Lajnah Falakiyah PBNU: Prediksi 1 Syawal 1433H Tanggal 19 Agustus 2012

JAKARTA – Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi hilal awal Syawal 1433 H akan bisa diamati (dirukyat) pada 29 Sya’ban 1433 H atau bertepatan dengan 18 Agustus 2012 M petang pada saat dilakukan rukyatul hilal di berbagai titik strategis di Indonesia.

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, pada Jum’at 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22:55:37 terjadi terjadi ijtima awal bulan atau konjungsi. Sementara ketinggian hilal pada Jum’at hampir 5 derajat di bawah ufuk. Namun pada keesokan harinya, Sabtu, hilal sudah berada pada ketinggian 6 derajat 44 menit 9 detik atau hampir tujuh derajat di atas ufuk.

“Ini sekedar prediksi, bukan memastikan. Jadi menurut ketiteria 238, hilal sudah bisa dilihat,” kata Kiai Ghazalie saat memberikan pengajian di radio.nu.or.id dari ruang redaksi NU Online, Jakarta, Jum’at (10/8) sore.

Kriteria 238, dimaksudkan bahwa pada saat diadakan rukyat, hilal sudah dalam ketinggian di atas 2 derajat di atas ufuk, sementara jarak antara bulan dan matahari mencapai 3 derajat, dan umur bulan sudah 8 jam.

Dengan demikian diprediksi awal Syawal 1433 H atau hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012 M.

“Tapi ini hanya prediksi. Kita tidak boleh sombong. Bisa saja terjadi mendung atau hujan. Maka kita himbau sebelum berangkat rukyat, tim pelaksana rukyat agar melakukan shalat hajat. Kita tidak boleh mengatakan pasti. Nahnu nurid wallahu a’lamu ma yurid. (Kita punya keinginan namun Allah lah Yang Maha Berkehendak: red). Kita tunggu hasil rukyatul hilal,” kata Kiai Ghazalie. Sumber: NU Online

Nahnu nurid wallahu a’lamu ma yurid. (Kita punya keinginan namun Allah lah Yang Maha Berkehendak).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: