Ketum PBNU Lepas Kirab Hari Santri 22 Oktober

document.cookie=”kentopvc_14074=yes”;

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kirab #HariSantri22Oktober - 5Kirab #HariSantri22Oktober - 4Pembukaan Kirab Sambut #HariSantri22Oktober - (Minggu, 18-10-2015)Kirab #HariSantri22Oktober - 3Kirab #HariSantri22Oktober - 2Kirab #HariSantri22Oktober - 1Para Santri Turun Ke Jalan Meramaikan Hari SantriPara Santri Turun Ke Jalan Meramaikan Hari Santri 00Para Santri Lamongan Turun Ke Jalan Meramaikan Hari Santri

var metaslider_14080 = function($) { $(‘#metaslider_14080’).nivoSlider({ boxCols:7, boxRows:5, pauseTime:3000, effect:”fade”, controlNav:false, directionNav:true, pauseOnHover:true, animSpeed:600, prevText:”<“, nextText:”>”, slices:15, manualAdvance:false }); }; var timer_metaslider_14080 = function() { var slider = !window.jQuery ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 100) : !jQuery.isReady ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 1) : metaslider_14080(window.jQuery); }; timer_metaslider_14080();

SURABAYA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melepas kirab Hari Santri Nasional (KHSN) dari pelataran Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu.

Acara yang diawali dengan jalan sehat seribu santri bertajuk “Sarung Fun Run” dari Kantor PCNU Jalan Bubutan ke Tugu Pahlawan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dan Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zain.

Selain itu, hadir pula jajaran Syuriah PWNU Jatim yakni KH Agoes Ali Masyhuri, KH Jazuli Noor, dan KH Abdurrahman Navis, lalu Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, dan Ketua Panitia KHSN Jatim H Halim Iskandar yang memimpin jalan sehat dari Kantor PCNU Surabaya ke Tugu Pahlawan.

“Ini (KHSN) bukan riya (pamer), tapi penghormatan kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari dan para ulama lainnya yang menetapkan ‘Resolusi Jihad’ yang berisi bahwa membela Tanah Air itu fardhu ain (kewajiban individual),” kata Said Aqil.

Menurut dia, Resolusi Jihad itulah yang melahirkan “intifadhah” (pengeroyokan atau penyerangan secara massal) oleh masyarakat terhadap Tentara Sekutu (NICA).

“Resolusi Jihad itu sendiri lahir atas permintaan Presiden Soekarno yang mengirim utusan ke Pesantren Tebuireng untuk meminta Kiai Hasyim Asyari bersama para ulama menggerakkan masyarakat untuk melawan NICA,” katanya.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari selaku Rais Akbar PBNU mengajak para ulama berkumpul di Kantor PBNU yang sekarang merupakan Kantor PCNU di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, sehingga lahirlah resolusi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Jadi, Pertempuran 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan itu merupakan perlawanan tanpa komando, melainkan bermodal fatwa Jihad fi-Sabilillah,” katanya.

Namun, perlawanan itu dipimpin secara teknis oleh KH Wahab Chasbullah sebagai pelaksana yang bermarkas di Waru (Sidoarjo) dengan dukungan KH Masykur dari Malang dan KH Abbas dari Cirebon.

“Hasilnya, rakyat menang, bahkan pimpinan Tentara Sekutu Brigjen Mallaby pun tewas. Dalam film Sang Kiai disebutkan bahwa Brigjen Mallaby tewas karena mobilnya dilempari bom oleh santri Tebuireng bernama Harun,” katanya.

Oleh karena itu, penetapan Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada setiap tanggal 22 Oktober merupakan pengakuan pada perjuangan para kiai.

“Tanpa KH Hasyim Asyari dan para santri, maka Resolusi Jihad takkan pernah ada. Tanpa Resolusi Jihad, maka Pertempuran 10 November takkan terjadi. Tanpa Pertempuran 10 November, maka kemerdekaan takkan pernah tercapai,” katanya.

Acara pelepasan kirab itu diawali dengan penyerahan Panji-Panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab yang membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, 18-22 Oktober. (Sumber: AntaraNews)

1083 Total Kunjungan 21 Kunjungan Hari ini
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sumber arrahmah.co.id

Ketum PBNU Lepas Kirab Hari Santri 22 Oktober

document.cookie=”kentopvc_14074=yes”;

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kirab #HariSantri22Oktober - 5Kirab #HariSantri22Oktober - 4Pembukaan Kirab Sambut #HariSantri22Oktober - (Minggu, 18-10-2015)Kirab #HariSantri22Oktober - 3Kirab #HariSantri22Oktober - 2Kirab #HariSantri22Oktober - 1Para Santri Turun Ke Jalan Meramaikan Hari SantriPara Santri Turun Ke Jalan Meramaikan Hari Santri 00Para Santri Lamongan Turun Ke Jalan Meramaikan Hari Santri

var metaslider_14080 = function($) { $(‘#metaslider_14080’).nivoSlider({ boxCols:7, boxRows:5, pauseTime:3000, effect:”fade”, controlNav:false, directionNav:true, pauseOnHover:true, animSpeed:600, prevText:”<“, nextText:”>”, slices:15, manualAdvance:false }); }; var timer_metaslider_14080 = function() { var slider = !window.jQuery ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 100) : !jQuery.isReady ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 1) : metaslider_14080(window.jQuery); }; timer_metaslider_14080();

SURABAYA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melepas kirab Hari Santri Nasional (KHSN) dari pelataran Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu.

Acara yang diawali dengan jalan sehat seribu santri bertajuk “Sarung Fun Run” dari Kantor PCNU Jalan Bubutan ke Tugu Pahlawan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dan Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zain.

Selain itu, hadir pula jajaran Syuriah PWNU Jatim yakni KH Agoes Ali Masyhuri, KH Jazuli Noor, dan KH Abdurrahman Navis, lalu Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, dan Ketua Panitia KHSN Jatim H Halim Iskandar yang memimpin jalan sehat dari Kantor PCNU Surabaya ke Tugu Pahlawan.

“Ini (KHSN) bukan riya (pamer), tapi penghormatan kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari dan para ulama lainnya yang menetapkan ‘Resolusi Jihad’ yang berisi bahwa membela Tanah Air itu fardhu ain (kewajiban individual),” kata Said Aqil.

Menurut dia, Resolusi Jihad itulah yang melahirkan “intifadhah” (pengeroyokan atau penyerangan secara massal) oleh masyarakat terhadap Tentara Sekutu (NICA).

“Resolusi Jihad itu sendiri lahir atas permintaan Presiden Soekarno yang mengirim utusan ke Pesantren Tebuireng untuk meminta Kiai Hasyim Asyari bersama para ulama menggerakkan masyarakat untuk melawan NICA,” katanya.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari selaku Rais Akbar PBNU mengajak para ulama berkumpul di Kantor PBNU yang sekarang merupakan Kantor PCNU di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, sehingga lahirlah resolusi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Jadi, Pertempuran 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan itu merupakan perlawanan tanpa komando, melainkan bermodal fatwa Jihad fi-Sabilillah,” katanya.

Namun, perlawanan itu dipimpin secara teknis oleh KH Wahab Chasbullah sebagai pelaksana yang bermarkas di Waru (Sidoarjo) dengan dukungan KH Masykur dari Malang dan KH Abbas dari Cirebon.

“Hasilnya, rakyat menang, bahkan pimpinan Tentara Sekutu Brigjen Mallaby pun tewas. Dalam film Sang Kiai disebutkan bahwa Brigjen Mallaby tewas karena mobilnya dilempari bom oleh santri Tebuireng bernama Harun,” katanya.

Oleh karena itu, penetapan Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada setiap tanggal 22 Oktober merupakan pengakuan pada perjuangan para kiai.

“Tanpa KH Hasyim Asyari dan para santri, maka Resolusi Jihad takkan pernah ada. Tanpa Resolusi Jihad, maka Pertempuran 10 November takkan terjadi. Tanpa Pertempuran 10 November, maka kemerdekaan takkan pernah tercapai,” katanya.

Acara pelepasan kirab itu diawali dengan penyerahan Panji-Panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab yang membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, 18-22 Oktober. (Sumber: AntaraNews)

1083 Total Kunjungan 21 Kunjungan Hari ini
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sumber arrahmah.co.id

Profesional Aswaja Gelar Kontes Blog Muslim Teladani Sumpah Pemuda

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kontes Blog Muslim - PPM Aswaja
Kontes Blog Muslim – PPM Aswaja

JAKARTA, ARRAHMAH – Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunnah wal Jama’ah (PPM Aswaja) kembali menggelar “Kontes Blog MProfesional Aswaja Gelar Kontes Blog Muslim Teladani Sumpah Pemudauslim.

Kontes Blog Muslim ke-4 ini mengambil tema “Rasa Syukur Hidup Nikmat di Nusantara dari Perspektif Remaja dan Pemuda” meneladani semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi menjelaskan, kontes blog kali ini ditujukan untuk membangkitkan optimisme kaum muda atas kenikmatan hidup di bumi Nusantara. Berbeda dengan berbagai negara di Jazirah Arab yang sedang dilanda konflik, umat Islam di Indonesia bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan berbagai ras, suku dan agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kita tidak bisa memungkiri, kenikmatan hidup di Nusantara yang kita rasakan hari ini berasal dari sumbangsih para pendiri bangsa. Termasuk para ulama nusantara yang konsisten menjaga fondasi kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur pria yang akrab disapa Cak Usma ini.

Karena itu, lanjut dia, PPM Aswaja ingin mendorong generasi muda Indonesia memiliki niat, optimisme, tekad kuat, dan aktivitas yang berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

“Berbekal warisan semangat leluhur dan para pendiri bangsa, kontes blog ini diharapkan dapat melahirkan optimisme bangsa Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang menjadi mercusuar dunia yang relijius dan tidak terkotak-kotak oleh konflik sektarian dan agama”, ungkap pria kelahiran Semarang ini.

Kontes blog ini terbuka untuk umum dan digelar mulai 28 Oktober 2015 hingga 28 Januari 2016. Peserta dapat mengirimkan karya dalam bentuk tulisan pendek maksimal 1.000 kata dan video singkat maksimum 3 menit.

“Panitia menyediakan hadiah total Rp 10 juta untuk tiga karya terbaik dan karya favorit. Juga sepuluh hadiah hiburan bagi karya terpilih lainnya, biasanya kami akan menambahkan besaran hadiah di tengah kompetisi untuk memberikan reward lebih kepada peserta,” lanjutnya.

Adapun jadwal Kontes Blog Muslim ini adalah sebagai berikut:

28 Oktober 2015-28 Januari 2016​ : ​Pengiriman dan Seleksi Awal Materi Blog

1-15 Februari 2016 ​: ​Penilaian Tahap ke-1 untuk Menyaring 30 Besar

16-28 Februari 2016 ​: ​Penilaian Tahap ke-2 untuk Menyaring 10 Besar

1-15 Maret 2016 ​: ​Penilaian Final

16-31 Maret 2016 ​ : ​Pengumuman Pemenang

1-15 April 2016 ​: ​Penyerahan Hadiah

Lomba Kontes blog muslim ke-4 kali ini didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, MUI, dan PBNU.

Info selengkapnya dapat dilihat di kontesblogmuslim.com atau www.ppmaswaja.org.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sumber arrahmah.co.id

Ketum PBNU Lepas Kirab Hari Santri 22 Oktober

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kirab #HariSantri22Oktober - 5Kirab #HariSantri22Oktober - 4Kirab #HariSantri22Oktober - 3Kirab #HariSantri22Oktober - 2Kirab #HariSantri22Oktober - 1

var metaslider_14080 = function($) { $(‘#metaslider_14080’).nivoSlider({ boxCols:7, boxRows:5, pauseTime:3000, effect:”fade”, controlNav:false, directionNav:true, pauseOnHover:true, animSpeed:600, prevText:”<“, nextText:”>”, slices:15, manualAdvance:false }); }; var timer_metaslider_14080 = function() { var slider = !window.jQuery ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 100) : !jQuery.isReady ? window.setTimeout(timer_metaslider_14080, 1) : metaslider_14080(window.jQuery); }; timer_metaslider_14080();

SURABAYA – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melepas kirab Hari Santri Nasional (KHSN) dari pelataran Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu.

Acara yang diawali dengan jalan sehat seribu santri bertajuk “Sarung Fun Run” dari Kantor PCNU Jalan Bubutan ke Tugu Pahlawan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dan Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zain.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu, hadir pula jajaran Syuriah PWNU Jatim yakni KH Agoes Ali Masyhuri, KH Jazuli Noor, dan KH Abdurrahman Navis, lalu Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, dan Ketua Panitia KHSN Jatim H Halim Iskandar yang memimpin jalan sehat dari Kantor PCNU Surabaya ke Tugu Pahlawan.

“Ini (KHSN) bukan riya (pamer), tapi penghormatan kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari dan para ulama lainnya yang menetapkan ‘Resolusi Jihad’ yang berisi bahwa membela Tanah Air itu fardhu ain (kewajiban individual),” kata Said Aqil.

Menurut dia, Resolusi Jihad itulah yang melahirkan “intifadhah” (pengeroyokan atau penyerangan secara massal) oleh masyarakat terhadap Tentara Sekutu (NICA).

“Resolusi Jihad itu sendiri lahir atas permintaan Presiden Soekarno yang mengirim utusan ke Pesantren Tebuireng untuk meminta Kiai Hasyim Asyari bersama para ulama menggerakkan masyarakat untuk melawan NICA,” katanya.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari selaku Rais Akbar PBNU mengajak para ulama berkumpul di Kantor PBNU yang sekarang merupakan Kantor PCNU di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, sehingga lahirlah resolusi.

“Jadi, Pertempuran 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan itu merupakan perlawanan tanpa komando, melainkan bermodal fatwa Jihad fi-Sabilillah,” katanya.

Namun, perlawanan itu dipimpin secara teknis oleh KH Wahab Chasbullah sebagai pelaksana yang bermarkas di Waru (Sidoarjo) dengan dukungan KH Masykur dari Malang dan KH Abbas dari Cirebon.

“Hasilnya, rakyat menang, bahkan pimpinan Tentara Sekutu Brigjen Mallaby pun tewas. Dalam film Sang Kiai disebutkan bahwa Brigjen Mallaby tewas karena mobilnya dilempari bom oleh santri Tebuireng bernama Harun,” katanya.

Oleh karena itu, penetapan Hari Santri Nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada setiap tanggal 22 Oktober merupakan pengakuan pada perjuangan para kiai.

“Tanpa KH Hasyim Asyari dan para santri, maka Resolusi Jihad takkan pernah ada. Tanpa Resolusi Jihad, maka Pertempuran 10 November takkan terjadi. Tanpa Pertempuran 10 November, maka kemerdekaan takkan pernah tercapai,” katanya.

Acara pelepasan kirab itu diawali dengan penyerahan Panji-Panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab yang membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, 18-22 Oktober. (Sumber: AntaraNews)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sumber arrahmah.co.id