Axis kemarin melakukan penandatanganan kerja sama dengan Huawei. Dalam perjanjian tersebut, Huawei akan mendukung pembangunan 5000 BTS, dimana 4000 diantaranya adalah BTS 3G yang dilengkapi HSDPA. Nilai kontrak Huawei dengan Axis sebesar 500 juta dollar AS selama 3 tahun.

Saat proyek ini selesai, jaringan Axis akan bisa menggunakan teknologi HSPA di 45 persen BTS-nya, dan mampu memberikan kecepatan broadband hingga 42 Mbps. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut baru akan dimulai apabila Axis mendapatkan bagian spektrum 3G blok kedua.

“Kami sudah melakukan pengajuan kepada pemerintah untuk mendapat bagian spektrum 3G blok kedua. Implementasi ekspansi mobile broadband Axis masih menunggu keputusan pemerintah tersebut,” ujar Erik Aas, Chief Executive Officer (CEO) Axis pada jumpa pers penandatanganan kerja sama Axis dengan Huawei di Bunga Rampai Restaurant, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Michael McPhail, Chief Technology Officer (CTO) Axis yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, ekspansi mobile broadband merupakan satu dari 4 fokus peningkatan cakupan layanan yang akan dilakukan Axis. Empat fokus tersebut diantaranya memperluas mobile broadband sebanyak 5 kali lipat, kapasitas suara sebanyak empat kali lipat, data 20 kali lipat, dan luas cakupan jaringan sebesar dua kali lipat.

Ekspansi yang direncanakan Axis ini dilakukan untuk meningkatkan layanan kepada 15 juta pelanggan Axis di seluruh Indonesia. Menurut Michael, jumlah tersebut adalah target pelanggan sampai akhir tahun 2011, namun pada September 2011, target sudah tercapai.

“Saat pembangunan infrastruktur ini selesai tiga tahun lagi, maka layanan Axis sudah bisa meng-cover hingga 40 juta pelanggan. Maka kami menargetkan penambahan jumlah pelanggan hingga 40 juta sampai tiga tahun ke depan,” jelas Michael.

Li Wenzhi, CEO Huawei Indonesia mengatakan bahwa Indonesia merupakan target market yang sangat potensial di mana pengguna internet mobile di Indonesia mulai bertambah. “Saat ini manusia tidak hanya menggunakan telinga dan suara untuk berkomunikasi, tetapi juga otak dan tangan,” ujarnya.

Artinya, saat ini fungsi ponsel bahkan tidak hanya untuk menelepon, melainkan untuk akses internet, sumber informasi dan jejaring sosial. Oleh karena itu, investasi di bidang mobile broadband bagi Huawei merupakan pilihan yang tepat.

“Kami tidak melihat jumlah nilai kontrak, bagi kami yang terpenting adalah pembangunan infrastruktur untuk menjamin layanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Lie Wenzhi.

Layanan broadband Axis sebelumnya telah diluncurkan di Bandung pada awal Juni 2011 dan akan dilanjutkan ke kota-kota lainnya sepanjang tahun 2011 ini.