KBGD Kembali Gelar Ziarah Wali Songo + Gus Dur

JAKARTA – Sebuah komunitas yang menamakan diri Kongkow Bareng Gus Dur (KBGD) menyelenggarakan kegiatan ziarah makam-makam Walisongo yang ditambah makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 7-10 Desember mendatang.

Menurut Pengurus KBGD, Sukma Adi Atmaja, ziarah tersebut dalam rangka haul ketiga Gus Dur yang jatuh pada akhir bulan Desember nanti. “Ini yang kedua kali warga KBGD menggelar ziarah menjelang haul Gus Dur,” ujar Sukma Adi, di kantor redaksi NU Online, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa malam (4/12).

Sukma Adi menambahkan, peserta ziarah berjumlah 60 orang. Di antaranya 7 orang perempuan. Mereka akan menumpangi sebuah bus. Rata-rata pesertanya adalah anak muda,”80 persen pesertanya adalah anak muda. Paling muda 20 tahun dan tua 50 tahun,” ujarnya.

Tujuan ziarah ini adalah menjaga dan meneruskan dan menanamkan tradisi Ahlussunah wal-jamaah terutama kalangan anak muda di perkotaaan. Di samping itu sebagai upaya meneladani perjuangan para wali yang akan diziarahi.

“Kalau di kampung kan orang masih ziarah. Beda di kota, kalau tiidak “diprovokasi” nggak jalan. Jadi, KBGD berinisiatif mengajak mereka, supaya tidak kehilangan akar tradisinya.”

Meski demikian, berbeda dengan tahun lalu, peserta tahun ini tidak hanya daerah Jabodetabek, tapi ada yang dari Sumatera seperti Bengkulu dan Lampung. Juga dari daerah-daerah di pulau Jawa semisal Karawang, Indramayu, Magelang, Cirebon.

“Yang dari Sumatera rata-rata tujuannya ingin tahu makam Gus Dur,” kata Sukma Adi, santri Gus Nuril Pesantren Sokotunggal, Jakarta ini.

Profesi mereka ada juragan bajaj, santri, guru, mahasiswa, karyawan kantoran, juga orang yang memang hobi ziarah. Rata-rata mereka saling mengenal melalui Facebook KBGD beralamat di http://www.facebook.com/wargaKBGD?ref=ts&fref=ts. Sosialisasi diumumkan sejak bulan September lalu.

Menurut pria kelahiran Jakarta 1982 ini, biaya keberangkatan sangat murah, yaitu sebesar Rp 150.000,00. Standar ziarah Walisongo biasanya di antara Rp 400.000,00-Rp 500.000,00. Sebagian biaya ditanggung hasil dari penjualan DVD acara Seribu Hari Gus Dur dan beberapa donatur.

Rombongan ziarah dipimpin Ustad Latif, Lurah Santri Pesantren Sokotunggal. Dia akan memimpin doa di makam-makam Walisongo. Sementara di makam Gus Dur akan dipimpin Gus Nuril.

“Tahun depan, KBGD juga akan menggelar kegiatan serupa ini dengan menambah peserta dan tentunya armada bus,” pungkas Sukma Adi. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: