Fatayat NU Gelar Peragaan Busana Batik Tegalan

Tegal, NU Online
Batik Tegalan yang mulai muncul pada akhir abad ke-XIX kini mulai marak dipakai oleh warga Tegal dan Slawi dari rakyat hingga pejabat. Pada awalnya batik Tegalan dengan memakai pewarna buatan sendiri dari tumbuh-tumbuhan antara lain dipakai tumbuhan pace atau mengkudu, nila, soga dan kainya tenunan sendiri. Batik Tegalan sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Untuk lebih menyemarakan sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan melestarikan batik Tegalan sebagai warisan budaya lokal, Fatayat NU menggelar lomba peragaan Batik Tegalan. “Fatayat NU peduli terhadap kelestarian budaya lokal,” ujar Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Nurhasanah di sela lomba, di Gedung NU Jalan Raya Procot Slawi, Ahad (22/5).

Menurut Nurhasanah, batik tegalan dapat dikenali dari corak gambar atau motif rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga tampak eksklusif. Isen-isen agak kasar diilhami oleh flora dan fauna lingkungan. Ini dipadukan dengan warna spesifik yang lembut atau kontras. Motif batik gaya pesisiran adalah warna lembut dan kontras. Ini memunculkan kesan tegas dan lugas.

Menurut Ketua Panitia Hj Alfiah MPd, sebanyak 19 peserta dari 19 Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se Kabupaten Tegal memeriahkan lomba tersebut. Peserta harus mengenakan motif batik asli Tegalan dengan muatan 80 batik dan 20 kombinasi. Selain melihat keluwesan, nuansa warna hijau lebih mencolok. “Yang diperagakan, kebaya pesta,” tutur Alfiah yang didampingi sekretaris panitia Masrucha

Peserta meragakan busana, dengan berlenggak-lenggok diiringi irama padang pasir. Persis seperti modeling profesional, mereka memamerkan batik yang terbalut ditubuhnya di atas catwalk. Sesekali mengulumkan senyum di depan dewan juri dan penonton.

Kisah unik pun terjadi di peragaan tersebut. Salah satu perwakilan dari PAC, terlihat sangat canggung akibat memakai sepatu yang berhak terlalu tinggi. Akibatnya nyaris terjatuh dari atas catwalk. “Wah, cantik juga meski hampir jatuh,” cletuk salah seorang penonton.

Setelah melalui penilain dewan juri akhirnya peserta dari PAC Lebaksi dengan nilai 665 berhasil menjadi juara 1, juara 2 PAC Dukuhturi ( 660) dan juara 3 PAC Balapulang (665). Peserta berhak mendapatkan piala tetap dan sejumlah uang pembinaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: