Aswaja Identik Dengan Praktik Rasul

Kudus, NU Online
Ahlussunnah wal jamaah memiliki kesamaan dengan praktek kerasulan yang mampu mewujudkan rahmah bagi semesta alam. Namun keberhasilannya harus ditempuh melalui proses pelaksanaan yang memenuhi unsur akhlak dan ketrampilan atau kompetensi Aswaja

Demikian yang disampaikan Mustasyar PCNU Kudus KH Muslim A Kadir dalam sarasehan dan dialog pemantapan Aswaja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang diselenggarakan PC Muslimat NU Kudus di Kantor PCNU setempat, Kamis (22/3)..

Menurut KH Muslim, Kompetensi Aswaja memiliki syarat operasional dengan tawazun antara dunia akhirat, tasamuh terhadap perbedaan dan tawasuth terhadap ekstrimitas.

“Produk Aswaja mampu merespon terhadap kehidupan konkrit dan rahmah bagi alam semesta,” tegasnya di depan ratusan peserta yang sebagaian besar guru TK/RA/ Kelompok Bermain dibawah naungan Muslimat NU Kudus.

Ia menerangkan Nahdlatul Ulama pemegang amanat kerasulan dalam bentuk Aswaja dan amanat jamaah dalam bentuk Jam’iyyah. Menurutnya, Lingkup ke NU-an sama dengan cakupan Aswaja yang meliputi keseluruhan aspek kehidupan keindonesiaan.

“Ke-NU-an adalah kompetensi Aswaja yang berhasil merespon ke-Indonesiaan untuk mencapai tujuan melalui manajemen sumber daya NU,” jelasnya.

Terkait kurikulum dan mata pelajaran Ke-NU-an, dia mengatakan kerangka dasar dan strukturnya berbasis munasabah kompetensi aswaja Indonesia dengan metode yang sesuai. Adapun lingkup modelnya meliputi pembelajaran kognitif, pendidikan afeksi, pembelajaran aktif dan pendidikan sosial yang secara mutlak berbasis praktikum beragama.

“Tujuan pendidikan yang dituju adalah kompetensi NU sebagai Aswaja Indonesia dengan ranah taksonomi pendidikan mulai dari keterampilan qalby, kematangan afektif dan kompetensi akhlakul karimah,” ucap mantan Rektor STAIN Kudus.

Disamping itu, KH Muslim menilai pemberdayaan Aswaja ini mampu memberi solusi terhadap masalah pendidikan yakni peningkatan kesejahteraan pendidik, peningkatan kualitas, peningkatan daya saing alumni dan pemerataan kesempatan pendidikan.

“Termasuk pula solusi atas problem kebangsaan diantaranya keberagamaan Indonesia, sumber daya keutuhan, pendidkan anti anarkhi, teknologi kejujuran, perluasan lapangan kerja, keberagamaan pluralis dan lain-lain,” terangnya.

Sarasehan yang berlangsung hingga siang hari itu, KH Muslim A Kadir menjadi narasumber bersama Kasi KBP Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Kudus H Bambang Irianto.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: