Meskipun kecepatan internet dikota-kota besar Indonesia sudah relatif cepat, tapi kecepatan itu kadang masih mentog pada ulah para webmaster yang ‘gagal’ mengoptimasi websitenya. Kebanyakan para webmaster pemula, belum mengetahui trik-trik bagaimana mempercepat loading website berbasis WordPress.

Nah, inilah setidaknya 10 tips dari saya yang bisa dipakai untuk mempercepat loading website dengan WordPress. Silakan disimak.

1. Pilih layanan hosting yang terbaik

Memilih layanan hosting yang terbaik adalah salah satu kunci awal. Wajib menghindari layanan hosting yang mengobral janji gratis ini itu (bahkan hampir gratis sama sekali), karena mereka tidak sedang menjual produk terbaiknya, tapi sedang ‘memancing’ konsumen ke ‘toko’nya. Ada tiga kelompok layanan hosting secara garis besar, silakan dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan dananya:

Shared Hosting. Artinya hosting yang ditawarkan tidak khusus untuk kebutuhan website anda saja, tapi dalam satu mesin, disewakan untuk banyak website. Banyak lah contohnya, ada NiagaHoster, RumahWeb, IDWebhost, ArdHost dll. Harga wajar untuk hosting sebuah website dengan pageview lebih dari 2000 pageviews itu sekitar 3-4 dollar lebih per bulan (35-50rb), atau sekitar 600 ribu per tahun.

VPS (Virtual Private Server). Artinya server pribadi dalam bentuk server tervirtualisasi yang kita sewa dan (kebanyakan) kita bangun sendiri untuk memenuhi kebutuhan website kita, mulai dari update otomatis, firewall, backup, restore, cache dan lainnya. Kebanyakan pengelolaanya diserahkan kepada penyewa, jadi siap-siap harus punya skill untuk maintenance server. Harganya ada yang 5$ per bulan untuk RAM 512 seperti di DigitalOcean atau di Vultr (yang saat ini saya pakai).

Dedicated Hosting. Artinya server pribadi yang kita punya yang secara khusus (biasanya disewakan tempat di Datacenter). Bukan hanya satu server, mungkin bahkan banyak server dalam satu rak, atau lebih. Semuanya untuk melayani website yang sangat tinggi trafiknya (jutaan view). Biayanya, yang pasti Jutaan rupiah per bulan (hehe)

2. Pilih theme yang Ringan

Theme yang ringan itu yang seperti apa? secara garis besar, theme yang jika kita download manual (Save as page) diluar gambar dan konten web, tidak lebih dari 100 Kb. Penggunaan elemen gambar besar (misal di header, kemudian di background body dll) sangat berpengaruh. Begitu pula penggunaan font khusus, CSS khusus, javascript khusus yang (jujur saja) semuanya juga akan di ‘download’ oleh browser pembaca (meskipun browser sekarang sudah canggih, bis a bikin cache sendiri dll).

Sampeyan harus milih akan mendahulukan tampilan atau kualitas konten. Konten kualitas sangat dicari pembaca, termasuk kecepatan website, jadi meskipun tampilannya sederhana tidak muluk2 (tidak banyak gambar background, animasi, ajax-sana-sini) akan sangat baik.

3. Jangan upload Gambar berukuran besar

Salah satu kesalahan fatal, webmaster biasanya upload gambar dalam konten yang berukuran (filesize) besar. Idealnya sebuah gambar untuk kondisi 4G sekarang, dibawah 400 KB. Caranya bagaimana bisa menghasilkan filesize sekecil itu tanpa mengorbankan resolusi gambar? Pakailah software-software JPEG Compressor/Minify. Dan trik khusus dari saya, gunakan file berformat GIF (secara teori lebih kecil dan efisien dari JPEG)

4. Tambahkan mekanisme Lazy Load untuk Gambar

Meskipun sudah menerapkan trik nomor tiga, kita harus tetap menyiasati bagaimana caranya konten kita terlebih dulu tampil (di download dulu oleh browser) dibanding dengan gambar yang kita sertakan. Caranya? ya kita tambahkan plugin lazy load for images. Pada umumnya, dengan cara ini, gambar akan di download browser ketika halaman di scroll mendekati area konten dengan gambar. Jadi sangat efisien. Contoh pluginnya: Lazy Load, Rocket Lazy Load, Unveil Lazy Load, Image Lazy Load dll.

5. Tambahkan mekanisme Cache

Bersyukurlah, WordPress termasuk CMS yang sangat mudah di cache. Dengan menggunakan plugin khusus cache, mereka akan membuat salinan HTML dari website kita halaman per halaman setiap periode, sehingga jika ada pembaca yang mampir, mereka akan langsung membaca file HTML tersebut, dan tidak membebani server dan database.

Contoh dan rekomendasi plugin cache: WP Super Cache, W3 Total Cache dan WP Rocket.

6. Gunakan CDN (Content Delivery Network)

Konsep kerja CDN sangat sederhana. Dia akan menyajikan file-file yang akan didownload browser pembaca lebih dekat secara route ke website kita. File apa saja? Bisa file Gambar, Javascript, CSS, dll. Pembaca web kita dari Singapura misalnya, akan mendownload file2 tersebut dari server CDN di Singapura, yang dari Malaysia, Vietnam, atau Amerika juga akan mendownload file-file tersebut di server CDN terdekat dari mereka. Mereka tidak akan mendownload file-file tersebut langsung dari server kita yang ada di Indonesia misalnya.

Karena jarak route yang dekat, maka proses loading file gambar dkk tadi berasa sangat cepat.

7. Perkecil ukuran Javascript dan CSS

Trik lama, memperkecil ukuran javascript dan css yang kita pakai. Bisa dengan banyak tool CSS Minifier dan Javascript Minifier. Atau kalau tidak mau repot, bisa pakai plugin saja seperti: Better WordPress Minify, WP Super Minify dll.

8. Bersih-bersih Database WordPress

Harus diakui, proses penyimpanan data di WordPress lambat laun akan disesaki oleh data post revision, komentar Spam, data yang terbuang/trashed dll. Perlu dibersihkan biar ukuran database tidak terlalu membengkak, sehingga server database tidak kuwalahan.

Silakan pakai plugin WP Sweep atau WP Optimize untuk melakukannya.

9. Optimasi Keterbacaan Website

Contohnya membatasi jumlah post yang ditampilkan pada halaman terdepan, atau halaman lain. Misalkan konten kita terlalu panjang, silakan dipecah dalam berbagai halaman dengan tag <!–nextpage–>. Kemudian, untuk homepage biasakan gunakan excerpt/ringkasan daripada artikel full. Pastikan tombol-tombol share seperti Facebook, Twitter, Google+ dll cuma muncul saat konten itu dibuka, bukan muncul di halaman depan atau di related post.

Kemudian, bisa dicoba untuk menonaktifkan plugin atau widget yang tidak terpakai lagi. Dan jika memungkinkan kurangi elemen HTML yang tidak perlu, atau bahkan kompress file HTML dengan trik-trik menghilangkan spasi dan pagebreak, silakan lihat tutorialnya dengan keyword PHP OB_Gzhandler example.

10. Non aktifkan Hotlingking

Ini yang kadang tidak disadari banyak webmaster, banyak gambar di situs kita yang dipakai orang lain di website mereka (dengan atau tanpa izin). Jadi masalahkah? tentu. Karena mereka akan membuat pemakaian bandwith kita bertambah.