Yahoo dikabarkan kembali mengurangi jumlah karyawan. Perampingan itu dilakukan agar salah satu raksasa online itu gesit bersaing dengan sejumlah rivalnya seperti Google dan Facebook.

Kabar rencana pengurangan karyawan kali ini, pertama kali dilaporkan laman teknologi All Things Digital. Laman yang sohor di kalangan pegiat teknologi itu menulis bahwa pengurangan itu menjadi langkah besar pertama bagi CEO Scott Thompson, semenjak diangkat menjadi CEO pada awal Januari kemarin, menggantikan Carol Bartz yang dipecat september lalu.

Belakangan ini Yahoo termasuk sering menganti pucuk pimpinan. Setelah pemecatan Bartz, Yahoo ditinggalkan pendirinya, Jerry Yang, chairman Roy Bostock dan tiga direktur senior lainnya.

Pemasukan Yahoo sejak itu jatuh 5 persen di kuartal keempat 2011. Penurunan itu terjadi saat Yahoo berjuang untuk tetap bersaing dengan Google di pencarian iklan untuk mesin pencari, dan persaingan pencarian iklan display dengan Facebook.

“Di tahun 2012 kami akan membariskan sumber daya kami di area kunci. Kami akan fokus dan agresif di pasar dengan membawa produk inovatif yang baru serta pengalaman pada para perngiklan dan pengguna,” ujar Thompson, seperti dikutip dari Guardian.

Menurut All Things D, pemutusan karyawan dipertimbangkan adalah di bagian hubungan masyarakat, pemasaran, penelitian, bisnis kecil dan bisnis kecil regional.

Thompson disebut sedang menyiapkan masa depan Yahoo sebagai perusahaan yang berjuang untuk menemukan para pembeli di bisnis Asia. Perusahaan mesin pencari ini memiliki saham di perusahaan, yakni Alibaba. Yahoo juga disebut memiliki sejumlah aset berharga di Jepang. Namun pembicaraan atas penjualan aset tersebut masih tersendat.

Sumber: Vivanews