Launching Film Dokumenter KH Wahid Hasyim

Jakarta, NU Online. Mantan Menteri Agama yang juga pahlawan nasional KH. A Wahid Hasyim merupakan tokoh yang membuka jembatan ilmu umum dan ilmu agama sebagai satu kesatuan, sehingga tidak ada lagi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.

Demikian dikemukakan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pada peringatan 1 Abad KH. A Wahid Hasyim di Sasana Amal Bhakti Kementerian Agama, Jakarta, akhir pekan kemarin. Peringatan tersebut ditandai launching film dokumenter KH A. Wahid Hasyim “Cahaya dari timur.”

“Hasilnya sekarang banyak santri yang maju, menguasai berbagai pengetahuan,” kata Mahfud MD. Menurut Ketua MK, Wahid Hasyim juga merupakan tokoh yang mengembangkan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita sebagai bangsa perlu mengangkat kembali sosok pendiri negara ini. Kita tahu Wahid Hasyim sebagai salah satu tokoh bersama Bung Karno dan lain-lain,” kata Mahfud.

Puteri KH A. Wahid Hasyim, Aisyah Hamid Baidhowi sebagai Ketua Panitia mengatakan, peringatan digelar dalam berbagai agenda, mulai dari seminar, diskusi ilmiah hingga pengajian umum. “Kita memang mengagendakan acara di berbagai kota,” tutur adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

KH A. Wahid Hasyim lahir di Jombang, Jawa Timur, 1 Juni 1914 bertepatan 6 Rajab 1332 Hijriyah. Pada 8 Juni 2011 mendatang bertepatan dengan 6 Rajab 1432 H. “Peringatan 100 tahun ini dihitung dengan tahun qomariyah (tahun Hijriyah). Sedangkan jika dihitung dari tahun syamsiyah (Masehi), mestinya tiga tahun ke depan,” kata Aisyah.

KH Abdul Wahid Hasyim meninggal di Cimahi, Jawa Barat, pada 19 April 1953 di usia 38 tahun, dan dimakamkan di Tebuireng, Jombang. Jawa Timur, dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Ia pernah menjadi Menteri Agama pada tahun 1949-1952 dan pernah menjabat sebagai menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia.

Putra dari pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asya`ari yang juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional, dikarunia 6 anak antara lain Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia keempat.

Menurut KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Panitia Pusat 1 Abad KH Abdul Wahid Hasyim akan mengadakan serangkaian kegiatan di tiga bidang yaitu Keagamaan, Kajian Pemikiran dan Aktivitas Sosial yang dipusatkan di beberapa kota besar di tanah air antara lain Jakarta, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jombang, Makasar.

Beliau adalah salah satu founding fathers Indonesia yang menjadi pejuang politik sejak era penjajahan Belanda, Jepang, menjadi salah seorang anggota BPUPKI dan perumus Pancasila, hingga menjadi Menteri Agama tiga kabinet (Kabinet Hatta, Kabinet Natsir dan Kabinet Sukiman). Beliau juga terkenal sebagai reformis dunia pendidikan pesantren dan pendidikan Islam Indonesia selain juga dikenal sebagai pendiri IAIN (Institut Agama Islam Negeri/sekarang UIN), papar Gus Sholah, putra almarhum.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)