Festival Akbar Santri Digelar di Unair

SURABAYA – Sebanyak 762 santri dari 62 pondok pesantren di Jawa Timur mengikuti Festival Akbar Santri Jawa Timur 2012 yang digelar mahasiswa beasiswa santri Kementerian Agama (CSS Mora) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

“Baru kali ini rektorat dimasuki para santri, tentu kami sebagai tuan rumah merasa bangga, apalagi kesempatan tersebut juga baik bagi kami untuk mengenalkan Unair kepada para santri,” kata Wakil Rektor I Unair Prof Syahrani dalam pembukaan di Rektorat Kampus C Unair Surabaya, Sabtu.

Ia mengharapkan, santri-santri yang ke sini bisa masuk Unair, seperti senior mahasiswa dari CSS Mora yang kini sudah berjumlah 200 orang lebih yang berkuliah di Unair.

Dalam kesempatan itu, Kasi Bidang Pengembangan Santri dari Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Fauzan menyatakan sudah selayaknya santri terus berprestasi demi kemajuan bangsa.

“Potensi santri sendiri sudah banyak yang berkiprah di Indonesia. Mulai dari menteri, pengusaha hingga presiden. Contohnya, Dahlan Iskan dan Gus Dur, mereka juga dari kalangan santri,” paparnya.

Ia berpesan kepada para santri se-Jatim untuk tidak hanya mengembangkan iman dan taqwa (imtaq), namun juga ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Selanjutnya berkiprahlah di bidang keagamaan, ekonomi sosial dan kemasyarakatan serta jadilah generasi pemimpin bangsa yang bermoral,” jelasnya.

Dalam festival itu digelar aneka lomba antara lain kaligrafi, majalah dinding Islami tiga dimensi, lomba banjari, lomba komik Islami, membaca kitab kuning, dan membaca cerita Islam.

Menurut Ketua Panitia Ahmad Maulana, kegiatan tersebut bertujuan membudayakan persaingan sehat di kalangan pesantren, sehingga mereka punya rasa percaya diri.

“Pondok pesantren adalah tempat generasi muda untuk dididik moral, bahkan rasa cinta pada Tanah Air. Jadi, kalau ada pondok pesantren di media yang dikabarkan menjadi sarang teroris, itu perlu ditanyakan apakah pahamnya murni NKRI atau tidak,” tukasnya.

Sebagian besar pondok pesantren modern sudah menanamkan pendidikan kenegaraan. “Karena itu, paradigma keliru tentang santri pondok pesantren yang masih ada dalam masyarakat bisa ditepis melalui festival kali ini,” katanya. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: