Unipdu Jombang Kembangkan Pembelajaran Berbasis TIK

JOMBANG – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur menyelenggarakan workshop dua hari tentang konsep peningkatan pembelajaran berbasis TIK atau Teknologi Informasi Komunikasi yang berakhir Ahad (1/9).

Kegiatan yang diikuti sejumlah mahasiswa dan staf pengajar ini diadakan di ruang pertemuan I kampus utama Unipdu di area Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik, HM Zaimuddin Wijaya As’ad.
Gus Zu’em, sapaan akrabnya, menandaskan bahwa keberadaan media sosial semestinya mampu dioptimalkan untuk kegiatan yang bermanfaat. “TGF atau Twiter, Google dan Facebook merupakan media berbasis IT yang dapat digunakan untuk berbagai komuniksasi, baik ilmu pengetahuan, percakapan dan kebutuhan lain,” katanya.

Pengasuh Asrama Harun Inn ini juga mengharapkan para peserta dapat lebih interaktif dengan sejumlah perkembangan yang mengiringi perjalanan teknologi tersebut. “Ini adalah momentum yang tepat dalam upaya mengarahkan proses pembelajaran yang difasilitasi dengan menggunakan IT,” terangnya.

H Agus Zainal Arifin  saat memberikan materi mengingatkan peserta dan civitas akademika bahwa pembelajaran berbasis IT atau yang lebih akrab dengan sebutan online, sebagai pembelajaran yang tidak membatasi pertemuan antara dosen dan mahasiswa.

“Malah metode ini bisa memperluas akses para mahasiswa kepada dosennya,” ungkapnya.

Karena seperti diketahui, jam tatap muka antara dosen dengan mahasiswa dibatasi sekitar dua hingga tiga jam saja. “Tetapi dengan pembelajaran berbasis online, maka tidak akan ada lagi pembatasan waktu komunikasi,” kata Agus.

“Bahkan antara mahasiswa dan dosen dapat melakukan komunikasi dan mengakses informasi selama 24 jam sehari dan 7 kali dalam seminggu,” lanjutnya.

Mantan Rais Syuriah PCI NU Jepang ini juga menandaskan bahwa dalam dunia akademis tidak dikenal mahasiswa bodoh atau tertinggal. “Hanya saja para masiswa belum menemukan dosen yang baik,” katanya disambut senyum sejumlah peserta. Dalam pandangannya, para dosen dituntut untuk tampil sebagai pengajar dan juga pembimbing yang mampu memahami keadaan mahasiwa.

Sumber: NU Online

Wagiman Wiryosukiro

Petani Sistem Informasi, tukang las plugin & themes Wordpress. Co-Founder SistemInformasi.biz. Saat ini aktif sebagai Developer & kontributor di OpenMandriva Linux.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: