MA Al Irsyad Gajah Demak, Juarai Kompetisi Film Dokumenter

DEMAK – Batikku Sudah Tak Bermotif Lagi adalah judul film dokumenter karya Yatimul Chotimah yang memenangi lomba film dokumenter se Kabupaten Demak. Sang sutradara merupakan utusan Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Demak.

Film yang naskahnya ditulis M. Azhar –siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Al Irsyad Gaja– itu berkisah tentang perjuangan seorang anak yang memperjuangkan batik, menguatkan usaha orang tuanya.

Guru pembimbing Nurul Asror menuturkan pembuatan film ini merupakan kali kedua setelah anak-anak membuat film pendek dengan judul Bejo. Bejo berkisah tentang salah satu anak MA Al Irsyad Gajah Demak yang bernama Bejo dengan prestasinya sehingga mampu mendapatkan beasiswa di Yaman untuk dilombakan tingkat Nasional dengan mendapat juara harapan I.

“Kami patut bangga karena karya anak-anak kami menang dalam lomba yang diadakan dinas pariwisata Demak. Perlu diketahui anak-anak itu tidak hanya kali ini saja dulu juga pernah juara harapan satu tingkat nasional,” tutur Asror yang juga ketua Ansor Mijen.

Selain itu, lanjut Asror, pembuatan film di samping sebagai latihan bermain peran dan berkreasi kegiatan ini diharapkan dapam mengasah kemampuan anak-anak melihat dan menterjemahkan kondisi sosio kultural dilingkungan masyarakat sekitarnya.Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah H Fachrurrozi meminta anak-anak tidak puas hanya sampai di sini, terus bakatnya perlu dikembangkan.

“Keberhasilan anak-anak NU yang ndesa-ndesa jangan dilihat dengan sebelah mata, dikarenakan prestasinya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta yang di kota dan bayarnya mahal,” ujarnya berbangga.

“Syukur alhamdulillah dengan diraihnya juara satu film dokumenter tingkat kabupaten Demak ini akan lebih memantapkan kedudukan madrasah di kalangan LP Maarif sejajar dengan sekolah sekolah yang ada,” sambung Fahrurrozi.

Di tempat terpisah Kepala Dinparbud Kabupaten Demak HM Ridwan menjelaskan, lomba karya film dokumenter merupakan tindak lanjut dari program serupa yang selenggarakan Dinbudpar Jateng. “Ini upaya mengekspos sekaligus publikasi potensi unggulan daerah, sehingga bisa terangkat atau lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.

Pemenang kedua didapat oleh SMK Negeri 1 Demak berjudul Primadona yang Terlupakan. Sementara juara ketiga utusan dari SMA Negeri 1 Karanganyar dengan film Puing-puing Kertas. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: