Inilah 5 CMS berbasis Laravel, SIAP PAKAI!

Inilah 5 CMS (Contenct Management System) yang dikembangkan dengan basis Laravel. Semuanya siap dipakai, beberapa diantaranya bersifat opensource dan punya dukungan Premium (berbayar).

Berikut adalah daftarnya:

Statamic

Statamic adalah CMS berbasis Laravel dengan kombinasi Vue.js sebagai control panelnya. Sebagai developer kalian bisa membangun, mengonfigurasi dan melakukan manajemen apapun menggunakan code editor. Continue reading Inilah 5 CMS berbasis Laravel, SIAP PAKAI!

Cara Membuat Visitor Counter di Laravel dengan Laravel Visits

Pada tutorial kali ini kita akan membuat counter pengunjung website yang menggunakan Laravel sebagai framework CMS-nya. Library yang kita gunakan adalah Laravel Visits yang dibuat oleh awssat, di Github. Laravel Visits menyimpan statistik yang diolah dan direkamnya pada database Redis. Jadi wajib server sampeyan sudah terpasang Redis.

Untuk fitur dari Laravel Visits ini antara lain:

  • model item yang bisa disesuaikan dengan kunjungan yang direkam menggunakan tag-tag khusus
  • tidak terbatas pada satu model counter,
  • rekam per visitor dan tidak melulu menggunakan deteksi ip address

Instalasi

Untuk instalasinya sendiri, sudah mendukung penggunaan Composer. Jadi tinggal ketik saja perintah

composer require awssat/laravel-visits

Konfigurasi Database Redis

Bagi yang sudah biasa konfigurasi Redis, silakan dilewati saja gan. Sampeyan terusin baca yang lain saja.

Buka file config/database.php. Disana ada satu bagian khusus untuk konfigurasi Redis. Nah, otak-atik disitu saja, sesuaikan dengan konfigurasi masing-masing.

'redis' => [

    'client' => 'predis',

    'default' => [
        'host' => env('REDIS_HOST', 'localhost'),
        'password' => env('REDIS_PASSWORD', null),
        'port' => env('REDIS_PORT', 6379),
        'database' => 0,
    ],

],

tambahkan koneksi Redis baru:

'laravel-visits' => [
            'host' => env('REDIS_HOST', '127.0.0.1'),
            'password' => env('REDIS_PASSWORD', null),
            'port' => env('REDIS_PORT', 6379),
            'database' => 3, // anything from 1 to 15, except 0 (or what is set in default)
        ],

Simpan.

Buka file config/visits.php. Dan sesuaikan koneksinya:

'connection' => 'default'

Penggunaan

Untuk penggunaanya, Laravel Visits sudah menyediakan helper function yang bisa kita panggil di View maupun di Controller.

Contohnya:

visits($model)->{method}()

dimana $model adalah model menggunakan Eloquent dalam project sampeyan, dan
{method} adalah method yang didukung oleh Library ini. Misalnya Increment, Decrement, tambah lebih satu (dll).

Contohnya:

visits($post)->increment(); // tambah visit counter 1 kali
#
visits($post)->increment(10); // tambah visit counter 10 kali
#
visits($post)->decrement(); // kurangi visit counter 1 kali
#
visits($post)->decrement(4); // kurangi visit counter 4 kali
#
visits($post)->seconds(30)->increment() // tambah visit counter 1 kali tiap 30 detik

Referensi lebih lanjut, silakan sampeyan baca-baca disini: https://github.com/awssat/laravel-visits

Cara Konfigurasi Lumen Framework

Pada dasarnya, jika kita sudah belajar Laravel Framework, kita akan terbiasa juga menggunakan Lumen Framework, khususnya untuk cara konfigurasinya. Karena Laravel maupun Lumen sama-sama menggunakan file .env sebagai file konfigurasi.

Konfigurasi default dari Lumen, ada di file .env, letaknya satu folder dengan file artisan.

Format penulisan di file Environment ini adalah TAG=VALUE. Silakan baca-baca di laman github library utamanya, PHP DotENV

Cara Mengakses Data Konfigurasi Env

Untuk mengakses data-data konfigurasi dalam file .env itu, silakan gunakan function config(); contohnya:

$bahasa_aplikasi = config('app.locale');

dimana $bahasa_aplikasi nantinya akan mengakses konfigurasi locale dari aplikasi.

Cara Menulis Konfigurasi Baru di Env

Untuk menulis konfigurasi baru, gunakan fungsi yang sama, hanya saja gunakan format array disana:

Contoh:

config( ['app.locale' => 'id'] );

lalu apa sih sebenarnya tujuan dari file konfigurasi ini? selain menjadi titik utama konfigurasi framework dan aplikasi nantinya, pembedaan konfigurasi antara versi lokal dengan production atau lokal programmer A, lokal programer B juga penting.

Makanya sangat disarankan untuk tidak memasukan file .env dalam repo Git (ignore saja file .env) tapi sajikan file examplenya.

Cara Install Lumen Framework

Sebelum menginstall Lumen Framework, ada baiknya kita tahu kebutuhan minimal sistem yang dibutuhkan oleh Lumen Framework. Lumen Framework setidaknya membutuhkan:

  • PHP versi 7.0 atau lebih baru
  • Ekstensi PHP OpenSLL
  • Ekstensi PHP PDO
  • Ekstensi PHP Mbstring

Silakan gunakan Laravel Homestead untuk mempermudah membuat lingkungan kerja Lumen, atau menggunakan solusi lain seperti Docker atau VM.

Instalasi Lumen

Secara umum, hampir semua framework modern (termasuk Laravel dan Lumen) dapat diinstall menggunakan Composer.

Cukup jalankan perintah berikut untuk menginstall Lumen dengan Lumen Installer.

composer global require "laravel/lumen-installer"

atau langsung dengan composer tanpa menggunakan Installer Lumen:

composer create-project --prefer-dist laravel/lumen namaprojectkamu

dengan namaprojectkamu adalah nama folder project yang akan dibuat.

Untuk menjalankan Lumen, silakan gunakan Laravel Homestead atau Laravel Vallet, atau cukup dengan server internal PHP dengan perintah seperti ini:

php -S localhost:8000 -t public

dengan :8000 adalah port number webserver (silakan diganti untuk tiap project biar tidak bentrok), dan public adalah nama folder aktif (public_html) berisi index.php yang menggunakan Lumen.

Pengertian Lumen Framework

Berikut adalah pengertian dari Lumen Framework:

Lumen adalah micro framework PHP turunan dari Laravel Framework yang berorientasi pada ukuran yang kecil dan kecepatan pemrosesan halaman yang tinggi, dibuat juga oleh Taylor Otwell, pembuat Laravel Framework.

Disebut sebagai micro framework karena ditujukan sebagai pendukung infrastruktur layanan Micro Services di server yang saat ini sedang populer digunakan.

Dalam halaman resminya, Lumen diklaim oleh Taylor Otwell, memiliki kecepatan 1900 rekues per detik, atau 100 rekues per detik lebih cepat dari Slim Framework versi 3 dan Silex.

Sumber: Lumen Official Website

Trik Aman Menginstall Laravel di Server Hosting

Secara serta-merta menaruh semua file Laravel ke shared hosting memang sangat tidak aman. Jika ada saja yang terlewat, bisa jadi celah yang sangat berbahaya dikemudian hari. Untuk itu, harus ada beberapa folder dan file yang disembunyikan dari publik/web.

NB. SAYA TIDAK MENJAMIN TIDAK ADA KERUSAKAN DATA YANG TERJADI, SILAKAN BACKUP SEMUA SISTEM DAN DATA YANG DIPERLUKAN. TUTORIAL DIBAWAH INI SUDAH SAYA COBA DAN BERJALAN TANPA MASALAH. Continue reading Trik Aman Menginstall Laravel di Server Hosting

Yang Baru di Laravel 5.1 Nanti

Laravel 5.1 dijadwalkan dirilis bulan Mei ini gan. Dia akan datang dengan banyak fitur baru. Beberapa fitur penting dan perubahan-perubahan penting yang akan kita temui pada Laravel 5.1 antara lain

1. Rilis LTS

Secara resmi, Laravel 5.1 nanti akan menjadi versi Laravel yang didukung sangat lama, seperti konsep LTS-nya Ubuntu. Sampai saat ini masih belum ada patokan waktu yang jelas seberapa lama konsep LTS dari Laravel nanti, apakah 2 tahunan seperti Symfony atau 3 tahunan. Ditunggu saja pada saat rilis 5.1 nanti. Continue reading Yang Baru di Laravel 5.1 Nanti

Tutorial Laravel (3): Controller dan View

Seperti kita tahu, Laravel adalah salah satu framework PHP yang menganut doktrin MVC (Model-View-Controller), dimana Model adalah komponen yang khusus terkait dengan manipulasi database, View adalah komponen yang khusus menampilkan data maupun konten dalam format HTML yang siap disajikan ke User, dan Controller adalah jembatan antara manipulasi database/konten Model ke View.

Pada tutorial kali ini kita akan mempelajari 2 komponen penting dari doktrin MVC, yaitu Controller-View. Dengan mempelajari 2 komponen penting tersebut, dengan sendirinya kita akan paham bagaimana Controller, View dan Routing URL dalam Laravel dilakukan.

iklan Laravel

Silakan baca tutorial sebelumnya untuk mengenal dan menginstall Laravel.

Controller Bawaan Laravel

Pada saat pertama kali anda sukses menjalankan Laravel, yang dilakukan Laravel untuk menghasilkan halaman Landing adalah langsung memanggil file /app/views/hello.php.

Anda bisa lihat routing URL tersebut di file /app/routes.php:

<?php

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Application Routes
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Here is where you can register all of the routes for an application.
| It's a breeze. Simply tell Laravel the URIs it should respond to
| and give it the Closure to execute when that URI is requested.
|
*/

Route::get('/', function()
{
	return View::make('hello');
});

Dengan konfigurasi routing tersebut, maka seluruh request dengan url / dari aplikasi akan langsung diarahkan untuk menampilkan konten file views Hello.

Untuk menyesuaikan dengan goal dari seri tutorial kali ini, silakan ubah routing bawaan Laravel tersebut dengan mengarahkan setiap request / ke controller Home dan method/fungsi showWelcome.

<?php

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Application Routes
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Here is where you can register all of the routes for an application.
| It's a breeze. Simply tell Laravel the URIs it should respond to
| and give it the Closure to execute when that URI is requested.
|
*/
/*
Route::get('/', function()
{
	return View::make('hello');
});
*/
Route::get('/', 'HomeController@showWelcome');

Sedangkan isi dari Controller Home sendiri, bisa anda lihat di /app/controllers/HomeController.php:

<?php

class HomeController extends BaseController {

	/*
	|--------------------------------------------------------------------------
	| Default Home Controller
	|--------------------------------------------------------------------------
	|
	| You may wish to use controllers instead of, or in addition to, Closure
	| based routes. That's great! Here is an example controller method to
	| get you started. To route to this controller, just add the route:
	|
	|	Route::get('/', 'HomeController@showWelcome');
	|
	*/

	public function showWelcome()
	{
		return View::make('hello');
	}

}

Silakan uji perubahan ini di browser, lihat ke URL http://localhost/tmp/laravel/public (atau sesuaikan dengan milik anda):
laravel-1

tidak akan ada perbedaan dengan routing bawaan Laravel sebelumnya khan?

Membuat Controller/View Sendiri

Jika anda sudah paham cara kerja routing URL Laravel dan struktur konsep Controller-View nya seperti bagian tutorial diatas, maka anda bisa lanjutkan dengan membuat Controller dan View Sendiri.

Sekedar preview, apa yang akan kita lakukan adalah membuat Controller untuk halaman depan (homepage) berikut view sederhana untuknya.

1. Silakan buat file Controller baru dengan nama Home.php di folder /app/controllers/.
2. Pada file Home.php tersebut, tuliskan layout Class dan method/function berikut:

<?php

Class Home extends BaseController
{
	public function getIndex()
	{
		return View::make("home");
	}
}

Contoh diatas adalah contoh paling dasar dari struktur Controller pada laravel, dimana setiap class Controller adalah ekstensi/kelanjutan dari BaseController milik Laravel, dan fungsi getIndex() adalah fungsi yang akan memanggil file view untuk diproses lebih lanjut.

3. Buat file view yang dimaksud, yaitu /app/views/home.php:

<?php
echo "Halo... selamat datang,";

4. Ubah routing URL bawaan Laravel (/app/routes.php) menjadi:

<?php
Route::controller('/', 'Home');

dengan kata lain, setiap request untuk URL / akan diproses oleh Controller Home fungsi/method getIndex().

5. Silakan test di browser dengan URL http://localhost/tmp/laravel/public (atau sesuaikan dengan milik anda):
laravel-2

iklan Laravel

Selamat berjumpa di tutorial selanjutnya (Laravel dan Template HTML)

Tutorial Laravel (2): Instalasi Laravel

Laravel merekomendasikan instalasi Laravel dengan menggunakan Composer. Composer sendiri adalah tool berbasis PHP yang dipergunakan sebagai dependency manager bagi sebuah aplikasi/library, seperti Apt-get, Yum, atau Zypper di Linux.

Berikut adalah langkah-langkah menginstall Laravel 4 dengan Composer:

iklan Laravel

1. Unduh Composer

Composer, dapat anda download dari situs http://getcomposer.org. Disediakan dua versi, versi Installer Windows dan versi script PHP (untuk Linux dan Mac). Untuk lebih mudahnya, silakan download Installer Composer (berupa script PHP) disini:

https://getcomposer.org/installer

Klik kanan dan save-as installer.php (atau jika mengunduh dari link diatas, silakan unzip/unrar). Continue reading Tutorial Laravel (2): Instalasi Laravel

Tutorial Laravel (1) Apa itu Laravel?

Laravel adalah framework PHP yang dikembangkan pertama kali oleh Taylor Otwell. Walaupun termasuk pemain baru, namun komunitas pengguna laravel sudah berkembang pesat dan mampu menjadi alternatif utama dari sejumalh framework besar seperti CodeIgniter & Yii. Laravel oleh para developer disetarakan dengan CodeIgniter dan FuelPHP namun memiliki keunikan tersendiri dari sisi coding yang lebih ekspresif dan elegan.

Keunggulan Laravel daripada framework lain antara lain: Continue reading Tutorial Laravel (1) Apa itu Laravel?