Tegal, NU Online
Moment Konfercab yang rawan gesekan dan pertarungan kepentingan antar kader itu bisa saja terjadi dan hal itu disinyalir karena kepentingan mengegolkan kandidat ketua, untuk itu masalah kandidat ketua PC IPNU Kabupaten Tegal, Pimpinan wilayah IPNU Jawa Tengah akan mengawal Peraturan Dasar (PD) dan peraturan rumah tangga (PRT) secara serius.

Hal tersebut disampaikan ketua PW. IPNU Jawa Tengah Muhaimin, ketika ditemui NU Online di arena Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal di MTs. NU 01 Kramat, Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, senin (16/5).

“Karena kalau sudah menjadi keputusan organisasi kita tidak bisa mengandalkan tradisi, tetapi bahwa semua aturan oraganisasi harus dijunjung tinggi oleh semua kader dan harus diterima sebagai keputusan final, karena kita ini bukan kelompok keluarga tetapi organisasi yang mempunyai aturan yang jelas,” Kata Muhaimin

Muhaimin juga berharap moment Konfercab dijadikan ajang perdebatan intelektual dengan alur dan tempo yang benar “Kedepan orientasi organisasi akan seperti apa dan bagaimana yang dituangkan dalam program kerja, baru dipilih figur yang tepat, namun sudah menjadi keniscayaan bahwa semua mempunyai pilihan sesuai dengan tafsir gerak organisasi di masing-masing Pimpinan Anak cabang, tetapi komunikasi mesti dijaga dengan baik,“ harapnya.

Ditanya soal kandidat ketua PC IPNU Kabupaten Tegal Abdul Basir tidak banyak berkomentar “Kandidat sesuai aturan main organisasi, yang merujuk pada peraturan organisasi yaitu PD/PRT,“ tukasnya.

Kami hanya bisa berharap, lanjut Basir, siapapun yang menjadi ketua semuanya harus legowo menerima. “Jangan sampai seusai konferensi timbul emosi tidak percaya antar kader dan terjadi gesekan-gesekan yang mengakibatkan efek negatif bagi organisasi, mari kita jadikan Konfercab ini kita jadikan layaknya pesta demokrasi yang santun, seperti pesta pernikahan, jadi setiap yang datang penuh dengn senyum dan rasa hormat,“ ajaknya.