Fedora 22 Kemungkinan Ditunda Rilisnya

Dari hasil meeting Go/No-Go Fedora 22 hari ini, didapati keputusan bahwa sebagian besar para developer dari Fedora Linux tidak setuju versi final Fedora 22 dirilis segera. Fedora 22 sendiri sudah seminggu telat dari jadwal rilis yang diumumkan jauh-jauh hari.

Tanggal rilis Fedora 22 Final menurut Wiki adalah 26 Mei (selasa minggu depan). Karena masih saja ada beberapa bug yang tidak mungkin ditolerir, tampaknya kehadiran Fedora 22 Final akan (kembali) tertunda, seminggu atau dua minggu ke depan. Continue reading Fedora 22 Kemungkinan Ditunda Rilisnya

Fedora 22 Bersiap Diri Dirilis 19 Mei

Om Dennis Gilmore baru saja mengumumkan versi Beta dari Fedora 22 yang menandai langkah penting dalam pengembangan distro komunitas Red Hat Linux itu.

Tahap Beta berarti tahap persiapan terakhir dari Fedora Project untuk menahan diri menambahkan fitur dan paket software baru. Mereka akan berfokus untuk melakukan perbaikan dan pengayaan distro yang mereka kembangkan, sampai pada tahap RC dan Final nanti. Continue reading Fedora 22 Bersiap Diri Dirilis 19 Mei

Inilah Beberapa Proposal Fitur Fedora 22!

Setelah sukses menarik perhatian beberapa pemerhati Linux dengan Fedora 21-nya, Fedora Project mulai membuka kran ide dan proposal pengembangan Fedora 22 yang akan datang.

Sudah ada beberapa proposal yang masuk dan sedang menjalani proses pendalaman dan persetujuan dari Fedora Engineering dan Steering Comitee Fedora. Fitur-fitur itu antara lain:

– Default console yang baru dengan font eurlatgr
– Pengetatan paket software dengan metode position-independent code (PIC)
– Upgrade stack Ruby ke versi 2.2
– Upgrade Lohit ke versi Lohit2
– Upgrade compiler Haskell GHC ke versi 7.8

Dari beberapa fitur tersebut, mana yang akan direalisasikan dalam Fedora 22 yang akan hadir sekitar Mei 2015 nanti?

Sumber: Phoronix

Fedora Berencana Tidak Lagi Menggunakan YUM

Red Hat Developers sedang mempersiapkan satu perubahan besar yang akan dilakukan pada Fedora 22 nanti, salah satunya adalah mengganti tool Yum.

Ya, Yum barangkali adalah tool yang sangat mendasar dan pasti dijalankan di Fedora dan berbagai sistem operasi yang berbasis pada Fedora. Yum nantinya akan diganti oleh forknya, DNF yang dikembangkan juga oleh para developer Fedora.

“Perubahan ini akan sangat tidak berasa bagi para user yang menggunakan tool paket manajemen berbasis grafis. Bagi beberapa orang yang menggunakan command line akan mendapati beberapa perbedaan, namun hampir semua sintaks operasional dari DNF mirip dengan milik YUM”

“Pekerjaan besar dari perubahan ini sudah selesai. Beberapa plugin dan API masih butuh ditambahkan. Implementasi payload bagi Anaconda Installer masih membutuhkan testing, mungkin Fedora Test Day adalah waktu yang tepat.” Tukas Jaroslav Reznik, salah satu developer Red Hat.