Diknas Tulungagung Silaturahmi ke Tebu Ireng Terkait LKS Sejarah

JOMBANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mendatangi Pesantren Tebuireng Jombang. Mereka meminta maaf kepada keluarga presiden Abdurrahman Wahid atas beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai melecehkan Gus Dur.

“Secara sadar, kami dari Diknas Tulungagung meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, atas beredarnya LKS yang dinilai melecehkan,” ujar Bambang Setya Sukarjono, Kepala Dinas Pendidikan, Tulungagung bersama rombongan yang juga diantar keluarga besar PCNU, GP Ansor, Fatayat NU dan IPNU, Senin (17/12).

Bambang mengatakan, pihaknya mengakui keteledoran anak buahnya yang tidak teliti sehingga dalam LKS itu, muncul statemen atau pelajaran yang menyesatkan bagi anak didiknya di Tulungagung.

”Kita sudah meminta LKS itu dicabut, dan harus dibenahi. Karena tidak hanya presiden Gus Dur juga ada Megawati dan Habibie,”tandasnya.

Senada, Pengurus Cabang NU Tulungagung, Ahyak menyatakan, sudah ada kesepakatan dengan Dinas Pendidikan untuk membenahi buku sejarah yang beredar saat ini.

”Kita tidak ingin generasi kita mencederai tokoh tokoh bangsa, tidak hanya Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi juga Bung Karno, Habibi dan juga Suharto,” tandasnya seraya mengatakan, pihaknya juga sudah memerintahkan guru mata pelajaran sejarah meminta maaf kepada Murid murid atas kesalahan tersebut.

Menanggapi permintaan maaf ini, adik kandung Gus Dur, KH Shalahudin Wahid yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng menyatakan menerima permintaan maaf tersebut. Gus Sholah juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Tulungagung yang menarik buku yang mengajarkan sejarah yang salah.

“Saya sudah berkomuniksi dengan pak Mahfudz MD, Gus Dur itu bukan jatuh karena korupsi, Gus Dur jatuh karena politik,” jelasnya.

Gus Sholah mengaku heran, mengapa sejarah bangsa ini khususnya terkait Gus Dur yang dituduh jatuh karena Bulogate dan Bruneigate banyak terjadi di beberpa daerah.

“Ini kan sejarah yang membohongi masyarakat, harus dibenahi. Tidak hanya soal Gus Dur ada beberapa materi yang saat saya baca ternyata juga banyak yang salah,” ujarnya bercerita.

Tidak puas dengan peneriman maaf, rombongan Diknas ini juga meminta pernyataan tertulis dari keluarga Gus Dur untuk disampaikan kepada masyarakat Tulungagung. Usai menerima permintaan maaf, dari Gus Sholah, rombongan  kemudian melakukan ziarah di Makam Gus Dur yang berada dikomplek Pesantren Tebuireng.

Sekedar diketahui, dalam buku LKS kelas II SMA dan MA di Tulungagung memuat pelajaran yang menerangkan bahwa presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jatuh dari kursi presiden akibat kaus korupsi Bullogate dan Brunaigate.

”Atas beredarnya LKS yang menyesatkan ini, keluarga besar NU Tulungaung mendesak Diknas untuk menariknya dan meminta maaf kepada keluarga Gus Dur,” ujar Robingan Abd Aziz, komandan Banser mengatakan.  Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: