Perusahaan telekomunikasi dan solusi jaringan asal Cina, ZTE, memuncaki pendaftaran untuk hak paten PCT (Patent Cooperation Treaty) tahun 2011. ZTE tercatat memiliki aplikasi paten sebanyak 2.826.000.

Menurut hasil pencarian global yang dijabarkan oleh World Intellectual Property Organization dalam situs resminya, di tahun 2010 perusahaan ini berada pada peringkat kedua. Statistik menunjukkan pertumbuhan ZTE terus meningkat dalam lima tahun terakhir, dengan angka pertumbuhan lebih dari 50 persen di 2011.

Menurut ZTE, lebih dari 60 persen paten yang dimiliki berkaitan dengan LTE/3G, komputasi awan dan Internet of Things. Hingga kini, total pendaftaran untuk hak paten, termasuk aplikasi yang masih tertunda mencapai lebih dari 10 ribu paten.

“Menjadi nomor satu dalam hal aplikasi PCT adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Namun hal tersebut bukanlah sasaran utama kami,” kata Presiden ZTE Shi Lirong dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Rabu 7 Maret 2012.
“Melalui inovasi yang terus menerus, kami bertujuan agar seluruh masyarakat dunia dapat memperkaya pengalaman hidup mereka lewat teknologi-teknologi baru,” lanjutnya.

ZTE telah mengantongi lebih dari 40 ribu hak paten baik lokal maupun internasional, termasuk aplikasi yang masih tertunda. Lebih dari 90 persen hak paten yang dimiliki oleh perusahaan berhubungan dengan penemuan, termasuk berbagai paten mendasar yang meliputi standar teknis telekomunikasi dan paten-paten inti untuk teknologi telekomunikasi yang sangat penting.

Perusahaan ini juga telah memenangkan beberapa penghargaan paten dalam negeri, termasuk empat penghargaan Patent Gold Awards, 12 China Patent Awards of Excellence, dan empat penghargaan Major Invention Awards dalam bidang industri informasi Cina.

ZTE juga menginvestasikan 10 persen dari pendapatan per tahunnya ke dalam penelitian dan pengembangan. Jumlah pengeluaran dalam tiga tahun terakhir untuk riset dan pengembangan telah mencapai angka 20 miliar RMB.

Saat ini, ZTE memperkerjakan lebih dari 30.000 peneliti berpengalaman. ZTE juga mengoperasikan 15 pusat penelitian di Cina, Prancis, India, Swedia, dan Amerika Serikat. Perusahaan ini juga telah membangun sepuluh pusat inovasi di seluruh dunia yang bekerja sama dengan operator-operator terkemuka di Eropa dan Amerika Utara di tahun 2011.