34 Madrasah di Jepara Terima Hibah dari AusAID

JEPARA – Sebanyak 34 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di kabupaten Jepara menerima bantuan pendidikan dari Australian Agency for International Development (AusAID).


Puluhan madrasah yang mendapat bantuan stimulan tersebut dengan syarat sekolah yang belum terakreditasi maupun yang sudah akreditasi maksimal B. Demikian dipaparkan Fatkhul Huda, ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Jepara saat ditemui di kantor MTs Safinatul Huda desa Sowan Kidul kecamatan Kedung, belum lama ini.

Menurutnya, dipilihnya KKMTs 02 yang membidangi MTs dibawah LP Maarif NU Jepara sebagai pelaksana bukan tanpa alasan mengingat kelompok kerja itu sudah memiliki pengalaman dan teruji. Meski program diterima KKMTs 02 namun dana hibah jelasnya diberikan kepada madrasah yang memang membutuhkan.

“Penerima dana hibah ini bukan semua anggota KKMTs 02 melainkan madrasah yang benar-benar membutuhkan. Jika madrasah memang memenuhi persyaratan meski bukan dalam kelompok MTs Maarif tetap diberikan,” ucapnya sembari menyodorkan kopian nama madrasah yang menerima bantuan.

Hal itu dilakukan agar pihaknya tidak dikatakan pilih kasih. Sehingga, kepala MTs Safinatul Huda itu menyatakan madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah sama-sama menikmati program untuk peningkatan fisik maupun non fisik pendidikan.

Huda mengemukakan program yang dijalankan mulai Juli 2012-Desember 2013 mendatang meliputi banyak hal semisal Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), Effective School Improvement, Healty Living, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Administrasi Pengelolaan Madrasah, Peningkatan Perpustakaan, Bintek Akreditasi dan masih banyak lagi.

Ia menambahkan tujuan program yakni untuk perbaikan kualitas pendidikan dalam segala aspek salah satunya pemberdayaan guru. Lewat program itu dirinya mengaku madrasah penerima hibah AusAID menjadi referensi sekolah-sekolah yang akan melaksanakan akreditasi.

“Sebab salah satu target dari program ini juga memperbaiki kualitas akreditasi,” imbuhnya.

Sepanjang program, kabupaten Jepara sambungnya saat disidak tim akuntan publik dalam status Wajar Tanpa Syarat (WTS) artinya tidak ada penyimpangan. Huda berharap madrasah penerima bantuan agar terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: