Gus Dur belum diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta, NU Online
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ternyata tidak mendapatkan gelar pahlawan nasional setelah diumumkan pada hari ini, selasa (8/11). Lalu, mengapa Gus Dur tidak juga menyandang gelar pahlawan?

“Karena tidak ada yang mengusulkan. Kalau masuk di Kementerian Sosial itu pasti sudah dibahas di situ,” kata Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa, Tanda Gelar, dan Tanda Kehormatan, Djoko Suyanto di Istana Negara, Jakarta, Selasa 8 November 2011. 

Menurut Djoko, penyematan gelar pahlawan biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Yakni, saat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan pada saat Hari Pahlawan 10 November. “Tidak semua dalam satu event,” kata Djoko yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ini.

Djoko menekankan Pahlawan Nasional itu diseleksi di Kementerian Sosial berdasarkan usulan dari daerah dan kelompok masyarakat.

“Diseleksi oleh tim dari Kemensos, Mabes TNI umumnya hampir seluruhnya, sejarawan atau tokoh masyakarat, ada 12-13 orang. Setelah itu masuk ke Dewan Gelar,” kata Djoko.

Dia menambahkan, syarat-syarat umum bagi seseorang menyandang gelar pahlawan sudah diatur dalam undang-undang. Syarat umumnya yakni, bukan hanya warga negara Indonesia, tapi memiliki integritas moral yang tinggi.

Mereka juga harus memiliki keteladanan dan berjasa kepada nusa dan bangsa sesuai bidangnya, berkelakuan baik dan setia, tak pernah mengkhianati bangsa.

“Tidak pernah dipidana selama lima tahun. Syarat khususnya, gelar pahlawan nasional diberikan kepada mereka yang pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan di bidang lain untuk mencapai dan mempertahankan dan mengisi kemerjdekaan serta mengisi persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Djoko.

Syarat lainnya, tidak pernah menyerah kepada musuh, melakukan pengabdian dan perjuangan sepanjang hidupnya. “Pernah melahirkan gagasan kepemimpinan besar dan menghasilkan karya besar seperti Buya Hamka,” kata Djoko.

Selain itu, sosok yang akan mendapat gelar pahlawan juga konsisten dalam perjuangannya. “Terakhir, jangakauan perjuangannya nasional. Jadi kalau jangkauannya kedaerahan mungkin tingkatnya bukan pahlawan nasional,” jelasnya lagi.

Tim Dewan Gelar ini juga diisi oleh tokoh-tokoh nasional seperti Quraish Shihab, TB Silalahi, Juwono Sudarsono, Jimly Asshidiqie, dan Eti Setiawati.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: