Penyerangan Yapi Tak Terkait NU

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Shonhaji Abdusshomad menyatakan, penyerangan yang dilakukan massa tak dikenal ke kompleks Yayasan Pondok Pesantren Islam (Yapi) tidak ada kaitannya dengan NU.

“Insiden itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan NU,” katanya di sela sela pertemuan di kompleks Yapi, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (15/2/2011) sore.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang mengakibatkan empat santri Yapi dan dua penjaga pondok mengalami luka serius pada bagian kepala itu.

“Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelakunya,” katanya.

Kiai Shonhaji mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak mudah diprovokasi untuk melakukan tindakan anarkisme bernuansa agama.

Ia juga meminta masyarakat di daerah Tapal Kuda itu untuk mewaspadai pihak-pihak yang sengaja membentur-benturkan masalah ajaran agama.

“Insiden di Yapi ini berpotensi menjadi kerusuhan massal yang meluas jika tidak segera ditangani,” katanya.

Beberapa saat setelah insiden itu terjadi pada pukul 14.30 WIB, jajaran Muspida dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pasuruan menggelar pertemuan tertutup di kantor Yapi.

Kepala Polda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti juga langsung bergerak cepat dengan mengunjungi pondok pesantren di pinggir Jalan Raya Bangil-Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu beberapa saat setelah insiden terjadi.

Bahkan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur pun menyebut tiga pelaku penyerangan sudah tertangkap dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres setempat.

Hingga Selasa malam, pertemuan Muspida, tokoh masyarakat, dan Wakil Bupati Pasuruan, Eddy Paripurna berlangsung tertutup di Pendapa Kabupaten Pasuruan, Jalan Alun-alun Utara Nomor 7, untuk membicarakan peristiwa tersebut.

Insiden penyerangan itu mengakibatkan empat santri Yapi mengalami luka serius pada bagian kepala.

Korban lainnya yang sama-sama mengalami luka serius pada bagian kepala adalah dua orang penjaga Yapi.

Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah sekitar seratus orang dan masuk kompleks Yapi secara tiba-tiba serta membabi buta menyerang para santri yang sedang bermain bola di halaman pondok tersebut.

Beberapa saat setelah insiden itu, para santri lainnya keluar dari pondok untuk mengejar para pelaku, sedangkan masyarakat sekitar berdatangan ke kompleks pondok. Sumber: Kompas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)