Mustasyar PCNU Probolinggo: Mari Meramaikan Musholla

PROBOLINGGO – Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Selasa (18/9) lalu meresmikan Musholla Raudhatul Hasaniyah di Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Peresmian musholla tersebut ditandai dengan pengguntingan pita di pintu masuk musholla tersebut.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Achmad Suja’i, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Munir Kholili, segenap jajaran Muspika Krejengan, kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Krejengan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Mengawali sambutannya H. Hasan Aminuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan dan peran serta semua elemen masyarakat Desa Patemon sehingga pembangunan musholla ini bisa berjalan dengan baik.

“Semoga keberadaan musholla ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Tolong gunakan musholla ini untuk sholat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hasan meminta masyarakat untuk senantiasa meningkatkan rasa ketaqwaan kepada Allah baik pada saat senang maupun susah. ”Jika ada masalah, segeralah berwudlu. Datangi musholla terdekat dan lakukan sholat wajib dan sunnah. Insya Allah dengan sujud semua masalah akan diberikan petunjuk jalan keluar,” jelasnya.

Di hadapan ribuan masyarakat Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Hasan juga berpesan agar masyarakat hendaknya tidak hanya berlomba-lomba untuk membangun musholla saja, akan tetapi juga turut berlomba-lomba dalam upaya memakmurkan musholla sehingga dapat meningkatkan jumlah jamaah yang melakukan aktifitas ibadah di musholla tersebut.

“Membangun musholla itu sangat mudah, tetapi kita harus berupaya bagaimana supaya musholla ini pun dapat terpelihara dan tetap terisi penuh setiap saat,” ungkapnya.

Hasan juga meminta masyarakat terutama para orang tua untuk menjadikan musholla ini sebagai wadah bagi anak-anaknya dengan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Marilah bersama-sama kita memakmurkan musholla. Isi musholla dengan selamatan-selamatan untuk mengundang masyarakat datang untuk yang dapat memakmurkan musholla. Jika ini terus dilakukan, maka nanti akan terbiasa dan menjadi kebiasaan untuk mendatangi musholla,” tegasnya. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: