Tahlilan 100 Hari Wafatnya KH Abdullah Faqih Langitan

Tuban, NU Online
Ratusan jamaah menghadiri acara peringatan 100 hari wafatnya KH Abdullah Faqih, pengasuh Ponpes Langitan Widang, Tuban, Jawa Timur, Ahad (10/6) pagi hingga malam. Hujan deras yang mengguyur kawasan Widang sejak sore hingga malam hari tak menyurutkan sejumlah tokoh, santri, dan warga untuk berdoa bersama untuk almarhum Mbah Faqih.

Para jamaah yang hadir antara lain pejabat, alumni serta masyarakat dari berbagai daerah di Jatim. Tampak mereka memenuhi areal Ponpes yang berada tepat di pinggir jalan Pantura Tuban tersebut.

Acara dimulai dengan Khotmil Quran Bil Ghoib oleh sejumlah Muhafidzin sejak pagi hari dan dikhatamkan oleh para jamaah salat Dhuhur. Khataman ini digelar di delapan lokasi di antaranya di Musala Ponpes dan Masjid Agung Widang.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Khataman Binnadzor dan dilanjutkan ziarah ke Makam Mbah Faqih di pemakaman Dusun Mandungan, Desa Widang. Lalu malam harinya dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil yang ditujukan kepada almarhum Kiai Kharismatik tersebut.

Salah seorang panitia acara, Saiful Huda Mudhofar, mengatakan, meski hujan mengguyur sejak sore hari, ternyata warga terus berdatangan hingga malam hari ke lokasi acara untuk turut mendoakan almarhum Kiai Sepuh NU tersebut. Hadir dalam acara itu antara lain Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam (Cak Anam), Ketua DPW PKNU Jatim Arief Junaidi, dan jajaran PKNU lain, serta sejumlah tokoh Lamongan. “Sampai sekarang (setelah isya’) hadirin masih terus berdatangan,” katanya.

Sementara itu, peringatan 100 hari wafatnya KH Abdullah Faqih ini dijaga aparat dari Polres Tuban untuk antisipasi membeludaknya hadirin. Setidaknya 50 anggota Satlantas diterjunkan ke lokasi untuk menjaga kelancaran arus lalulintas Jalur Pantura. Selain itu 20 personel dari Polsek Widang untuk mengamankan kawasan Ponpes.

Seperti diketahui KH Abdullah Faqih wafat pada Rabu 29 Februari 2012 lalu di kediaman Kompleks Ponpes Langitan. Puluhan ribu umat saat itu mengantarkan kiai yang dekat dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman Dusun Mandungan desa setempat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: