SEMARANG – Upaya untuk mendongkrak pariwisata Kota Semarang dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya yakni mengoptimalkan status Desa Wisata. Rencananya, Sabtu (20/9/2014) malam, di Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengadakan kegiatan Kandri Night Festival (KNF). Berbeda dengan night carnival lain, pagelaran ini tidak bertempat di pusat kota.

“Kegiatan ini yang pertama kali digelar di Kelurahan Kandri. Rencananya KNF akan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini untuk mengenalkan destinasi wisata sekaligus melestarikan permainan tradisional,” ujar koordinator lapangan KNF, M Abidin, Jumat (19/9/2014).

Menurut Abidin, kegiatan KNF mengusung tema melestarikan kearifan lokal. Para peserta diminta untuk membawa obor api yang diarak mengelilingi kampung, yang kemudian menuju Lapangan Kridasana Kelurahan Kandri. Obor-obor yang dibawa para peserta nantinya akan diletakkan di sisi lapangan. Di tengah lapangan akan ada panggung utama, para peserta akan menghadap ke panggung utama.

“Para peserta arak-arakan kami minta juga mamakai pakaian yang unik-unik,” tambahnya.

Selain hal tersebut, nantinya juga ada pagelaran permaiann tradisional dan pertunjukan wayang kulit disertai layar tancap dan pesta kuliner tradisional. “Kami harapkan ini bisa berimbas pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di Kandri,” tambahnya.

Camat Gunung Pati, Bambang Pramusinto menyatakan kegiatan KNF sebagai upaya mengenalkan Kandri kepada publik luas sekaligus menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Kandri pada malam hari.

“Kegiatan ini bagus, dan penting untuk dilakukan tiap tahun. Kegiatan ini mampu menunjang status Kandri sebagai desa wisata,” cetusnya.

Sumber: Kompas