Nahdliyin Pekalongan Antusias Sambut Program Kartanu Massal

Pekalongan, NU Online
Nahdliyyin Kota Pekalongan sambut baik rencana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan melakukan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) massal. Pasalnya, program kartanu massal ini untuk memperjelas data dan potensi warga NU yang ada di Kota Pekalongan.

Abdul Shomad Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Pekalongan Barat mengatakan, program ini sangat penting bagi kami selaku Pengurus MWC NU. Karena setiap ditanya berapa jumlah warga NU di Pekalongan Barat, dirinya selalu merasa kesulitan, karena tidak punya data yang riil.

Shomad berharap, melalui program kartanu ini, potensi dan jumlah warga nahdliyyin di Pekalongan dapat diketahui secara pasti dan tentu saja kami selaku pengurus akan lebih mudah untuk melakukan pemetaan potensi Nahdliyyin.

“Saya gembira mas, akhirnya PCNU Kota Pekalongan mengadakan Kartanu massal, sementara NU cabang lain sudah melakukan hal ini. Bagi saya identitas ebagai warga NU penting, karena ini untuk kebaikan kita bersama,” ujar Agil warga NU Kraton Kidul Pekalongan.

Wakil Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom kepada NU Online mengatakan, saat ini sedang digalakkan sosialisasi Kartanu kepada Nahdliyyin, mulai tingkat MWC, ranting hingga ke warga melalui masjid dan musholla NU, sehingga seluruh warga NU dapat terdata dengan baik.

Dikatakan, bagi warga yang sudah terdata, akan mendapat Kartanu hanya dengan mengganti biaya cetak 5 ribu rupiah dan dapat ditunggu.

“Proses pembuatan Kartanu hanya butuh waktu 15 menit dan dapat ditunggu, jika warga tidak bisa datang langsung untuk foto, bisa dganti dengan foto minimal ukuran 3 x 4 dan bisa dititipkan kepada keluarga yang ikut foto,” ujarnya.

Tarom mengatakan, dari proses pendataan ini, pengurus NU di masing masing tingkatan akan memperoleh data, sehingga pengurus NU tidak lagi mengalami kesulitan, karena data dan potensi Nahdliyyin sudah ada di data base.

Tarom berharap, program Kartanu massal ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya oleh warga NU mulai usia 12 tahun, jangan sampai ada yang terlewatkan. Oleh karena itu, Tarom meminta kepada seluruh warga nahdliyyin di Kota Pekalongan untuk memastikan dirinya sudah tercatat sebagai warga NU melalaui Ranting NU masing masing.

Untuk waktu dan tempat pemotretan, akan diberitahu lebih lanjut dengan undangan kepada seluruh Nahdliyyin melalui Ranting NU masing masing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)