ISNU Jatim Gelar Santri Award

SURABAYA – Bertepatan dengan pelantikan dan musyawarah kerja, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jatim periode 2012-2017, memberikan penghargaan kepada santri atau alumni pesantren yang berprestasi, dalam bentuk “santri award”.

Ada tiga kategori yang disediakan oleh tim penilai yang ditunjuk oleh PW ISNU Jatim. Aak Abdulah Al-Kudus pemenang kategori lingkungan hidup. Pemuda asal Lumajang itu dianggap berjasa dalam menghijaukan Gunung Lemongan di Lumajang.

Ketua Panitia, Ahmad Zainul Hamdi mengatakan, Gunung Lemongan menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. Namun, pasca reformasi terjadi pembabatan hutan sampai gundul yang menyebabkan sumber air kering.

“Dia membentuk perkumpulan laskar hijau untuk menghijaukan kembali. Sekarang sudah mulai nyumber lagi,” katanya.

Untuk kategori santri enterprenur dimenangkan oleh Suyadi. Pemuda asli Banyuwangi itu kendati menempuh pendidikan di pesantren, mampu menjadi pengusaha di bidang perkapalan.

“Setelah keluar pesantren kuliah di perkapalan, saat ini dia jadi bisnisman sukses di bidang kapal,” tambahnya.

Pondok Pesantren Sidogiri ditunjuk sebagai pesantren mandiri. Pesantren itu menjadi pemenang untuk kategori pemberdayaan ekonomi pesantren. Sebagai pesantren yang mampu membangun usaha, hingga kini sudah memiliki saham sekitar Rp 50 miliar.

“Bisnisnya menjangkau seluruh Jawa Timur  dan Madura,” kata Zainul. Menurut dia, sekitar 20 kriteria yang menjadi penilaian tim. Salah satunya adalah pernah nyantri dan berusia di bawah 50 tahun.

Ketua PW ISNU Jatim, Abdullah Azwar Anas menjelaskan, “santri award” bertujuan untuk memulihkan nama baik pesantren. Sebab, selama ini tempatnya santri menimba ilmu agama itu kerap dikait-kaitkan dengan jaringan teroris. “Padahal, pesantren itu bukan lumbungnya teroris,” jelasnya.

Selain itu, pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua masih layak menjadi barometer penyaluran pendidikan. Banyak pesntren yang menghasilkan tokoh yang memiliki kemampuan tinggi, terutama dalam kepemimpinan dalam pemerintah. “Kita tumbuhkan kembali kecintaan kepada pesantren, pesantren itu simbolnya NU,” imbuhnya.

Anas yang juga Bupati Banyuwangi itu menambahkan, pesantren saat ini sudah berkembang dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain. Di pesantren juga diajarkan pelajaran umum, seperti fisika, matematika. Tentu tidak melupakan ciri khasnya, yakni pendidikan agama.

“Saat ini kan sudah ada pendidikan formalnya juga selain diniyah,” akunya.

Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Moesa, menegaskan, santri award sebagai apresiasi kepada santri muda berprestasi. Para santri juga memiliki kemampuan yang luar biasa, terutama dalam memberikan fungsi pengayoman kepada masyarakat.

“Santri award ini akan menjadi program nasional, tidak hanya di Jatim, apresiasi kepada santri akan diberikan kepada seluruh santri yang berprestasi,” tandas pemuda kelahiran Tulungagung itu. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: