Kegembiraan Sambut Puasa Bukan dengan Hura-hura

Brebes, NU Online
Kegembiraan menyambut bulan Ramadhan, bukan dengan hura-hura. Kegembiraan hendaknya diisi dengan peningkatan nilai ibadah di hadapan Sang Khalik. Pasalnya, dibulan Ramadhan adalah bulan kesempatan meraih pahala dan pengampunan dosa yang sangat besar.

“Barangsiapa menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan, maka jasadnya diharamkan masuk neraka,” kata Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi seraya menyitir sebuah hadits Nabi ketika berbincang dengan NU Online di kediamannya Jalan Kiai Kholid Barat Kelurahan Pasarbatang Brebes, Ahad (31/7).
Kegembiraan yang dimaksud Kiai Rosyidi adalah mengisi berbagai kegiatan yang sesuai dengan syariat Islam. Bukan kegiatan pesta hura-hura. Kegiatan yang memenuhi syareat Islam itu, semata-mata untuk mencapai ridlo Allah, guna menggapai pahala-Nya. Siapa yang rajin beribadah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

“Namun bila disaat Ramadhan tiba, kita tidak berbuat apa-apa dengan aktivitas terbaik, ibarat di kala panen raya hanya diam seribu basa. Tentu, kita tidak akan mendapat apa-apa. Hanya mendengar berita kalau pada bulan Ramadhan ada panen raya pahala,” terangnya.

Makanya, Allah sendiri memberi jaminan kalau pahala puasa itu penilaiannya mutlak menjadi hak prerogratif Allah SWT. “Kadar penilaian langsung, tentu lebih berbobot dan kerahasiaanya terjamin,” lanjut Kiai Rosyidi yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab Brebes.

Penilain langsung oleh Allah SWT, lanjutya, dikarenakan ibadah puasa sangat rahasia. Boleh saja orang berkoar lantang kalau dirinya puasa dengan berbagai akting yang dibuat-buat. Tetapi yang tahu kalau dirinya puasa atau tidak, yang mengetahui hanyalah diri orang itu dan Allah SWT.

Dalam Al-Quran dijelaskan kalau Puasa itu punya Allah SWT dan Dia-lah yang akan membalas ganjarannya. “Tentu ganjarannya tidak terhingga karena Allah Maha Kaya dan Maha Mengetahui,” tutur Kiai menerangkan.

Atas kemuliaan bulan Ramadhan, menjadi daya tarik tersendiri. Sampai-sampai bila mengetahui rahasia yang terkandung dbulan Ramadhan maka lebih baik seluruh bulan dalam setahun dijadikan bulan Ramadhan semua.

Kemuliaan bulan Ramadhan ditunjukkan antara lain saat Ramadhan terjadi peristiwa besar berupa diturunkannya Al-Quran. Ada juga laelatul Qodar yang lebih baik dari seribu bulan. Mau apalagi di bulan puasa, kalau kita tidak berpuasa? “Jangan tunggu waktu, raihlah kesempatan untuk mendapat kemenangan agar menjadi orang yang bertakwa,” pungkas Kiai Rosyidi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: