Salah satu kunci ekosistem WordPress menyebar luas selain kemudahan penggunaannya, juga karena kemudahan memperkaya CMS nomor satu dunia ini, baik lewat Themes maupun Plugin. Themes WordPress pun termasuk themes CMS yang sangat mudah dibuat dan diperkaya. Tapi, kadang memperkaya dan membuat theme terbaik untuk WordPress itu cukup sulit meredam ego pribadi developer.

Nah, inilah 10 tips bagi kamu yang ingin membuat theme wordpress terbaik:

1. Dimulai dengan Desain Terbaik

Themes terbaik, dimulai dari desain yang baik. Tujuan utama theme WordPress adalah menyajikan konten ke pembaca sebaik mungkin, jadi sebuah theme haruslah mempunyai tiga prinsip desain: great design, clean design dan usable design.

Selain itu, sedari awal, konsep utama theme harus ditentukan, apakah menjadi theme magazineblogging atau toko online? Setelah menentukan konsep utama, kita bisa mencari-cari referensi dari beberapa penyedia theme premium seperti Themeforest dan ElegantThemes dll.

2. Jangan Segan Meniru Code Orang Lain

Salah satu penyakit programmer yaitu, re-invent the wheel, mencari solusi sendiri dengan pemikiran sendiri, padahal diluar sana sudah ada solusi yang sudah teruji. Begitu pula kalau prinsip ini diterapkan pada saat membuat theme WordPress. Jangan segan meniru code orang lain, jangan lupa bahwa sebagian besar theme WordPress dirilis dalam lisensi GPL, sehingga bisa kita manfaatkan sebagian kecil maupun sebagian besarnya.

3. Mulailah ikuti Standard Code WordPress

Setiap software opensource biasanya memiliki standar coding sendiri. Bagaimana perlakuan spasi, tab, kurung kurawal, nama class, nama file, dll. Tujuan utamanya adalah memudahkan orang lain membaca dan mengerti code kita nanti, setidaknya membuat nyaman orang lain yang sudah paham standar kode WordPress yang bisa dilihat disini.

4. Selalu Update Pengetahuan

Jangan lupa, pada setiap versi mayor dari WordPress, ada beberapa komponen yang deprecated. Biasanya, tim pengembang WordPress akan mencantumkannya dihalaman wikinya disini: https://codex.wordpress.org/Category:Deprecated_Functions.

Jangan sampai, theme yang kita buat masih menggunakan fungsi deprecated terlalu lama. Bisa jadi, ada solusi yang terpecahkan karena memakai fungsi pengganti dari fungsi deprecated itu.

5. Terbatas itu Kelebihan

Kata orang bule, less is more, sesuatu yang terbatas itu kadang jadi satu kelebihan sendiri. Percaya atau tidak banyak theme premium yang dijejali fitur bejibun, kebanyakan darinya tidak digunakan oleh user.

Tapi bukan berarti theme kamu cuma sebatas menampilkan konten saja loh, harus ditambahi fitur-fitur lain. Tapi jangan terlalu banyak.

6. Cek Kompatibilitas dengan Plugin Populer

Selalu juga cek kompatibilitas dengna plugin populer. Misalnya akismet, jetpackt, woocommerce, Yoast, WPML, dll. Bisa dilihat disini https://wordpress.org/plugins/browse/popular/

7. Siapkan Supaya Bisa di Translate

Siapkan pula theme kamu supaya bisa di translate ke bahasa lain. Siapa tahu karena menjadi theme terbaik versi kamu, bisa jadi nanti populer dan dipakai oleh orang lain dibelahan dunia nun jauh disana. Tentunya dengan standar kode dengan bahasa Inggris.

8. Jika Perlu Siapkan Sarana Support

Ya, sarana support untuk theme terbaik juga perlu. Bisa sesederhana via email atau forum gratisan, yang penting kamu sebagai developer theme tersebut bisa berinteraksi dan membantu orang yang menggunakan theme buatanmu.

Jika dirilis via WordPress.org, sudah ada fitur forum bawaan yang bisa digunakan cuma-cuma.

9. Cek Kualitas

Cek kualitas dengan menguji kecepatan loadingnya di berbagai devais, atau juga desain responsif yang bekerja di perangkat yang ditentukan untuk semestinya. Selain itu kita juga bisa cek validitas HTML5 dan CSS dengan W3C Validator misalnya.

10. Bikin situs demo

Terkadang tampilan default theme  di screenshot itu perlu diekspos dengan situs demo yang bagus, tertata sebagaimana mestinya dan sesuai dengan ekspektasi. Bonusnya, bisa jadi situs portofolio!

Sumber