KH Marzuki Wahid: Saatnya Indonesia Keluar dari Polemik

CIREBON – Pelbagai permasalahan yang menimpa Indonesia seperti tindak korupsi, kekerasan, penindasan, juga terorisme tentu menjadi sebuah keprihatinan banyak pihak. Terlebih bagi Nahdlatul Ulama (NU) yang semenjak awal pendirian bangsa senantiasa mengawal negara untuk terus berkehidupan lebih baik.

Demikian ungkap KH Marzuki Wahid, salah satu ketua pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cirebon, dalam diskusi publik bertema Menegaskan Islam Rahmatan lil Alamin. Selasa (21/5).

“Agenda besar NU sekarang menginginkan Indonesia terlepas dari segala polemik, NU mengupayakan agar Indonesia bebas dari korupsi, kekerasan, penindasan dan terorisme sehingga menciptakan islam yang rahmatan lil alamin tanpa memandang perbedaan,” ungkap Marzuki.

Terkait persoalan tindak kekerasan dengan mengatasnamakan agama, Marzuki Wahid menambahkan bahwa penyebab utama hal tersebut terjadi adalah masalah kepentingan dari realitas sosial yang ada, yakni mengenai Islam versus negara dan kerangka keislaman yang belum tuntas dikalangan orang Islam sendiri, di mana masalah tersebut akan muncul ketika Islam bersentuhan dengan realitas politik, ekonomi dan budaya.

“Bagi NU, relasi antara negara dan agama sudah selesai dan dianggap final dengan dirumuskannya Pancasila, karena Islam mengajarkan nilai dan prinsip dasar dan tidak mempermasalahkan soal bentuk simbol ataupun sistem yang baku,” tambah Marzuki.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon ini merupakam refleksi atas terjadinya pengeboman Masjid Adz-Dzikra Cirebon oleh aksi terorisme yang terjadi dua tahun lalu. Dalam kesempatan diskusi tersebut, pihak kepolisian yang diwakili oleh Ali Mashar, SH, ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) menghimbau agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Jangan sampai kita menjadi korban bon bunuh diri, apalagi menjadi pelaku, kita pun harus bersama-sama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban,” ungkap mantan kepala kepolisian sektor (Polsek) Pelabuhan, Cirebon tersebut.

Diskusi yang dihadiri oleh dua ratusan aktivis Islam dan akademisi ini ditutup dengan sebuah pernyataan bersama bahwa tindak terorisme merupakan serangkaian bentuk tindakan yang salah, dan bukan merupakan bagian dari ajaran Islam.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this:
:)