Kabar seteru baru seputar OpenOffice pasca diakuisisinya Sun oleh Oracle (begitu pula masalah lain atas produk Sun yang lain seperti VirtualBox, Java dan MySQL) kembali mencuat. Beberapa perusahaan dan yayasan open source menggalang kekuatan dan telah membentuk The Document Foundation.

Document Foundation ini sendiri adalah yayasan yang menaungi salah satu produk office hasil fork dari OpenOffice, yaitu LibreOffice. Mereka yang tergabung dalam yayasan ini melihat masa depan suram bagi OpenOffice jika terus dikuasai oleh satu vendor besar seperti Oracle, bisa-bisa dihentikan sama sekali atau dibiarkan mati seperti distribusi OpenSolaris.

Nah, saya telah coba membaca banyak tulisan tentang yang setuju dan yang tidak setuju dengan langkah LibreOffice. Pada dasarnya kebanyakan orang tidak setuju dengan aksi fork OpenOffice dan mengubahnya menjadi LibreOffice. Alasan-alasan berikut mungkin adalah alasan logis yang bisa saya kumpulkan:
1. Usaha menyebarkan/mengajarkan keuntungan OpenOffice lebih bermakna daripada kembali membuat baru dan memulai lagi,
2. Cepatnya sebuah project baru seperti LibreOffice hadir (karena hasil fork) membuat orang enggan menggunakannya

Hmm, bagaimana dengan anda? Beberapa distro besar sudah mewacanakan untuk memaketkan LibreOffice sebagai paket default mereka menggantikan OpenOffice jika Oracle tidak memberi perhatian serius.