Seperti kata simbah saya “aku butuh sepuluh tahun dadi wong sukses“, saya butuh sepuluh tahun supaya jadi orang sukses. Mungkin petuah itu pula yang mempengaruhi project Web font selama satu dekade ini. Sejak dicetuskan awal tahun 2000-an, baru tahun ini beberapa pencetusnya mulai berani mengeluarkan masterpiecenya. Niscaya dimulai tahun ini, web font akan menjadi suatu yang mainstream seperti penggunaan CSS pada awal-awal dulu.

Dimulai dari rilisnya produk TypeKit yang sudah saya nikmati lewat WordPress saya, dan kemudian diikuti oleh si raksasa Google yang seminggu lalu meluncurkan Font Directory.


Untuk pertama kalinya Google merilis sumber daya font terbaik dan berkualitas tingginya di Google Font Directory. Untungnya, font-font tersebut dilepas dengan lisensi bebas sehingga kita dapat menikmati manfaatnya lewat project housenya di code.google.com.

Untuk menggunakan berbagai font tersebut, Google telah menyediakan pula Google Font API, sehingga kita tak perlu kode-kode html macam-macam untuk menggunakannya. Contohnya simple:

<link href='http://fonts.googleapis.com/css?family=Tangerine'
      rel='stylesheet'
      type='text/css'>

body { font-family: 'Tangerine', serif; }

Mudah gak? tunggu artikel selanjutnya tentang Web Font