Ketum Pertama ISNU, Prof. Dr. Aboe Amar Wafat

Guru Besar nahdliyin Prof DR Aboe Amar wafat, Ahad (3/10). Intelektual Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini adalah pendiri sekaligus ketua umum pertama PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Luka mendalam sangat dirasakan para sarjana NU. Ketua PC ISNU Pamekasan Kiai Abdurrahman Abbas menyatakan, wafatnya guru besar yang berpaham NU atau Aswaja, merupakan musibah yang sangat menyedihkan. Pasalnya, ia adalah salah satu fondasi keberagamaan dalam tubuh NU.

“Karenanya, generasi sarjana NU ke depannya harus lebih bekerja keras lagi. Hilang satu tumbuh seribu,” harapnya.
Pihaknya juga mendoakan, semoga Prof Dr Aboe Amar mendapat tempat yang mulia di akhirat. Segala amal pengabdiannya kepada NU dan bangsa, diharapkan bisa diterima oleh Allah SWT.

Dalam pada itu, persatuan dan kesatuan sarjana NU ke depannya harus lebih kuat. Pasalnya, tantangan era globalisasi kian dahsyat.

Sebagai sarjana NU, kita tidak boleh berhenti belajar. Lebih dari itu, semangat mendidik warga dan anak-anak NU harus terus dipacu sepanjang waktu, tegasnya.

Belajar sepanjang waktu, terangnya, merupakan kewajiban. Sebab, itu diyakini bisa menjadi pelita yang bisa menerangi gelapnya kebodohan. Kita harus kaya ilmu. Dengan begitu, nantinya juga bisa memberi penerangan kepada warga NU lainnya, tekannya.

Jangan seperti lilin, pesan Kiai Abbas. Lilin bisa menerangi sekitarnya, tetapi dirinya justru terbakar, tukasnya. Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: