Qualcomm Incar Pasar Drone “Ringan”

                            BARCELONA,  Qualcomm selaku salah satu pabrikan chip mobile terbesar tak mau ketinggalan tren drone yang semakin menanjak. 

Tahun lalu, perusahaan AS ini memperkenalkan platform Snapdragon Flight berbasis chip Snapdragon 801 untuk digunakan oleh para rekanan vendor drone dalam membuat desain drone.

Snapdragon Flight berikut beberapa drone yang menggunakannya pun ikut diboyong ke ajang MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, minggu lalu, di mana mereka bisa ditemukan di bagian IoT di booth milik Qualcomm.

“Dengan memakai teknologi smartphone, kami membuat sebuah board yang sanggup menangani banyak hal sekaligus sehingga ikut menekan biaya produksi,” ujar Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough ketika menjelaskan soal drone kepada KompasTekno.

Senior Director Corporate Marketing Qualcomm David Miller menambahkan bahwa pihaknya memang sengaja fokus menciptakan untuk drone yang ringkas dan dibanderol dengan harga relatif terjangkau, tapi tetap dibekali sederet kemampuan canggih seperti fitur anti-collision dan navigasi otomatis.

Nantinya, Qualcomm berharap Snapdragon Flight bakal banyak ditemukan di segmen drone ringan seperti Ying bikinan pabrikan China yang baru memasuki pasaran awal tahun ini. “Termasuk juga drone kecil untuk selfie,” kata Miller mencontohkan.

Fokus ke segmen drone ringan itu tentu ada alasannya. Miller mengatakan pasaran drone jenis ini akan mengalami perkembangan pesat di masa yang akan datang.

Salah satu sebabnya, lanjut Miller, adalah regulasi untuk drone ringan relatif tidak seketat drone kategori lain yang lebih besar, berat, dan biasa digunakan untuk keperluan komersil.

Miller mencontohkan hukum registrasi drone di Negeri Paman Sam yang menyaratkan bahwa drone dengan berat antara 250 gram hingga 25 kg mesti didaftarkan sebelum bisa mengangkasa.

Segmen drone di bawah batasan berat itulah yang diincar Qualcomm. “Kami melihat bahwa pasaran drone berukuran kecil ini bakal tumbuh besar,” pungkas Miller.

Sumber: KOMPAS Tekno

Biaya Palapa Ring Bakal Dicicil Selama 15 Tahun

                            JAKARTA,  Proyek penggelaran kabel serat optik Palapa Ring akhirnya resmi dimulai. Sesuai rencana, pendanaan proyek tersebut akan memakai dana Universal Services Obligation (USO) yang dikumpulkan dari operator telekomunikasi setiap tahun.Dana tersebut tak langsung digelontorkan seluruhnya sesuai kebutuhan proyek. Rudiantara mengatakan Palapa Ring dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan pembayaran model Availability Payment (AP).

Artinya biaya penggelaran jaringan akan ditanggung oleh pemenang tender atau swasta. Sedangkan pemerintah baru mulai mengucurkan biaya pada saat proyek selesai dan sudah mulai beroperasi, dicicil selama 15 tahun.

“Perkiraan kita mulai bayar ke badan usaha pemenang itu sekitar Januari 2019. Asalnya dari dana USO. Kita sudah hitung cashflow USO sampai 20 tahun ke depan,” terangnya saat ditemui di sela-sela penandatanganan kerjasama Palapa Ring Paket Barat, Gedung Kementerian Keuangan, Senin (29/1/2016).

“Setahun dana USO bisa sampai Rp 2 triliun, nanti mulai 2019 kita kurangi beberapa miliar untuk bayar pemenang tender. Durasinya selama 15 tahun,” imbuhnya.

Dana USO diperoleh dari kontribusi perusahaan layanan telekomunikasi. Mereka menyumbangkan 1,25 persen dari total pendapatan usaha mereka ke pemerintah setiap kuartal.

Ketua Panitia Pengadaan Proyek KPBU, Anang Latif mengatakan nominal yang dibayarkan untuk Paket Barat dan Paket Tengah per tahun sekitar Rp 300 miliar.

Menteri Keuangan Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan skema KPBU dan model pembayaran AP ini menguntungkan bagi pemerintah. Terutama karena tidak harus mengeluarkan dana secara langsung.

“Developer dibayar sesuai kinerja jadi biaya tidak numpuk sekaligus di depan. Kita juga dapat tambahan aset, karena proyek KPBU ini nantinya jadi aset negara,” pungkasnya.

Palapa Ring Paket Barat akan dijalankan Konsorsium Moratel – Triasmitra dengan nilai proyek Rp 1,28 triliun. Paket ini menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.

Paket Tengah dimenangkan Konsorsium Pandawa Lima. Anggotanya adalah PT LEN (51 persen), PT Teknologi Riset Global Investama (34 persen), PT Sufia Technologies (5 persen), PT Bina Nusantara Perkasa (5 persen), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5 persen).

Jangkauannya meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km.

Paket Timur baru masuk tahap prakualifikasi dan ditarget akan mencapai perjanjian kerjasama pada September 2016. Jangkauan wilayahnya meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua dengan total kabel serat optik sepanjang 6.300 km.

Sumber: KOMPAS Tekno

Menjajal Smartphone “Modular” LG G5 di Barcelona

                            BARCELONA,  Selain Samsung Galaxy S7, pabrikan smartphone Korea Selatan lainnya, LG, turut memperkenakan model flagship bernama G5 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 di Barcelona, Spanyol, minggu lalu. 

LG G5 mengusung perubahan-perubahan besar dibanding pendahulunya, baik dari segi desain, fitur, maupun aksesoris-aksesoris pelengkap. Beberapa di antaranya terlihat cukup radikal, bahkan untuk ukuran ponsel masa kini.

KompasTekno sempat menjajal LG G5 ketika menelusuri arena pameran MWC 2016 dan merasa cukup terkesan dengan inovasi yang ditawarkan. Seperti apa? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Desain baru berbalut logam

Pertama kali melihatnya, perbedaan antara LG G5 dengan model terdahulu, G4, akan langsung tampak. LG menerapkan rancangan baru pada G5 dengan cangkang berbalut logam.

Oik Yusuf/ Tampak depan LG G5

Hilang sudah material plastik yang dulu membuat G4 terasa sedikit “murahan”, berganti bahan kaca dan metal yang menyelimuti sekujur tubuh G5.

Sisi muka G5 didominasi oleh layar AMOLED berukuran cukup besar, mencapai 5,3 inci. Tampilannya terlihat sangat cemerlang dengan resolusi Quad-HD (2.560×1.440 piksel).

Tiga tombol softbutton “home”, “back” dan “menu” untuk standar navigasi OS Android 6.0 Marshmallow terdapat di bagian antarmuka layar.

Oik Yusuf/ Tampak belakang LG G5

Sistem operasi Android paling anyar tersebut dilapis UI gaya baru dari LG yang meniadakan app drawer sehingga semua icon aplikasi bisa ditemukan di tampilan utama.

LG turut menyematkan sejumlah fitur baru yang dulu absen pada G4, termasuk sebuah pemindai sidik jari berbentuk bulat di bagian punggung.

Fingerprint scanner sekaligus berfungsi sebagai tombol daya. Jadi, pengguna G5 bisa langsung “membangunkan” perangkat sekaligus membuka kunci dengan menekan jari pada bagian ini.

Oik Yusuf/ LG G5 tersedia dalam empat pilihan warna, yakni silver, dark grey, gold, dan pink

Posisinya sengaja diletakkan di punggung karena ujung jari telunjuk pengguna secara alami akan berada di sana ketika menggenggam perangkat.

Konsep peletakkan jari tersebut sebenarnya juga dianut oleh G4. Bedanya, G5 memindahkan tombol pengatur volume ke area yang lebih konvensional, yakni di sisi kiri perangkat.

Konsep modular

Fitur lain yang lebih menarik adalah rancangan “modular” pada G5. Meski dikatakan menganut rancangan “unibody”, sisi bawah perangkat yang berdekatan dengan layar bisa dicopot untuk melepas baterai (2.800 mAh), seperti tampak dalam rangkaian foto di bawah.

Caranya adalah dengan menekan sebuah tombol khusus yang terletak berdampingan dengan dua tombol pengatur volume. Begitu bagian “dagu” G5 sedikit terbuka, pengguna cukup menarik dengan jari untuk melepasnya.

Bagian “dagu” tersebut lantas bisa ditukar dengan modul lain yang bisa meningkatkan kemampuan perangkat.

Oik Yusuf/ Modul kamera yang bisa dipasangkan di LG G5

Oik Yusuf/ Modul kamera LG G5 dalam keadaan sudah terpasang di unit smartphone

Modul “handgrip” kamera, misalnya, berisi tombol shutter, zoom dial, tombol perekaman video, serta tombol shortcut untuk memanggil aplikasi kamera.

Selain itu, modul handgrip juga sengaja dibuat menebal ke arah luar sehingga G5 lebih mudah digenggam saat menjepret gambar karena memiliki “handgrip” untuk pegangan layaknya kamera digital.

Oik Yusuf/ Karena menambah ketebalan dan berisi aneka macam tombol untuk keperluan foto, modul kamera LG G5 memudahkan penggunaan ponsel untuk menjepret gambar

Dimensi ekstra dari modul handgrip tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memuat baterai tambahan sebesar 1.100 mAh sehingga mampu pula menambah daya tahan perangkat untuk proses pengambilan foto atau video yang banyak mengkonsumsi power.

Modul hardware lain yang tersedia adalah hardware khusus audio “Hi-Fi” hasil kerjasama LG dengan B&O untuk meningkatkan kualitas output suara dari perangkat.

Untuk menikmati audio yang lebih berkualitas, pengguna bisa menancapkan earphone atau headset ke jack audio 3,5 mm yang terdapat di modul Hi-Fi ini.

Oik Yusuf/ Modul audio hi-fi untuk LG G5

Perlu ditambahkan bahwa setiap modul G5 akan tetap mempertahankan konektor USB Type-C dan grill speaker yang secara default terdapat di bagian bawah smartphone tersebut.

Bagian modul terkoneksi ke unit smartphone lewat sejumlah konektor khusus di bagian dalam. Pengguna tinggal menancapkan modul dan menyalakan perangkat, fungsi tambahan pun akan langsung tersedia.

LG menjamin bahwa G5 beserta modul-modul hardware tambahannya bakal kokoh dan bisa dibongkar-pasang hingga ribuan kali.

Oik Yusuf/ Baru dua modul tambahan untuk LG G5 yang tersedia sejauh ini. Dalam foto, di bawah unit baterai berwarna hijau terang, secara berurutan dari kiri ke kanan terdapat modul audio, modul standar bawaan ponsel, serta modul handgrip kamera.

Saat ini baru tersedia dua modul tambahan, yakni modul kamera dan audio tadi. Belum ada informasi soal harga atau ketersediaan modul-modul lain yang akan menyusul diluncurkan di kemudian hari.

Kamera dua lensa

Smartphone masa kini mulai banyak menerapkan kamera dengan dua lensa, termasuk juga LG G5 yang mungkin menyediakan salah satu implementasi terbaik.

Oik Yusuf/ Dua lensa kamera bertengger di atas sensor sidik jari berbentuk bulat di bagian punggung LG G5

Alih-alih menyertakan lensa kedua demi menambah kemampuan depth sensing untuk kendali DoF seperti pada smartphone lain, G5 menggunakannya untuk memberi sudut pandang lebih lebar.

Jadi, pada kamera 16 megapixel G5 terdapat dua jenis lensa, yakni lensa “normal” dengan lebar sudut pandang 75 derajat dan lensa “wide” dengan cakupan lebar sudut pandang yang jauh lebih luas, sebesar 135 derajat.

Tambahan lensa wide dimaksudkan agar pengguna lebih mudah mengambil foto-foto yang membutuhkan sudut pandang lebar, seperti pemandangan atau group photo dengan banyak orang.

Oik Yusuf/ Perbedaan cakupan sudut pandang lensa normal (kiri) dan lensa wide pada kamera LG G5. Lensa wide tampak menghasilkan barrel distortion yang cukup besar sehingga tampilan gambar terlihat mirip dengan lensa fisheye.

Aplikasi kamera pada G5 menyediakan dua icon khusus untuk berpindah dari lensa normal ke lensa wide.

Alternatifnya, pengguna bisa melakukan zoom in atau zoom out untuk switching dari lensa wide ke normal atau sebaliknya.

Virtual reality

Sesuai dengan salah satu tema besar dalam gelaran MWC 2016, LG G5 turut dibekali dengan kemampuan virtual reality (VR). Ada dua jenis aksesoris pendamping G5 yang khusus dibuat untuk keperluan ini, yakni kamera 360 derajat dan kacamata VR.

Oik Yusuf/ Aksesoris kacamata VR pendamping LG G5

Kamera 360 derajat LG mampu menangkap pemandangan ke segala arah yang akan “dijahit” secara otomatis oleh G5 menjadi satu kesatuan, untuk kemudian ditampilkan melalui kacamata VR.

Kacamata VR LG G5 terlihat lebih kecil dan ringkas dibanding milik produsen lain karena alat ini tidak bergantung pada smartphone yang berfungsi sebagai “layar” untuk memproyeksikan gambar ke mata pengguna.

Unit kacamata VR tersambung ke G5 melalui kabel USB-Type C. Dengan kata lain, kacamata VR hanya berfungsi sebagai penampil konten virtual reality yang diproses oleh smartphone.

Oik Yusuf/ Kamera 360 derajat besutan LG berukuran kecil dan muat di kantung celana

Alhasil, LG berhasil membuat kacamata VR miliknya lebih ringan dan tidak terlalu “ribet”untuk dikenakan layaknya perangkat serupa besutan pabrikan lain yang biasanya berukuran lebih besar dan mesti dipakai dengan headrest khusus.

Oik Yusuf/ Pengunjung mencoba kacamata VR LG G5 di arena MWC 2016

Kamampuan VR LG G5 berasal dari prosesor Snapdragon 820 besutan Qualcomm yang tertanam di dalamnya.

Dengan GPU Adreno 530, chip teranyar ini memang disebut-sebut memiliki cukup tenaga untuk mewujudkan pengalaman virtual reality yang ideal di platform mobile.

Spesifikasi lain dari G5 mencakup RAM 4 GB, media internal 32 GB dengan dukungan slot micro-SD, serta kamera sekunder 8 megapiksel di bagian muka.

LG G5 rencananya akan mulai memasuki pasaran pada April mendatang, tapi informasi harganya masih belum diumumkan.

Sumber: KOMPAS Tekno

Telkom Klarifikasi Kenaikan Harga IndiHome

                            JAKARTA,  PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) membantah telah menaikkan harga berlangganan internet IndiHome untuk penagihan di bulan Maret mendatang. Menurut pihak Telkom, kebijakan yang sebenarnya adalah penyesuaian harga bagi pelanggan paket promo.Jemy V. Cofindo, Vice President Consumer Marketing and Sales Telkom, berkata bahwa Telkom sebelumnya memang sengaja menyiapkan paket IndiHome dengan harga khusus di beberapa wilayah. 

Masa promosi dengan harga khusus itu sendiri, dikatakan Jemy, sudah berakhir pada 31 Desember 2016 yang lalu. Oleh karena itu, Telkom mengambil kebijakan untuk menyesuaikannya ke harga normal. Besarnya kenaikkan sekitar Rp 50.000.  

“Karena ini dari harga promo, maka ia disesuaikan menjadi harga normal,” ungkap Jemy.

Harga baru itu pun hanya berlaku bagi yang mengikuti paket promo IndiHome. Sementara, bagi yang sedari awal sudah berlangganan dengan harga normal, tidak akan mengalami kenaikan harga sedikit pun.

Jemy menambahkan bahwa penyesuaian harga tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Januari 2016 lalu.

“Penyesuaian harga sudah terjadi di bulan Januari dan ditagihkan di bulan Februari. Layanan kami kan pasca bayar, tagihan bulan Februari itu untuk menagih bulan Januari,” tutur Jemy kepada KompasTekno melalui sambungan telepon, Senin (29/2/2016).

Para pelanggan sendiri dikatakan pasti mendapatkan informasi, jika mereka ada dalam paket promosi. Informasi perihal harga yang akan disesuaikan apabila masa promosi berakhir juga sudah diutarakan oleh petugas.

Telkom juga mengaku sudah memberikan peringatan (reminder) ketika masa promosi berakhir.

“Kami juga sudah memberikan reminder kepada pelanggan melalui SMS dan e-mail pada Januari 2016 kalau masa promo akan berakhir,” kata Jemy.

Set-top Box disubsidi

Selain penyesuaian harga IndiHome, Telkom juga sempat menyinggung masalah meningkatnya biaya sewa perangkat Set-top Box (STB).

Jemy mengungkapkan bahwa semua pelanggan telah mendapatkan informasi harga sewa STB bakal berubah suatu saat.

“Sudah disampaikan pada awal berlangganan, baik melalui material promo maupun kontrak berlangganan, sewa STB tersebut hanya berlaku hingga 31 Desember 2015, sebesar Rp 30.000 per bulan,” imbuh Jemy.

Setelah 1 Januari 2016, harga tersebut bakal berubah menjadi Rp 60.000 per bulannya. Namun, Telkom pun akhirnya membuat keputusan lain dengan kembali memberikan diskon.  

“Karena kami menyadari pelanggan masih memerlukan pemahaman, maka kami juga membuat yang harusnya menjadi Rp 60.000 per bulan, menjadi hanya Rp 50.000 per bulan,” lanjut Jemy.

Potongan harga sebesar Rp 10.000 itu pun dikatakan merupakan subsidi langsung dari Telkom. Anggaran tersebut dipotong langsung untuk dibayarkan kepada penyedia STB tersebut.

Harga diskon ini dikatakan akan terus berlaku hingga 1 tahun ke depan.

Sumber: KOMPAS Tekno

Snapdragon 820 Kembalikan Pamor Qualcomm

                            BARCELONA,  Registrasi untuk acara peluncuran smartphone andalan baru Xiaomi, Mi5, pada 24 Februari minggu di Barcelona, Spanyol, dimulai tepat pukul 8.20. Pemilihan jam yang agak janggal itu ternyata ada maskudnya.

“Kami sengaja mengatur waktunya untuk menunjukkan chipset Snapdragon 820 yang tertanam di Xiaomi Mi5,” ujar Vice President Global Xiaomi Hugo Barra, sebelum memulai acara.

Dari puluhan slide yang ditampikan Barra di panggung, sebagian membahas keunggulan prosesor Snapdragon 820. Di sela-sela presentasinya, Barra juga memberikan kesempatan kepada Presiden Qualcomm Derek K. Aberle untuk berbicara kepada hadirin.

Xiaomi bukan satu-satunya vendor gadget yang produknya ikut “dibintangi” oleh Qualcomm. Pabrikan chip asal AS tersebut juga ikut nimbrung dalam acara peluncuran ponsel flagship dari LG, G5.

Selain itu, seri smartphone Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge dari Samsung akan turut mengusung Snapdragon 820 di sebagian wilayah pasar, yakni AS, Jepang, dan China.

Lalu ada pula sederet ponsel dari aneka brand terkenal lain yang juga mengedepankan chipset Snapdragon di kelas masing-masing, temasuk trio ponsel dari Sony dan HTC, serta HP.

Boleh dibilang nama “Snapdragon” menempel di mana-mana dalam ajang MWC 2016 yang berlangsung dari tanggal 22-25 Februari itu.

Qualcomm agaknya sukses menggaet kembali para rekanan produsen gadget agar menggunakan chipset buatannya, dalam hal ini Snapdragon 820.

Chipset yang satu itu memiliki tenaga yang luar biasa. Bersenjatakan empat core CPU Kryo dan GPU Adreno 530, Snapdragon 820 mampu mengolah aneka macam kebutuhan komputasi mobile dengan kecepatan tinggi, mulai dari olah grafis, foto, koneksi LTE, hingga virtual reality.

Semuanya dilakukan dengan menggunakan daya hanya setengah dari prosesor flagship terdahulu, Snapdragon 810, yang boleh dibilang kurang berhasil menarik minat para pabrikan.

Kesalahan Snapdragon 810

Snapdragon 810 memang meninggalkan kesan buruk buat Qualcomm, sampai-sampai Samsung dan LG menghindari Snapdragon 810 di produk andalannya.

Sementara pabrikan lain yang tetap memakai chipset itu -seperti Sony- terpaksa berjibaku dengan persoalan panas berlebih yang kerap muncul.

“Dulu itu kami terpaksa memakai core desain ARM, bukan rancangan sendiri, demi mengejar permintaan chip 64-bit dari konsumen,” ujar Technical Marketing Manager Qualcomm, Cisco Cheng, mengakui kesalahan yang dilakukan oleh pihaknya.

Akibat tergesa-gesa “kejar tayang”, Snapdragon 810 pun tampil mengecewakan. Delapan core CPU yang tertanam di dalamnya tak mampu memberikan kinerja yang berimbang dengan konsumsi daya dan peningkatan temperatur.

“Saat menengok kembali ke belakang, mungkin seharusnya kami menghindari apa yang dilakukan pada Snapdragon 810,” keluh Cheng.

Tapi kenangan pahit itu kini telah terhapus seiring dengan kehadiran Snapdragon 820. Berbeda dari pendahulunya, chip ini  menggunakan core CPU 64-bit custom designed pertama dari Qualcomm.

Hasilnya bisa dilihat dalam aneka presentasi peluncuran gadget di MWC 2016, yang melulu didominasi banjir pujian untuk Snapdragon 820.

Apa boleh buat, chip tersebut memang kencang. Hugo Barra tak tahan memamerkan hasil benchmark AnTuTu Xiaomi Mi5 yang mencapai kisaran 140 ribu, termasuk paling tinggi saat ini.

Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough pun sumringah ketika KompasTekno menyinggung soal jumlah rekanan Qualcomm yang bakal menyematkan Snapdragon 820 di produknya.

“Sudah ada lebih dari 100 desain produk yang menggunakan Snapdragon 820. Sejauh ini 6 di antaranya telah resmi meluncur, berarti masih ada lebih dari 90 lagi yang akan datang,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS Tekno

Pemerintah Resmikan Palapa Ring Paket Barat

                            JAKARTA,  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hari ini, Senin (29/2/2016) meresmikan proyek Palapa Ring. Peresmian tersebut dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Paket Barat yang bernilai Rp 1,28 triliun.Sementara, Paket Tengah dan Timur masih harus menunggu. Paket Tengah sedang dalam proses pengurusan administrasi, sedangkan Paket Timur menanti kesiapan teknis berupa pembangunan jalur Trans Papua.

Paket Barat tersebut akan ditangani oleh pemenang tender, yaitu konsorsium Moratel – Ketrosden Triasmita. Sedangkan Paket Tengah senilai Rp 1,4 triliun akan dikerjakan oleh konsorsium Pandawa yang terdiri dari PT LEN (51 persen), PT Teknologi Riset Global Investama (34 persen), PT Sufia Technologies (5 persen), PT Bina Nusantara Perkasa (5 persen), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5 persen).

“Kita tandatangani Paket Barat duluan karena Paket Tengah masih dalam pengurusan administrasi,” ujar Rudiantara dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Palapa Ring, di Gedung Kementerian Keuangan.

“Kalau Paket Timur masih menunggu soal engineering, jadi saat Kementerian Pekerjaan Umum nanti bikin jalan Trans Papua otomatis sekalian bangun ducting. Ini berkaitan dengan jalur-jalur inland yang akan dilalui di Papua,” imbuhnya.

Palapa Ring adalah usaha pemerintah membangun infrastruktur kabel serat optik yang menjangkau berbagai daerah terpencil di Indonesia. Harapannya proyek ini bisa membantu mewujudkan cita-cita ekonomi digital.

Palapa Ring Paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan kabel serat optik sepanjang 2.000 km. Sedangkan Paket Tengah menjangkau Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, sampai Kepulauan Sangihe-Talaud dengan kabel sepanjang 2.700 km.

Ring terpanjang adalah Paket Timur yang meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua dengan total kabel serat optik sepanjang 6.300 km. Kendati paket ini masih dalam tahap pra kualifikasi, pemerintah menarget untuk mencapai penandatanganan kerjasama pada September 2016.

Langkah awal proyek tersebut akan dijalankan menggunakan dana masing-masing konsorsium dan akan diganti dengan dana Universal Service Obligation (USO) mulai 2019 mendatang, yaitu setelah Palapa Ring mulai beroperasi.

Selain penandatangan paket proyek, dalam acara tersebut juga ditandatangani perjanjian penjaminan proyek antara PT Palapa Ring Barat dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai penyedia penjaminan dari pemerintah. Kemudian perjanjian Regres antara PT PII dengan Kemenkominfo sebagai penanggung jawab kerjasama.

Sumber: KOMPAS Tekno

Samsung Dibebaskan dari Tiga Tuntutan Apple

                             Pengadilan Banding Amerika Serikat (AS) memutuskan bahwa Samsung tidak melanggar salah satu paten Apple yang dituduhkan sejak 2 tahun lalu. Dalam sidang lanjutan perkara hak paten Apple melawan Samsung pada Jumat (26/2/2016) lalu, terbukti bahwa Samsung tidak melanggar hak paten terkait "quick link".

Sementara dua paten lain yaitu teknologi slide-to-unlcok dan auto-correct disebut pengadilan tidak valid.

“Keputusan ini merupakan kemenangan bagi konsumen, dan membuat kompetisi kembali sebagaimana seharusnya, yaitu di pasar, bukan di ruang sidang” ujar juru bicara Samsung seperti dikutip KompasTekno dari Reuters, Senin (29/2/2016).

Sementara itu, juru bicara Apple menolak untuk memberi pernyataan.

Apple dan Samsung telah berseteru soal hak paten ketiga teknologi di atas yang dipakai di masing-masing ponsel buatannya.

Pada Mei 2014 lalu, Apple menuduh Samsung melanggar hak paten fitur “quick link”, teknologi yang mengubah nomor telepon yang ditampilkan di teks yang apabila diklik akan memunculkan detil informasi kontak.

Selain itu, terdapat juga paten slide-to-unlcok untuk membuka layar kunci smartphone, dan fitur auto-correct di smartphone.

Apple menuntut ganti rugi sebesar 119,6 juta dollar AS karena Samsung telah menggunakan teknologi di atas tanpa seizin Apple.

Samsung bahkan sempat dilarang menjual beberapa ponsel buatannya di AS karena dianggap melanggar ketiga paten di atas dalam persidangan sebelumnya.

Sumber: KOMPAS Tekno

Peluncuran iPhone SE dan iPad Air 3 Tertunda?

                             Apple disinyalir bakal mengumumkan deretan produk barunya dalam sebuah acara pada 15 Maret nanti, termasuk iPhone dan iPad baru. Namun kabar terbaru menyebut tanggal peluncuran itu dimundurkan.

Dikutip KompasTekno dari Recode, Senin (29/2/2016), acara tersebut diduga hanya mundur beberapa hari. Alih-alih di tengah bulan, Apple akan meluncurkan iPhone dan iPad baru pada 21 Maret.

“Tidak jelas apakah tanggal peluncurannya diundur atau memang tanggal sebenarnya dari Apple adalah tanggal 21,” tulis jurnalis Recode Kara Swisher.

Apple akan menggelar acara peluncuran tersebut di Apple Town Hall di Cupertino, California, AS.

Menu utama dari acara tersebut adalah peluncuran iPhone 4 inci yang sudah lama ditunggu-tunggu. Perangkat itu baru-baru ini disebut akan mengusung nama iPhone SE.

iPhone SE sebelumnya dirumorkan sebagai penerus iPhone 5s, namun laporan terbaru mengatakan ponsel tersebut sebenarnya adalah iPhone 6s dengan layar lebih kecil.

Selain itu, Apple turut dikabarkan akan merilis tablet iPad baru ukuran 9,7 inci, kemungkinan iPad Air 3 atau iPad Pro model anyar. Tablet tersebut dikatakan akan memiliki fitur Apple Pencil dan dukungan smart keyboard.

Terakhir, Apple juga bakal memperkenalkan brand baru untuk peranti jam tangan pintarnya, Apple Watch.

Sumber: KOMPAS Tekno

LG Tak Mau Buat Ponsel Nexus Lagi

                             LG tidak akan lagi membuat perangkat Android garapan Google, yaitu Nexus. Juru bicara LG mengonfirmasi hal tersebut kepada Cnet, Kamis (25/2/2016).Dikutip KompasTekno, juru bicara tersebut mengatakan, "Tidak ada rencana untuk membuat suksesor Google Nexus 5 atau Nexus 5X."

“LG perlu fokus kepada brand sendiri,” imbuh juru bicara tersebut di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 di Barcelona minggu lalu.

Keputusan itu diambil setelah LG merilis ponsel flagship Android terbarunya, G5. Semua usaha LG saat ini dicurahkan utnuk mempromosikan ponsel tersebut.

LG mengatakan senang bekerja sama dengan Google dalam mengembangkan Nexus, namun proyek tersebut menyita banyak sumber daya yang akan lebih baik jika dicurahkan utnuk ponsel LG sendiri.

Google belum memberikan komentar atas keputusan LG ini.

Seperti diketahui, Nexus 5 sangat digemari fans Android. Namun bekerja sama dengan Google juga berarti perusahaan itu turut campur dalam menentukan banyak hal detil di dalamnya.

Sementara Nexus 5X belum diketahui seperti apa performanya dibandingkan dengan Nexus 6P yang dirakit oleh pabrikan lain, Huawei.

Namun demikian, kerja sama antara LG dan Google tetap berlanjut di ranah wearable device, yaitu dengan mengembangkan jam tangan pintar LG Watch Urbane LTE 2nd Edition yang rencananya akan dirilis pada semester kedua 2016 ini.

Sumber: KOMPAS Tekno

iPhone 4 Inci Bakal Dinamai “Special Edition”?

                             Rumor soal iPhone 4 inci terbaru Apple kembali mencuat. Kali ini, beredar kabar mengenai nama resmi yang akan digunakan perangkat tersebut saat diluncurkan nanti. Menurut seorang sumber, sebagaimana KompasTekno rangkum dari 9to5mac, Sabtu (27/2/2016), kemungkinan iPhone "mini" ini bakal dinamakan iPhone SE. Singkatan SE banyak disebut-sebut sebagai kependekan dari "Special Edition".

Jika rumor tersebut benar, iPhone SE bakal menjadi smartphone pertama Apple yang tidak memiliki nomor model setelah melepas iPhone pertama pada tahun 2007 lalu.

Sebelumnya, perangkat baru tersebut dirumorkan bakal memiliki julukan iPhone 5se.

Apa alasan di balik penghapusan angka 5 tersebut? Apple dikatakan tidak ingin membuat para konsumen bingung dengan angka “5” yang terkesan mundur. Pasalnya, saat ini Apple sudah melepas iPhone 6 dan iPhone 6S ke pasaran.

iPhone SE sendiri dikabarkan bakal menjadi pengganti iPhone 5S di pasar dengan harga jual yang sama. Produk baru ini pun akan memiliki bentuk fisik yang tidak jauh berbeda dari iPhone 5S. Hanya saja, iPhone SE memiliki tepian yang lebih melengkung.

Jika benar akan hadir, maka iPhone SE bakal menandai kembalinya Apple ke ranah ponsel dengan bentang layar 4 inci setelah beralih ke ukuran yang lebih besar lewat iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Di balik layar “kecil” iPhone SE agaknya bakal tersimpan jeroan bertenaga yang dimotori chipset A9 dan co-processor M9 untuk menangani fungsi-fungsi terkait fitness. Ada pula fitur “Hey Siri” yang selalu sigap menanggapi kebutuhan pengguna.

Perkiraan spesifikasi lain mencakup kamera utama 8 megapiksel, chip NFC untuk keperluan fitur Apple Pay, WiFi terbaru Apple, dan juga Bluetooth.

iPhone SE kemungkinan hadir dengan media penyimpanan berkapasitas 16 GB dan 64 GB saat diperkenalkan secara resmi pada 15 Maret mendatang. Itu kalau ia memang sungguh ada.

Sumber: KOMPAS Tekno

8 Sajian Menarik di Mobile World Congress 2016

                            BARCELONA,  Mobile World Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada 22 Februari hingga 25 Februari telah resmi berakhir. Untuk pertama kalinya sejak pertama digelar 29 tahun lalu, jumlah pengunjung tercatat melebihi 100.000 orang.

Sebanyak 2.200 perusahaan ikut serta dalam ajang eksebisi akbar yang mempersatukan para pelaku industri mobile di ruang-ruang pameran seluas lebih dari 33.000 meter persegi. Dengan skala sebesar itu, tentu ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan.

Apa saja? Berikut ini delapan di antaranya yang ditemukan oleh KompasTekno saat menelusuri arena MWC 2016.

5G

Sama seperti tahun sebelumnya, sejumlah pemain utama di industri telekomunikasi berlomba memamerkan perkembangan terbaru di ranah teknologi seluler generasi ke-5 atau 5G, termasuk Qualcomm, Nokia, Ericsson, ZTE, dan SK Telecom.

Oik Yusuf/ Salah satu booth milik operator telekomunikasi di MWC 2016 yang mengedepankan teknologi jaringan 5G

Aneka macam teknologi wireless terbaru dipakai demi menghadirkan kecepatan transfer luar biasa di jaringan 5G, seperti massive MIMO dan Millimeter Wave.

Dengan kecepatan transfer mencapai puluhan gigabit per detik dan latency sangat rendah, jaringan seluler generasi ke-5 ini nantinya tak hanya memungkinkan konsumsi konten berukuran besar seperti virtual reality mobile, namun juga membuka peluang untuk pengembangan skenario penggunaan lain seperti smart city dan smart home yang serba terkoneksi.

Meski sudah ramai dibicarakan di arena MWC, teknologi 5G sendiri sebenarnya belum distandardisasi. Masih perlu waktu beberapa tahun sebelum konsumen bisa menikmati aneka janji 5G.

Badan standardisasi mobile global GSMA selaku inisiator MWC memperkirakan jaringan 5G baru akan mulai digelar pada 2020 mendatang. Untuk sekarang, para pelaku industri mobile masih sibuk bereksperimen dengan teknologi masing-masing.

Virtual reality

Sejumlah pabrikan gadget mengangkat virtual reality (VR) sebagai salah satu tema utama. Teknologi ini diterapkan dalam bentuk headset, kamera, serta konten khusus yang memungkinkan pandangan 360 derajat ke segala arah layaknya di dunia nyata.

Oik Yusuf/ Pengunjung menikmati virtual reality lewat headset dan kursi khusus di booth milik LG

Vendor gadget seperti LG dan Samsung masing-masing memperkenalkan kamera 360 derajat yang bisa dipakai untuk mengambil foto dari segala penjuru. Foto ini kemudian akan “dijahit” secara otomatis oleh gadget berkecepatan tinggi (dalam hal ini smartphone Galaxy S7 dan LG G5) untuk kemudian dinikmati melalui kacamata VR.

Soal kacamata VR, para vendor tak ketinggalan menyediakan fasilitas untuk menjajal teknologi VR buatannya. Supaya lebih terkesan real, headset dipadukan dengan platform “4D” berupa kursi yang akan bergoyang sesuai tampilan VR pada headset.

Samsung dan LG menyajikan VR bertema roller coaster yang ramai diantre oleh pengunjung MWC 2016 yang penasaran. Ada pula SK Telecom yang membawa tema lain dalam bentuk “kapal selam” mini yang mengajak penggunanya menyelam di kedalaman laut.

Oik Yusuf/ Selain headset VR, kamera 360 derajat juga ramai dipertunjukkan di arena MWC 2016, seperti salah satunya dari LG dalam foto ini

VR mobile yang menggunakan smartphone atau gadget lain sebagai perantara utama ramai didengung-dengungkan sebagai tren masa depan oleh para pelaku industri mobile.

CEO Facebook Mark Zuckerberg meramal bahwa VR bakal menjadi evolusi berikutnya di internet setelah teks, foto, dan video. Sementara, Qualcomm mengatakan bahwa chipset high-end buatannya yang tertanam di flagship masa kini memiliki tenaga yang cukup untuk menjalankan VR dengan mulus.

Robot dan drone

Teknologi terkait robot dan drone sebenarnya tak terlalu banyak ditampilkan di arena MWC 2016, tapi tetap saja terdapat beberapa yang menarik.

LG misalnya, menampilkan Rolling Bot, sebuah robot lucu berbentuk bundar yang bisa dikendalikan dari jauh dan dilengkapi kamera untuk keperluan home surveillance.

Oik Yusuf/ Bobot LG Rolling Bot yang berbentuk bundar serta bisa berperan sebagai teman main hewan peliharaan dan home surveillance sekaligus

Rolling Bot juga disebut bisa menjadi “teman ideal” untuk kucing peliharaan karena perangkat unik ini juga dilengkapi dengan laser pointer yang bisa menarik perhaitan hewan berbulu itu.

Pabrikan chip seperti Qualcomm dan Intel turut menampilkan teknologi masing-masing terkait perkembangan drone. Qualcomm mengusung platform Snapdragon Flight yang diklaim bisa mengurangi berat dan ukuran drone dengan menyatukan aneka fungsi ke dalam satu board berbasis Snapdragon 801.

Oik Yusuf/ Salah satu drone dari Intel yang dipamerkan dalam MWC 2016

Sementara, Intel memiliki visi menghubungkan drone dengan jaringan 5G, dipadu pula dengan teknologi Real Sense milik pabrikan ini yang mampu menghindari tabrakan.

Jutaan drone nantinya akan bisa dikendalikan lewat jaringan seluler dan dipakai untuk melakukan banyak hal dalam skenario smart city, seperti mengantar barang, pengawasan, dan lain sebagainya.

Internet of Things

Tak ketinggalan berbagai inovasi terkait Internet of Things (IoT) yang menampilkan berbagai jenis perangkat ikut terhubung ke jaringan internet, mulai dari meteran listrik, kulkas, hingga mobil sport. Beberapa konsep tampak sedikit absurd.

Samsung, misalnya, menampilkan sepatu pintar yang bisa menganalisa gerak langkah kaki pengguna. Ada pula Oral-B yang memiliki sikat gigi pintar dengan sensor lokasi.

Salah satu perkembangan yang banyak mendapat sorotan di bidang ini adalah Narrowband Intenet of Things (NB-IoT) yang hanya membutuhkan daya sangat rendah untuk beroperasi karena hanya mengirim data sesekali saat diperlukan

Oik Yusuf/ Huawei menggarisbawahi implementasi IoT pada konsep Smart City

NB-IoT diproyeksikan bisa dipakai di skenario smart city seperti pengendalian lampu kota, pencarian lokasi parkir untuk para pengemudi kendaraan, serta pemantauan listrik dan air di rumah-rumah pintar.

Kunci dari pengembangan IoT di masa depan adalah ketersediaan jaringan 5G yang bakal menyediakan cakupan lebih menyeluruh dan reliability lebih tinggi dibandingkan teknologi 4G yang ada saat ini.

Zuckerberg dan Hamilton

Dua tokoh terkenal dari bidang berbeda turut meramaikan MWC 2016, yakni pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg serta pembalap F1 dari tim Mercedes, Lewis Hamilton.

Hadir dalam acara peluncuran Galaxy S7 dan sebuah sesi keynote, Zuckerberg membahas berbagai macam hal terkait industri telekomunikasi yang menjadi perhatiannya, mulai dari internet 5G dengan drone dan laser, regulasi OTT, hingga virtual reality.

Oik Yusuf/ Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg berbicara di hadapan pengunjung dalam sesi keynote MWC 2016

Menurut Zuckerberg, jaringan 5G nantinya bakal membuka peluang untuk penggunaan virtual reality di kehidupan sehari-hari para pengguna media sosial.

Teknologi ini memungkinkan pengalaman yang lebih menyeluruh dibanding foto atau video biasa sehingga berbagi momen terasa seolah benar-benar hadir di lokasi.

Oik Yusuf/ Pembalap F1 Lewis Hamilton menengok mobil dari tim Mercedes yang ikut diboyong ke panggung MWC 2016

Di samping itu, Zuckerberg turut menghimbau para pelaku industri telekomunikasi agar tak cuma memajukan internet cepat bagi sebagian orang di negara kaya, melainkan juga mendorong pemerataan internet di bagian-bagian dunia yang belum terhubung ke jaringan global itu.

Adapun Hamilton datang ke lokasi dengan “ditemani” salah satu mobil FI yang dipakainya menjuarai Gran Prix di AS tahun lalu. Dia berbicara soal kemajuan teknologi wireless yang banyak membantu tim Mercedes menangani data dari aneka sensor yang terpasang di mobil.

Peluncuran aneka gadget baru

Selain berfungsi sebagai ajang pamer teknologi terbaru, MWC 2016 juga ramai dimanfaatkan para vendor gadget untuk memperkenalkan produk andalan berikutnya dari dapur masing-masing.

Oik Yusuf/ LG G5, salah satu gadget yang diluncurkan pada MWC 2016

Bahkan sebelum MWC 2016 resmi dimulai, Samsung sudah lebih dulu memperkenalkan duo flagship terbarunya, Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge. Tak mau ketinggalan, LG ikut meluncurkan smartphone G5 berikut aneka gadget pendampingnya seperti kamera 360 derajat dan headset VR.

Sony dan HTC masing-masing memperkenalkan sejumlah handset mid-range, yakni Xperia X dan Xperia A serta Desire 530, Desire 630, dan Desire 825. Ada pula Huawei yang tak meluncurkan smartphone, melainkan tablet baru bernama MateBook yang dilengkapi keyboard lipat dan stylus.

Oik Yusuf/ Vice President Global Xiaomi Hugo Barra memperkenalkan produk andalan baru pabrikan asal China itu, Mi5

Menjelang akhir gelaran MWC 2016, pabrikan gadget asal China, Xiaomi, turut memperkenalkan smartphone high-end terbarunya, Mi5.

Sebagian model smartphone yang diperkenalkan, termasuk LG G5, Samsung Galaxy S7, dan Xiaomi Mi5 mengandalkan chip Snapdragon 820 sebagai dapur pacunya. Prosesor ini dikenal memiliki kinerja tinggi sekaligus konektivitas mumpuni dengan model LTE cat. 12 terintegrasi.

“Taman” Android

MWC 2016 turut menyediakan sejumah area outdoor berisi aneka kafe dan restoran untuk para pengunjung yang ingin melepas penat. Seperti tahun sebelumnya, Google membuka “taman” Android yang menyajikan berbagai hal menarik untuk dicoba.

Oik Yusuf/ Taman Android yang berada di area outdoor antara hall 2 dan hall 3 MWC 2016 ditandai maskot robot hijau

Selain kedai yang menawarkan smoothie gratis, ada area “Androidify Yourself” tempat pengunjung bisa menciptakan karakter Android bikinan sendiri. Karakter Android ini nantinya dicetak menjadi badge holder dan termos air minum yang bisa dibawa pulang.

Oik Yusuf/ Pengunjung meracik karakter Android bikinan sendiri di Taman Android

Oik Yusuf/ Karakter Android ciptaan sendiri di Taman Android bisa dicetak ke tumbler yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung

Di samping itu, area booth dari setiap perusahaan yang menjalankan OS Android di produknya memiliki “maskot” Android. Di sini, pengunjung bisa mengambil sebuah pin  Adroid yang unik untuk setiap perusahaan.

Startup Indonesia

Di antara ribuan perusahaan peserta MWC 2016, ternyata ada satu yang berasal dari Indonesia, yakni startup Clean Messaging besutan Anton Nasser dan R. Ari Sudrajat.

Oik Yusuf/ Clean Messaging menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang hadir di MWC 2016

Startup dua pengembang ini merupakan satu-satunya yang berasal dari Indonesia. Clean Messaging adalah aplikasi filter SMS spam yang secara otomatis akan menyaring SMS berbau promosi, iklan, penipuan, atau phising dari ponsel tempatnya terpasang.

Dengan hadir di MWC 2016, Clean Messaging berharap bisa menjalin kerjasama dengan operator-operator telekomunikasi dan vendor gadget yang banyak hadir di acara tersebut.

Sumber: KOMPAS Tekno

Microsoft Batal Pindahkan Aplikasi Android ke Windows 10

                             Microsoft membatalkan Project Astoria yang mestinya bertujuan memindahkan sejumlah aplikasi Android ke Windows 10.Project Astoria diumumkan dalam konferensi Microsoft Build pada 2015 lalu. Dalam acara yang sama, Microsoft juga mengatakan sedang menjalankan proyek lain bernama Islandwood dengan tujuan memindahkan aplikasi iOS ke Windows 10.

Namun kini, seperti dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Jumat (26/2/2016), raksasa software tersebut merasa kesulitan menjalankan dua proyek dengan tujuan serupa.

Karenanya, mereka memutuskan untuk menghentikan salah satunya. Pilihan pun jatuh ke Project Astoria, sedangkan Project Islandwood tetap dijalankan.

“Kami menerima banyak saran yang mengatakan bahwa menjalankan dua teknologi Bridges untuk memodifikasi kode sistem operasi mobile adalah tindakan sia-sia,” ujar VP Windows Developer Platform Microsoft Kevin Gallo dalam blog resmi Windows.

“Kini kami telah memilih fokus pada Windows Bridge untuk iOS. Pengembang aplikasi yang ingin mendalami masalah Android Bridge ke Windows bisa melihat iOS Bridge ini atau Xamarin sebagai solusi,” imbuhnya.

Selain soal proyek modifikasi koding ini, Microsoft juga baru mengumumkan akuisisi pengembang aplikasi mobile Xamarin.

Langkah akuisisi tersebut bertujuan memudahkan raksasa software membuat coding aplikasi yang dapat dipakai Windows, iOS dan Android tanpa menghilangkan cita rasa asli masing-masing sistem.

Sumber: KOMPAS Tekno

Edit Dokumen di Google Docs Tak Perlu Pakai Keyboard

                             Menjelang akhir tahun 2015 lalu, Google merilis sebuah fitur menarik di aplikasi perkantoran Docs yang terintegrasi di layanan Google Drive. Fitur yang disebut sebagai Voice Typing itu mengizinkan pengguna untuk mengetik dengan menggunakan suara (dictation).

Beberapa bulan setelanya, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Venture Beat, Jumat (26/2/2016), Google menambah kemampuan voice dictation sehingga kini bisa digunakan untuk menyunting (editing) dokumen secara langsung dengan suara pengguna. 

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan perintah suara untuk melakukan hal-hal seperti “select all”, “select line”, “bold”, “make bigger”, “increase indent”, “copy”, “paste”, “go to next page”, dan “insert page break”.

Untuk mengetahui daftar lengkap daftar suara tersebut, silahkan kunjungi tautan berikut.

“Kami merilis pengetikan suara di Google Docs untuk membantu Anda merekam ide, membuat suara, atau bahkan menulis novel hebat berikutnya — semua tanpa harus membuat Anda menyentuh keyboard. Mulai hari ini, Anda juga bisa meyunting dan memformat dokumen dengan suara,” ujar Google Product Manager, Isaiah Greene.

Google tampak terus mempersenjatai Google Docs dengan berbagai fitur menarik. Pada bulan September lalu, selain dictation, raksasa internet ini juga memperkenalkan fitur Research.

Menggunakan fitur tersebut, pengguna bisa melakukan pencarian langsung dari Google Docs. Artinya, pengguna sudah tidak perlu lagi berpindah aplikasi ke layanan Google Search untuk melakukan hal tersebut.

Update ini bisa ditemukan di Google Drive versi desktop dan perangkat berbasis Android.

Sumber: KOMPAS Tekno

Mencoba Kamera “Virtual Reality” Samsung Gear 360

                            BARCELONA,  Bersamaan dengan peluncuran duet flagship Galaxy S7 dan S7 Edge, Samsung juga memperkenalkan kamera portabel bertajuk "Gear 360". 

Kamera tersebut mampu membidik dan merekam konten visual 360 derajat atau multi-angle. Alhasil, ketika menyaksikan sebuah video, pengguna bakal merasa benar-benar hadir di suatu tempat atau kejadian.

Hal ini seakan menegaskan keseriusan Samsung memperkuat ekosistem realitas virtual atau kerap disebut virtual reality (VR). Sebelumnya, Samsung juga sudah membuat kacamata pintar “Gear VR” untuk mengakses konten 360.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360

KompasTekno menghadiri langsung acara peluncuran Gear 360 beberapa hari lalu di Barcelona, Spanyol, beriringan dengan ajang MWC 2016. Kesempatan untuk menjajal kamera berlensa ganda tersebut pun tak dilewatkan. Ikuti hasil penelusurannya berikut ini.

Desain seperti bola

Gear 360 tak ubahnya bola mata jika hanya dipandang dari sisi bentuk. Ukurannya pas digenggam tangan orang dewasa, dengan berat sekitar 153 gram.

Berwarna putih, sisi depan dan belakang kamera dipatrikan lensa fish-eye dengan bukaan (diafragma) f/2.0 dan sensor dengan resolusi masing-masing 15 megapiksel.

Pada pucuk kamera, melekat tombol bulat berwarna hitam dengan titik merah di dalamnya untuk merekam video. Di bawah tombol, pengguna akan menemukan layar kecil berukuran 0,5 inci dari jenis PMOLED.

Layar itu menampilkan status perekaman, sehingga pengguna tak perlu melulu menilik ke layar smartphone ketika merekam sesuatu.

Di sisi kiri, terpatri dua tombol untuk navigasi kamera. Ada tombol “Bluetooth” untuk menyambungkan kamera dengan perangkat lainnya semisal smartphone, Ada juga tombol “Back” untuk mengendalikan alat perekam gambar ini.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360
Berbalik ke sisi kanan, tertera logo “Samsung” yang landasannya bisa dibuka. Di dalamnya sudah ada baterai 1.350 mAh, slot microSD yang bisa menampung kartu berkapasitas hingga 128 GB, serta port USB standar 2.0.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360

Gear 360 ditopang tripod bawaan sebagai dudukan kamera. Tiga kaki itu bisa dibuka dan ditutup, sesuai kebutuhan pengoperasian. Tripod bawaan juga bisa dicopot dan diganti aneka tripod kamera lain yang beredar di pasaran.

Pengoperasian

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360

Perlu dicatat, Gear 360 hanya kompatibel dengan perangkat flagship Samsung. Selain Galaxy S7 dan S7 Edge termutakhir, kamera tersebut juga bisa disinkronkan dengan trio Galaxy S6 (regular, Edge, Edge+), serta Galaxy Note 5.

Sebelum memulai petualangan dengan Gear 360, pengguna harus mengunduh aplikasi “Gear 360 Manager” dari toko aplikasi Google Play Store. Selanjutnya, cukup hubungkan ponsel dan Gear 360 menggunakan Bluetooth.

Untuk pembidikan, gabungan dua lensa menghasilkan foto berkualitas 30 megapiksel (gabungan sensor 15 megapiksel dari masing-masing lensa). Sementara pada mode perekaman, kamera akan menghasilkan video beresolusi 4K (3.840 x 1.920).

Jika pengguna hanya ingin mengaktifkan satu kamera (single-camera) hal itu dimungkinkan lewat penyetelan pada smartphone. Selanjutnya, hasil foto atau video akan berformat fish-eye.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360

Ada beberapa mode lain yang bisa digunakan selain pembidikan dan perekaman standar, yakni “time lapse” dan “video looping”. Mode pertama memungkinkan hasil perekaman video bertempo cepat. Misalnya saat akan merekam matahari terbenam atau pergerakan awan, mode ini akan menghasilkan konten visual yang apik.

Selanjutnya, video looping memungkinkan pengulangan pada scene tertentu. Pada beberapa kondisi, mode looping akan membuat konten video lebih hidup dan berwarna.

Fatimah Kartini Bohang Samsung Gear 360

Setelah merekam atau menjepret, pengguna bisa melihat hasil video untuk kemudian ditransfer ke galeri ponsel.

Dari pantauan singkat KompasTekno, hasil foto Gear 360 bisa dibilang standar jika dibandingkan hasil kamera 360 lainnya yang beredar di pasaran. Pun begitu, ekosistem yang diciptakan Samsung terhitung sudah mapan ( mencakup smartphone flagship, Gear 360, Gear VR).

Meski, bukan Samsung satu-satunya yang memiliki visi serupa. Berbarengan dengan Samsung, LG juga memperkenalkan smartphone andalan G5, diikuti ekosistem VR lengkap, yakni kacamata “LG 360 VR” dan kamera “LG 360 Cam”.

Samsung belum membeberkan lebih lanjut ketersediaan Gear 360 di pasaran. Harganya juga belum diungkap.

Sumber: KOMPAS Tekno

Tahun Kabisat, Kelinci Google “Melompat” ke Dalam Doodle

                             Hari ini, Senin (29/2/2016), umat manusia kembali dihadapkan pada tahun kabisat. Bagi yang lahir 29 Februari, akhirnya bisa kembali merayakan ulang tahun setelah 2012 silam. Ya, 29 Februari memang lumrahnya cuma "nyempil" tiap empat tahun sekali. Tahun lalu dan tahun depan, Februari hanya punya 28 hari. Google mengilustrasikannya lewat sebuah doodle yang terpampang di mesin pencari. 

Ceritanya, ada dua kelinci sedang tertidur. Masing-masing memiliki nomor “28” (Februari) dan “1” (Maret). Lalu tiba-tiba ada kelinci lain bernonor “29” (Februari) melompat dari luar doodle dan menyempil di antara kedua kawannya sebagai simbolisasi tambahan hari di tahun kabisat.

Entah kenapa kelinci dijadikan sebagai perwakilan. Jika mengacu pada penanggalan China, tahun ini seharusnya jadi tahunnya monyet.

Pada situs Google Doodle, tak dijelaskan secara spesifik terkait dalihnya. Yang jelas, doodle tersebut dibuat oleh doodler kawakan Olivia Huynh.

Huynh memang kerap membuat doodle untuk Google pada hari-hari istimewa. Di antaranya doodle untuk “Halloween”, “Valentine”, “Hari Ibu”, dan “Imlek”.

Lompatan sang kelinci sendiri merupakan perlambang dari istilah tahun kabisat dalam bahasa Inggris, yakni leap year.

Sumber: KOMPAS Tekno

Buat Apa Sih Internet 5G?

                            BARCELONA,  “5G itu bukan cuma soal kecepatan saja,” tegas EVP sekaligus CTO Qualcomm, Matt Grob, ketika berbicara dalam sesi keynote 5G di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016, Barcelona, Spanyol, minggu lalu. Menurut dia, teknologi seluler generasi ke-5 tersebut nantinya memang akan menghadirkan kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang dari jaringan 4G yang ada saat ini, mencapai puluhan gigabit per detik. 

Tapi lebih dari itu, 5G juga akan membuka aneka kemungkinan lain terkait pemanfaatan jaringan seluler di industri telekomunikasi.

“Tiga pilar Qualcomm terkait pemanfaatan jaringan 5G ini adalah enhanced mobile broadband, mission critical services, dan massive internet of things,” imbuh Grob di hadapan media yang hadir, termasuk jurnalis KompasTekno, Oik Yusuf.

Dari sisi konsumen, lanjutnya, kecepatan broadband 5G akan menghadirkan era virtual reality and augmented reality, di mana pengguna bisa langsung merasakan pengalaman memasuki dunia virtual langsung dari handset tanpa perlu terhubung ke jaringan internet kabel.

Soal IoT, jaringan 5G akan membantu perwujudan konsep smart city dan smart home dengan coverage yang lebih merata dan kecepatan transfer data tinggi. Mobil-mobil otomatis bakal terhubung dengan pusat data dan aneka sensor yang tersebar di segala penjuru kota.

Lalu, keamanan tinggi dipadu dengan latency yang rendah dari jaringan 5G disebut Grob akan memungkinkan aneka skenario lain terkait mission critical services atau layanan yang membutuhkan reliability tinggi seperti mobil otomatis tadi.

“Ini tak hanya berlaku untuk industri saja, namun bisa juga di bidang medis seperti konsultasi antara dokter dan pasien, hingga balapan drone dan real time control. Kita akan punya itu semua,” katanya.

Robot 5G

Senada dengan Grob, CTO SK Telecom Alex Choi berpendapat bahwa era 5G nanti akan didominasi oleh para pemain di bidang data, IoT, dan Media Player.

“Dulu saat era 3G yang berjaya adalah operator dan vendor. Saat kebangkitan smartphone beralih ke OTT, nanti situasinya akan beda lagi saat era 5G,” ujar Choi dalam kesempatan yang sama.

Seperti Qualcomm, SK Telecom fokus mengembangkan 5G untuk keperluan mission critical, machine communications, dan hal-hal terkait virtual reality dan kendali robot dari jarak jauh.

Virtual reality, menurut Choi, adalah salah satu use case paling menarik dari jaringan 5G dibandingkan teknologi 4G sebelumnya. Dengan virtual reality di 5G, orang-orang dari berbagai tempat berbeda bakal bisa saling bekerjasama seolah benar-benar hadir di lokasi yang sama.

“Soal robot, latency jaringan 5G yang rendah memungkinkan robot menggantikan manusia di kasus-kasus berbahaya seperti pemadam kebakaran,” tambah Choi.

Saat ini standar teknologi 5G masih belum ditetapkan. Para pelaku industri telekomunikasi masih berkesperimen dengan teknologi masing-masing.

(BACA JUGA: Qualcomm: Kami Akan Pimpin Transisi 5G)

SK Telecom, misalnya, menggunakan frekuensi 6 GHz untuk mencapai kecepatan transfer hingga 9,5 gigabit per detik.  Sementara, Qualcomm mengembangkan mobile broadband dengan teknologi millimeter wave, massive MIMO, dan carrier agregation untuk mewujudkan bandwidth yang lebih besar.

Butuh waktu beberapa tahun lagi sebelum jaringan 5G bisa mulai digelar. Pihak Qualcomm menargetkan akan mulai menggelar uji lapangan pada 2018, sementara layanan resmi diperkirakan baru mulai tersedia pada 2020.

Sumber: KOMPAS Tekno

Akhir 2016, Pengguna BlackBerry Tidak Bisa WhatsApp-an Lagi

                             Penyedia layanan pesan instan WhatsApp mengumumkan akan menarik dukungannya dari 5 sistem operasi mobile, termasuk BlackBerry dan BlackBerry 10 pada akhir 2016 ini.Hal tersebut diungkap oleh WhatsApp dalam postingan di blog resminya yang diunggah pada Jumat (26/2/2016) lalu. Adapun sistem operasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Nokia S40,
Nokia Symbian S60,
Windows Phone 7.1,

Android 2.1 dan Android 2.2, dan
BlackBerry (termasuk BlackBerry 10)

Menurut WhatsApp, hal itu dilakukan karena pihaknya ingin fokus ke platform mobile yang masih banyak dipakai saja.

“Sistem operasi tersebut telah menjadi bagian penting sejarah kami, namun mereka tidak memiliki kemampuan yang bisa membuat kami berkembang di masa mendatang,” demikian tulis WhatsApp.

WhatsApp pun menyarankan jika masih ada pengguna peranti mobile dengan sistem operasi di atas, maka sebaiknya beralih ke peranti Android, iPhone atau Windows Phone terbaru sebelum akhir 2016.

Pengguna OS BlackBerry sendiri pada akhir 2015 lalu memang semakin mengecil. Survey comScore MobiLens menyebut pengguna BlackBerry per Desember 2015 lalu tinggal 0,9 persen saja.

Bahkan menurut survey Strategy Analytics, BlackBerry telah kalah pamor dari OS Tizen, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Samsung itu kini menjadi OS terpopuler ke-4 di dunia setelah Android, iOS, dan Windows Phone.

Sumber: KOMPAS Tekno

Kiddle, Mesin Pencari Internet yang Ramah Anak

                             Kini, hadir situs mesin pencari internet yang khusus dibuat untuk anak-anak. Situs baru tersebut dinamakan Kiddle.co.Situs tersebut mengklaim dirinya ditenagai dan didukung oleh Google. Beberapa teknologi di balik situs ini menggunakan produk yang dikembangkan raksasa internet tersebut.

Karena didesain khusus untuk anak-anak, maka situs Kiddle memiliki desain yang berbeda dari situs pencarian lain, seperti Google, Yahoo atau Bing.

Desain yang “imut”

Kiddle tampil dengan desain yang “imut” agar lebih menarik perhatian anak-anak. Tak seperti desain polos berwarna putih ala Google, Kiddle memiliki gambar latar bertemakan luar angkasa dengan warna yang cerah. Terdapat juga hiasan gambar planet dan karakter robot di bawah kotak pencarian.

Cara penggunaan situs Kiddle sama dengan search engine Google. Si anak tinggal memasukkan kata kunci di kolom pencarian. Ada empat kategori pencarian yang bisa dilakukan, yakni situs web, gambar, berita, dan video.

Ditujukan untuk anak-anak, tentunya hasil pencarian Kiddle harus memiliki konten yang aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, Kiddle dilengkapi dengan teknologi buatan Google, Safe Search.

Selain itu, Kiddle juga dilengkapi sebuah tim editor untuk mengurasi konten pencarian khusus bagi anak.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari TechTimes, Minggu (28/2/2016), nantinya hasil pencarian pertama hingga ketiga akan termasuk situs yang aman dan khusus ditulis secara spesifik untuk anak-anak. Hasil pencarian itu merupakan hasil kurasi dan sudah diperiksa langsung oleh tim editor Kiddle.

Kemudian, hasil pencarian keempat hingga tujuh akan memiliki gaya penulisan yang sedikit lebih dewasa, tetapi dianggap dapat mudah dimengerti oleh anak-anak. Hasil pencarian ini juga dikurasi langsung oleh tim Kiddle.

Saring konten dewasa

Sementara itu, hasil pencarian delapan hingga seterusnya memiliki gaya penulisan untuk orang dewasa, tetapi tetap sudah disaring oleh teknologi Google Safe Search. Hasil pencarian ini tentunya lebih sulit dimengerti oleh anak-anak.

Konten-konten dewasa, seperti gosip tentang satu artis hingga akun resmi dari jejaring sosial tidak akan ditampilkan. Melainkan, anak-anak hanya akan mendapatkan biografi yang tentunya aman untuk dikonsumsi mengenai artis tersebut.

“Karena hasil pencarian Kiddle dipilih dan diperiksa langsung oleh editor kami atau disaring dengan Google safe search, anak Anda akan mendapatkan hasil yang berorientasi kepada anak tanpa ada konten eksplisit,” tulis pihak Kiddle dalam situs resminya.

Orang tua juga bisa ikut berkontribusi dalam pemblokiran sebuah kata yang tidak aman untuk anak dengan memasukkan kata tersebut melalui formulir digital. Permohonan pemblokiran sebuah situs tertentu juga dimungkinkan.

Mesin pencari ini diklaim tidak mengumpulkan informasi personal dari si anak. Logs dari situs ini pun bakal dihapus setiap 24 jam.

Sumber: KOMPAS Tekno