Medan, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail (PW LBM) Nahdlatul Ulama Sumatra Utara (Sumut) berencana mengadakan kegiatan bahtsul masail diniyyah di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Madina pada tanggal 15-16 Juli 2011 mendatang.

Kegiatan tersebut diikuti 100 orang dari unsur alim ulama, pesantren dan pengurus LBM se Sumatera Utara dan membahas persoalan-persoalan keagamaan yang dihadapi umat Islam dewasa ini.

Ketua PW LBM NU Sumut, KH Asnan Ritonga menyebutkan bahwa umat Islam di Sumatera Utara khususnya warga Nahdliyyin saat ini banyak menghadapi berbagai macam pemahaman-pemahaman yang dangkal dan sempit terhadap ajaran Islam, bahkan menurutnya sudah menjurus kepada permusuhan dan saling klaim kebenaran.

Maka menurut KH Asnan Ritonga diperlukan pertemuan dan pembahasan persoalan-persoalan keumatan oleh para ulama di lingkungan NU Sumut.

Masalah yang akan dibahas kata Abrar M Dawud Faza, sekretaris PW LBM NU Sumut adalah tentang hukum tenaga kerja Indonesia (TKI), korupsi, status tanah wakaf masjid, ritual penyambutan Ramadhan, hingga persoalan bom bunuh diri, terorisme, jihad, dan pendirian negara Islam.

Menurut Abrar, masalah ini sebenarnya bukan masalah baru dan sudah diputuskan oleh PBNU mengenai status hukumnya, namun karena masih mengemuka di tengah-tengah umat maka harus disosialisasikan secara utuh lengkap dengan dalil argumentasinya.

Di tempat terpisah, Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan mengharapkan agar kegiatan ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh umat Islam yang membutuhkan jawaban-jawaban persoalan keagamaan yang dihadapinya. Apalagi kata H. Ashari Tambunan, pembahasan ini benar-benar dilakukan oleh ulama yang berkompeten dan mendalam ilmunya dalam bidang keagamaan.