Beijing – Sudah satu dekade lebih Huawei berbisnis perangkat jaringan telekomunikasi di Indonesia. Sebagai imbal balik, raksasa teknologi China itu pun berkenan membagi pengetahuannya sekaligus menjembatani pertukaran ilmu.

Alex Xin, General Manager Government Relation Departement Huawei, mengatakan imbal balik yang dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Indonesia, tak melulu fokus pada kegiatan sosial saja. Namun juga untuk setiap kegiatan keilmuan yang bisa mempererat hubungan baik antara Indonesia dan China.

Salah satu contohnya, membawa mahasiswa berprestasi dari Indonesia untuk menggali ilmu seputar teknologi yang dikembangkan oleh Huawei, langsung dari markas besarnya di China. Kali ini yang beruntung mendapat pengalaman berharga itu adalah empat mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Huawei kan sudah cukup lama hadir di Indonesia, sudah lebih dari 10 tahun. Jadi otomatis kita hanya tidak ingin berbisnis, tapi kita juga ingin memberikan sumbangsih jangka panjang,” jelas Alex di Beijing, China.

Di China, keempat mahasiswa ITB yang sebelumnya magang di kantor Huawei Indonesia itu, akan dijejali berbagai pengetahuan seputar teknologi komunikasi. Selain itu mereka juga diberi bimbingan agar lebih mengenal budaya dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar agar bisa sukses di kemudian hari.

“Inilah tujuan mereka dibawa ke China, agar bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” tutur Alex yang memimpin rombongan mengunjungi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China.

Kedubes Indonesia untuk China, Imron Contan, yang menyambut para mahasiswa beserta rombongan dari Huawei, menyambut baik inisiatif dari raksasa teknologi tirai bambu itu untuk membangun hubungan bilateral.

“Huawei makin dikenal secara diplomatik, dan pertukaran ilmu antara Huawei dengan mahasiswa Indonesia merupakan salah satu bukti hubungan bilateral yang baik,” kata Imron.

Selain mengunjungi KBRI di China, keempat mahasiswa ITB juga dijadwalkan untuk menghadiri kuliah umum yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Tsinghua University, Beijing, pada tanggal 23 Maret 2012.

Sumber: detikINET