Dari Puasa Fisik ke Puasa Rohani

Semarang, NU Online

Sangat banyak manfaat puasa bagi kesehatan. Selain menyehatkan seluruh organ dan membuang racun dari dalam tubuh, hormon pengatur emosi manusia juga bekerja baik. Sehingga orang puasa bisa bebas dari stres. Terlebih jika niat puasanya benar-benar berdimensi iman. Bersifat ruhaniah.

Ahli kesehatan dan pengobatan herbal,ustad Mustamir Pedak menyampaikan hal itu dalam bedah bukunya berjudul
“Puasa Obat Dahsyat”, di Aula MAJT, pagi tadi. Acara yang diselenggarakan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) ini dihadiri puluhan remaja muslim Kota Semarang dan sekitarnya. 

Penulis 29 buku bertema kesehatan dan spiritual ini menjelaskan, puasa itu berdimensi fisik, psikologis dan spiritual. Masing-masing mendapat manfaatnya dan harus dimaksimalkan.

Idealnya, kata dia, puasa bisa mencapai derajat kepuasan spiritual. Yakni bisa membuat pelakunya mampu mengendalikan nafsu dan membuang segala hal buruk pada dirinya, sehingga mencapai fitrah. Kesucian alias ketakwaan.

Apabila hanya sekedar lapar dan memang mendapat manfaat kesehatan badan, itu sama saja dengan hewan. Berdasar penelitian, lanjut Mustamir, tikus yang dikurangi jatah makannya 50%, punya harapan hidup lebih panjang. Sedangkan yang dibiarkan makan apa saja tanpa pengaturan, yang tersisa hidup tinggal 13%.

“Puasa kita bermanfaat banyak bagi kesehatan. Namun kalau sekedar mendapat manfaat secara fisik, hewan pun bisa. Tentu kita harus mendapat manfaat puasa secara psikologis maupun spiritual. Ujungnya adalah kita kembali fitri. Suci dari pengaruh nafsu. Dan itulah takwa,” ujar dia setelah mengulas berbagai aspek medis manfaat puasa.

Lebih lanjut dia menguraikan, tak boleh pula orang menyikapi ibadah hanya dengan pikiran hakikat. Menurutnya, Islam mengatur secara rinci ibadah dengan disesuaikan fitrah manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani. Semua ritual ibadah yang ada dalam rukun islam, ada perbuatan fisik dan perbuatan roh.

“Orang sholat tak boleh hanya sekedar hatinya menyembah Allah. Karena sholat tak hanya perbuatan batin. Badannya juga harus menyembah. Yakni sujud di lantai dan menghadap kiblat,” terangnya.

Semua Rukun Islam Rukun, tambah Mustamir, selalu berupa ritual jasmani dan rohani. Syahadat, tak hanya pengakuan iman. Tapi juga dengan ucapan dan perbuatan. Berikutnya, orang tak boleh hanya bilang peduli pada fakir miskin. Dia harus zakat. Juga infaq dan sedekah. Dengan harta maupun tenaganya.

“Haji, apalagi. Sangat membutuhkan kekuatan fisik manusia. Yang sakit dan lemah tak bakal bisa melakukan haji secara semestinya. Tak boleh thowaf diganti dengan konsentrasi pikiran, tapi harus dengan langkah mengelilingi Ka’bah  kali,” tegasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: