Google telah menyatukan layanan musik, ebook, dan toko aplikasi dalam miliknya ke dalam Google Play. Konsep pusat layanan tunggal ini bisa disebut serupa dengan yang dilakukan oleh kompetitornya, Apple.

Google Play menggabungkan tiga layanan yang sebelumnya terpisah, yaitu Google Music, Google eBookstore, dan Android Market. Layanan baru ini memungkinkan pengguna mengakses dan membeli film, game, musik, ebook, dan aplikasi di satu tempat ini.

Konsep ini mirip dengan konsep yang diterapkan Apple dengan iTunes-nya.

Tak hanya itu yang serupa, Google Play juga punya layanan yang mirip (Apple) iCloud, yaitu menjamin seluruh konten milik pengguna yang telah dibeli akan di-backup dan disimpan dengan aman. Pengguna pun bisa men-download ulang data yang terhapus atau hilang.

Di Google Play, pelanggan juga dapat menyimpan hingga 20 ribu lagu secara gratis, ini merupakan fitur-fitur yang sebelumnya ada di Google Music.

Meskipun memiliki konsep yang sama, namun Google Play memiliki hal yang tidak bisa dilakukan oleh iTunes.

Google Play bisa diakses melalui browser, bukan melalui program lokal yang tersimpan dalam perangkat. Apple masih belum bisa membuat iCloud bisa diakses melalui browser.

Google dan Apple memang selalu bersaing dalam segala hal. Segala upaya dilakukan Google untuk bersaing. Salah satunya dengan Google Play ini.

Untuk mengalahkan dominasi Apple di industri musik digital, Google juga menetapkan harga yang lebih murah dari harga musik digital di iTunes. Album-album populer seperti Talk Talk Talk (Deluxe Edition) oleh Rihanna serta album-album Jay-Z atau Kanye West dijual dengan harga yang lebih murah.

Untuk film, Apple menyewakan dan menjual film sekaligus, sedangkan Google dengan Google Play hanya menyediakan layanan penyewaan film. Google belum memberikan konfirmasi mengapa hanya menyediakan layanan penyewaan film, meskipun ongkos produksi satu layanan dan dua layanan tidak jauh berbeda.

Sumber: Kompas