NU Temayang Kerja Bakti dan Syiarkan Islam di Desa Terpencil

Bojonegoro, NU Online
Bulan Ramadhan tidak disia-siakan pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Temayang. Bersama badan otonom (Banom) mengadakan bakti ramadan di daerah terpencil, Dusun Kedungsumber Desa Papringan selama delapan hari.

Saat bakti Ramadhan, mulai tanggal 26 Juni sampai 4 Juli 2015, mengadakan solat tarawih berjamaah dan siraman rohani. Serta bimbingan anak di TPQ, tadarus Al-Qur’an, membangung tempat wudhu, WC dan beberapa kegiatan lainnya.

Wakil sekretaris MWC NU Temayang, Zaenal Arifin menjelaskan, dipilihnya Dusun Kedungsumber Desa Papringan, karena dusun tersebut masih terisolir dan perlu sentuhan keragaman, maupun kegiatan-kegiatan islami. Bahkan Dusun tersebut belum ada tempat wudhu, fasilitas MCK dan yang lainnya.

“Sehingga MWC NU bersama banom, melalui bakti ramadan membuatkan tempat wudhu dan fasilitas MCK. Supaya masyarakat setempat hidup bersih dan belajar agama juga,” ungkap Sekretaris PC GP Ansor Cabang Bojonegoro itu.

Dalam acara penutupan, diisi dengan pengajian umum dirangakai dengan peringatan nuzulul Qur’an. Selain dihadiri pengurus MWC NU dan Banom NU Temayang, juga hadir pula ketua PC NU Bojonegoro Cholid Ubed, Ketua PC GP Ansor Abdullah Faizin dan juga Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin. Serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Temayang dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, ketua MWC NU Temayang Fatkhur Rohman mengungkapkan pula kegiatan ini bentuk pengabdian NU kepada masyarakat dan umat. “Kalau selama ini NU hanya menyapa umat ketika momen Pileg, Pilkada dan Pilbup saja, tapi dengan baksos ini kita tunjukkan bahwa NU bisa menyapa dan memberi manfaat untuk umat,” ucapnya.

Selain itu MWC NU Temayang juga siap memfasilitasi putra-putri warga Dusun Kedungsumber yang ingin mondak dan sekolah gratis di pesantren-pesantren milik NU. Agar mereka berguna bagi masyarakat, serta bisa menjadi penerus NU ke depannya.

Ketua PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, terbukti ia menyempatkan hadir dalam penutup kegiatan itu. “Kegiatan ini jangan berhenti, harus dilanjutkan di tempat dan momen-momen yang akan datang,” terang mantan ketua ISNU Cabang Bojonegoro itu.

Dokter spesialis itu juga berjanji akan mengintruksikan kepada MWC lainnya untuk mencontoh kegiatan yang dilakukan MWCNU Temayang ini. Supaya semua daerah terpencil di Kabupaten Bojonegoro dapat tersentuh dan upaya NU membentengi jam’iyah dari radikalisme.

Sedangkan ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin mengungkapkan, pemerintah akan senantiasa berusaha mensejahterakan warganya. “Silahkan dirembug di Desa kebutuhan apa yang terkait pembangunan. Pemerintah siap untuk melayani apa yang menjadi kebutuhan warganya,” pungkasnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: