Guru Madrasah Sidoarjo Desak Pemkab Segera Cairkan dana BOS

SIDOARJO – Guru Madrasah di Kabupaten Sidoarjo baik Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah, mendesak kepada pemerintah supaya segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah memasuki triwulan kedua masih belum cair.

Ketua Kelompok Kerja Kepala MTs Maarif se Kabupaten Sidoarjo Wahyudin Zuhri mengatakan, hingga memasuki triwulan kedua tahun ini pencairan dana BOS belum juga cair.

“Hal ini membuat kami selaku pengelola sekolah harus memutar otak supaya proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun bantuan tersebut belum keluar,” katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Kamis.

Ia mengemukakan dana BOS ini seharusnya cair pada saat triwulan pertama, tetapi hingga memasuki triwulan kedua ini dana tersebut masih belum juga cair.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Sidoarjo Fatkhul Anam mengatakan, selain pencairan dana BOS, pihaknya juga mendesak supaya dana Tunjangan Profesi Pendidik guru juga segera dicairkan.

“Kondisi di lapangan menyebutkan jika guru yang sudah tersertifikasi tahun 2009, pada tahun 2010 tidak bisa mendapatkan tunjangan dengan alasan nomor register guru belum ada, sehingga tunjangan tersebut baru bisa dicairkan pada tahun 2011,” katanya.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut terus berlangsung sampai guru yang sudah disertifikasi pada tahun 2012 tidak bisa mendapatkan hak tunjangan pada tahun 2013.

Terkait dengan pencairan dana BOS dirinya mengatakan, ada perbedaan data antara komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan data di Kementerian Keuangan sehingga dana tidak bisa dicairkan.

“Oleh karena itu, kami merekomendasikan supaya segera dilakukan validasi data antara Komisi VII DPR RI, Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Agama terkait dengan pencairan dana BOS dan guru penerima TPP,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak kepada Kementerian Agama untuk mempercepat proses pencairan BOS, TPP dan lain-lain sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Kami juga mendesak supaya dilakukan perbaikan manajemen internal Kementerian Agama,” katanya.
Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: