KH Abdul Ghofur Mustaqim Wafat

BLITAR – Warga NU dan Jamiyah Thoriqoh Sadziliyah kehilangan salah satu tokoh lagi. Setalah KH Abdul Ghofur Mustaqim, salah satu pengasuh Pesantren Peta (Pesulukan Thoriqoh Agung) Tulungagung, tadi pagi di Rumah Sakit Dr Iskak, Tulungagung.

Mbah Ghofur, panggilan akrab kiai yang juga kakak kandung dari KH Abdul Djalil Mustaqim (alm) pengasuh pesantren Peta Tulunggung, wafat setelah sempat dirawat di RSUD Drs Iskak Tulungagung.

Wafatnya, Mbah Ghofur ini banyak yang merasa kehilangan. Khususnya warga Nahdliyin dan Ansor dan Banser di Tulungagung dan Sekitarnya. Karena selama ini ia selalu menjadi rujukan mereka untuk minta arahan.

“Sejak muda Mbah Ghofur itu bersahaja dalam mendampingi anak-anak Ansor. Sehingga, beliau sangat dekat dengan anak muda. Khususnya Ansor dan Banser,’’ ujar H Moh. Choiruddin, kerabat dekatnya kepada NU Online tadi pagi.

Sejak pagi, para kerabat, teman dan handai tauladan terus berdatangan untuk ta’zaiyah serta menshalalatinya. Salat jenazah pertama dilaksanakan di rumah. Setalah itu shalat jenazah kedua sampai terakhir dilaksanakan di Mushola belakang. Logo PP. Peta Tulungagung

“Tadi malam Abah masih tampak sehat. Bahkan masih sempat melontarkan beberapa kata humor khas Abah. Misalnya dia bilang kayak astronot waktu dikasih bantuan pernapasan. Karena mulutnya diberi alat pernapasan,’’ ungkap Gus Azis, salah seorang putranya.

“Kami tidak menyangka bila abah pergi secepat ini. Karena,sakit yang dideritanya sudah berangsur sembuh,’’ tambah Aziz.

Sesuai amanatnya, setelah dirinya wafat, agar dimakamkan di dekat Musholannya di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Blitar.

“Pemakaman dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB. Kita Masih menunggu Pak Imron Djamil,’’ ungkap Mas Haru yang juga mantan Ketua PC Ansor Kabupaten Blitar itu.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: