Harlah Besar-besaran NU untuk Respon Peristiwa Penting

Setiap tahun, NU memperingati hari lahirnya, tetapi tidak setiap tahun, harlah tersebut dirayakan secara besar-besaran. Hal ini tentu menjadi pertanyaan dari publik mengenai alasan penyelenggaraan harlah secara besar-besara.

Ketua Panitia Harlah H As’as Said Ali menjelaskan harlah kali ini merupakan respons terhadap perkembangan situasi nasional dan internasional. Secara internasional belakangan ini di berbagai kawasan, khususnya di Negara-negara Islam seperti di Pakistan, Negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, terjadi kekerasan-kekerasan, bom bunuh diri sebagai bagian dari terorisme mengatasnamakan agama, makin merebaknya gerakan radikal, gerakan reformasi politik yang banyak menimbulkan korban di beberapa Negara.

“NU amat prihatin dengan perkembangan tersebut, yang ujung-ujungnya dapat merugikan citra Islam sebagai agama kekerasan. Perdamaian di Negara-negara di beberapa kawasan tersebut betul-betul seperti sesuatu yang sulit diwujudkan,” katanya.

Perkembangan situasi di dalam negeri pun tidak kalah memprihatinkannya. Situasi bangsa dalam beberapa tahun belakangan ini menghadapi berbagai persoalan besar yang sangat serius di hampir semua bidang kehidupan.

Ia menjelaskan, ini menuntut semua pihak—termasuk NU (sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia)—berperanserta dalam upaya sungguh-sungguh menangani berbagai persoalan tersebut.

“Untuk itu NU perlu melakukan konsolidasi organisasi dan akselerasi gerakan khidmah kepada umat dan bangsa. Konsolidasi dilakukan baik di tingkat struktural-organisasi, mulai dari pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus cabang sampai ke pengurus ranting di desa-desa di seluruh nusantara, berikut lajnah, lembaga dan badan-badan otonom maupun di lapisan basis kultural seperti kalangan ulama/kyai, pesantren, madrasah-madrasah, majelis ta’lim, dan lain-lain,” imbuhnya.

NU sebagai kekuatan moral, akan terus menyeru dan mengajak bangsa ini untuk kembali kepada cita-cita kemerdekaan, nilai-nilai kebangsaan, dan semangat Proklamasi, serta komitmen kepada konsensus Nasional yang mendasari berdirinya bangsa Indonesia: Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sumber: NUOnline

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: