Perwakilan PBNU Akan Tabayyun Soal Perluasan Masjid Nabawi ke Saudi Arabia

Musim haji kali ini sudah selesai, namun masih menyisakan satu kontroversi. Ada berita yang tersebar luas bahwa Kerajaan Saudi Arabia akan segera melakukan pemugaran dan perluasan Masjid Nabawi hingga menjadi masjid dengan kapasitas 1,6 juta orang. Berita ini pertama kali dirilis oleh media asal Iran, FarsNews. (Lihat: http://english.farsnews.com/newstext.php?nn=9107115272).

Dalam pemberitaannya, FarsNews merujuk pada Koran Independent dari Inggris (lihat http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/medina-saudis-take-a-bulldozer-to-islams-history-8228795.html). Koran Independent jika anda amati masih cukup fair dalam memberitakan tentang dunia islam. Akan tetapi FarsNews asal Iran, sangat tendensius mengabarkan berita-berita seputar Saudi Arabia. Ya, Saudi Arabia adalah sekutu Amerika Serikat yang ke dua paling dekat di kawasan Timur Tengah setelah Israel. Dan Amerika Serikat + Israel adalah musuh nasional Iran.

Berita ini tampaknya sudah tersebar kemana-mana, bahkan Situs NU Online sendiri mewartakannya. Dari segi jurnalisme sih boleh-boleh saja, tapi menurut saya jika data yang diberikan oleh sumber terkait tentang suatu berita masih belum kuat, agaknya proses publish artikel serupa bisa di pending dulu. Takutnya malah menjadi fitnah ( dan inilah yang menjadi counter attack dari sejumlah media Salafi/Wahabi di tanah air)

Namun tenang saja, PBNU tampaknya tidak tinggal diam. Daripada menjadi fitnah, beberapa perwakilan dari PBNU termasuk Rais Aam dan Wakil Rais Aam akan melakukan tabayun ke Saudi Arabia terkait hal ini. Tampaknya para kiai tidak begitu mudah percaya dengan isu ini, dan mungkin beliau akan memohon kepada Raja Saudi agar proses perluasan Masjid Nabawi tidak dilakukan dengan menghancurkan situs-situs sejarah penting yang pernah ada dalam era awal penyebaran agama Islam di Madinah.

Dari tweet @NU_Online sendiri saya kutip:

@nu_online: tujuh pengurus PBNU, seusai musim haji, insya Allah akan ke Saudi utk mnt tabayun.

Sepertinya PBNU harus lebih pro aktif lagi dalam masalah ini, lebih luas lagi pada masalah pengelolaan Haramain (2 tanah suci, Mekkah-Madinah) yang menurut saya harus dikelola oleh pengelola Independen, bukan negara Saudi. Katakanlah OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang akan mengelolanya. Dari Umrah dan Haji, Saudi Arabia mampu mengisi 40% PDB-nya. Mestinya, dana itu disebar ke negara-negara Islam yang masih banyak orang fakir/miskin-nya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: