GP Ansor Harus Revitalisasi Ranting

KUDUS – Gerakan Pemuda Ansor harus bangkit di setiap tingkatan, terutama di ranting-ranting. Jika tidak, badan otonom anak muda NU yang berusia 79 tahun ini, hanya kuat di atas, tapi rapuh di bawah.

Penilaian bernada otokritik ini disampaikan aktivis Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kudus, Sholeh Syakur, saat dimintai pandangannya terkait harlah ke-79 GP Ansor, Rabu (24/4).

Kepada NU Online, pria yang akrab disapa Syakur ini menilai eksistensi Ansor pasca-kongres Surabaya, telah mengalami kemajuan pesat. Ansor telah bergerak dinamis dari konsolidasi sampai proses kaderisasi.

“Namun sebagian ranting di sini (Kudus, red.) misalnya, masih ada yang vakum. Ini tugas Pimpinan Cabang untuk menggerakkan minimal ada re-organisasi,” kata Syakur.

Dalam re-organisasi, ujar Syakur, Pengurus Ansor harus lebih mengedepankan kader yang mempunyai grassroot NU yang jelas dan mengikuti pengkaderan berjenjang, “Kader-kader alumni dari IPNU di berbagai tingkatan patut diperhatikan. Saya kira mereka siap mengemban amanah menggerakkan Ansor di ranting-ranting,” tandasnya.

Alumni PC IPNU Kudus ini mengharapkan Ansor lebih menekankan pada pendampingan profesi pemuda sehingga tidak putus karir organisasi dan profesi.

“Pendampingan di sini terkait profesi seseorang melalui karir organisasi yang mengarah pada keahlian dan kemandirian ekonomi,” terangnya.

Lebih jauh Syakur mengingatkan kader Ansor sebaiknya tidak terjebak pada persoalan politik praktis. Sebab, dampaknya akan semakin menjauhkan pada dan keputusasaan untuk mencari kepuasan diri. Kader Ansor boleh berpolitik selama sesuai koridor dan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat berimbas pada perjuangan NU .

Yang paling penting, pinta Syakur, adalah penguatan pada aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah di era multi-pemahaman yang komplek seperti ini.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: