Rombongan PBNU Kunjungi Korban Bom Cirebon

Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengunjungi Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), Jakarta (19/4). AKBP Herukoco adalah korban ledakan bom bunuh diri di Masjid adz-Dzikra Mapolresta Cirebon.

Rombongan PBNU yang terdiri dari Ketua Umum KH said Aqil Siradj, Ketua PBNU H Iqbal Sullam dan H Arvin Hakim Thoha, Sekretaris Jenderal H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum H Bina Suhendra diterima langsung oleh isteri AKBP Herukoco, Dian, di ruang tunggu. Selanjutkan rombongan menjenguk langsung AKBP Herukoco di ruang perawatannya dan berdoa bersama-sama dengan dipimpin oleh KH Said Aqil Siradj.

Kepada para wartawan, KH Said Aqil Siradj menyatakan, PBNU turut berbela sungkawa atas seluruh korban ledakan bom bunuh diri di Masjid adz-Dzikra Mapolresta Cirebon, Jum’at (15/4). PBNU mendoakan kepada para korban yang sedang dirawat dan seluruh keluarganya, semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Lebih lanjut, Kyai Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siradj, menyatakan Islam tidak membenarkan tindakan-tindakan kekerasan, terutama jika dilakukan untuk memaksakan kehendak. Memang hal demikian bukan hal baru dalam sejarah manusia, namun sejak lahirnya dan hingga saat ini, Islam tidak membenarkan cara-cara demikian.

“Dalam sejarah Islam, orang-orang yang membunuh saudara-saudara Muslim lainnya karena dianggap kafir disebut sebagai kaum khowarij. Mereka menganggap orang-orang diluar kelompok mereka sebagai kafir dan layak dibunuh,” tutur Kiai Said.

Perilaku yang menganggap orang-orang Muslim lainnya sebagai kafir ini, menurut Kiai Said, bukanlah bagian dari jatidiri Islam Indonesia. Karena jatidiri Islam di Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Dahulu Islam disebarkan ke Nusantara oleh para Walisongo dengan penuh kedamaian. Hingga saat ini Islam Indonesia adalah Islam yang penuh kedamaian dan rahmat bagi seluruh semesta (rahmatan lil’alamin), bukan islam yang anarkis dan pengebom,” tandas kiai asal Cirebon ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: