS Pico via satelit VSAT IP yang menjadi terobosan pertama di Indonesia bahkan Asia.

Saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 44.000 jumlah BTS (Base Transceiver Station) termasuk 9.500 Node B (BTS 3G) yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah Timur Indonesia dengan bandwidth 20 Gbps (Giga bit per second).

Untuk menunjang penggunaan jaringan data packet switch, tahun 2011 Telkomsel telah menyiapkan 27 SGSN (Serving GPRS Support Node) dan 10 GGSN (Gateway GPRS Support Node). Semakin besar kapasitas SGSN dan GGSN, semakin besar pula jumlah pelanggan data yang dapat diakomodir oleh jaringan Telkomsel.

Sumber: Republika