SATU orang tewas setelah 1.000 mahasiswi di King Khalid University, Arab Saudi melakukan aksi demonstrasi pada tengah pekan lalu. Dalam aksi yang mengusung perlawanan terhadap di diskriminasi dan korupsi di universitas tersebut, disebutkan bahwa 50 orang terluka.

Aparat kepolisian bersenjatakan pentungan menyerbu pertemuan tersebut. Menurut The Times, insiden yang terjadi di Abha ini memang terjadi Rabu (7/3/2012), namun baru mendapat perhatian dari dunia pada akhir pekan lalu.

Seorang perempuan meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami kejang di tengah insiden itu. Sementara pengunjuk rasa lainnya dilaporkan mengalami keguguran.

Protes yang dilakukan selama seminggu itu menargetkan rektor universitas yang diduga melakukan korupsi. Pihak universitas mengatakan beberapa mahasiswi telah menyerang staf kampus. Para mahasiswi marah karena manajemen yang buruk, masalah terus menumpuk dan kurangnya fasilitas dasar bagi perempuan.

Seperti dilaporkan The Australian setelah dikutip dari Press TV, Senin (12/3/2012), hampir 30 pengajar di universitas itu telah mengundurkan diri setelah bentrokan mematikan. Disebutkan bahwa aksi demonstrasi ini diharapkan diikuti dengan pengunduran diri dari rektor universitas.

Sumber: OkeZone