MOSKOW – Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, militer Rusia harus siap membalas ancaman senjata anti-misil milik Amerika Serikat (AS) yang ada di Eropa, meski AS dan Rusia tetap berusaha untuk mengedepankan diplomasi dalam membahas isu pertahanan tersebut.

“Kami tidak menutup diri untuk berdialog, namun kami juga harus siap menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan kekuatan militer. Pada 2017 hingga 2018, militer Rusia harus dipersenjatai dengan baik dan siap siaga,” ujar Medvedev, seperti dikutip Associated Press, Rabu (21/3/2012).

Rusia kembali mengingatkan AS akan keberadaan misil-misil North Atlantic Treaty Organization (NATO) di wilayah perbatasan Rusia. Negeri Beruang Merah itu tampak mewaspadai adanya kebuntuan dalam dialog NATO dan Rusia.

Bagi Rusia, senjata anti-misil NATO yang dibangun untuk menangkal ancaman dari Iran akan berkembang menjadi ancaman Rusia di masa yang akan datang.

Ketegangan hubungan antara AS dan Rusia diprediksi akan semakin meningkat pada Mei mendatang, tepatnya pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin tampaknya akan pergi ke Chicago untuk menghadiri KTT NATO setelah dirinya disumpah menjadi presiden untuk priode ketiganya. Para pejabat Rusia juga mulai mengutarakan komentar skeptisnya mengenai kesepakatan Rusia dan AS dalam isu pertahanan Eropa

Sumber: OkeZone