KH Syafruddin Syarif: Shalat Jumat, Identitas Muslim

Probolinggo – Shalat Jum’at merupakan identitas umat muslim laki-laki yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa umat muslim laki-laki yang dengan sengaja tidak menunaikan shalat Jum’at sebanyak tiga kali berturut-turut maka yang bersangkutan akan masuk dalam golongan orang-orang munafik.

Demikian disampaikan Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Syafrudin Syarif ketika ditemui NU Online usai shalat Jum’at di Masjid Ar-Raudlah Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jum’at (1/11) lalu.

Menurut Kiai Syafrudin, jika sudah dimasukkan dalam golongan orang-orang munafik, maka orang tersebut termasuk dalam orang-orang yang merugi. ”Oleh karena itu, saya berkali-kali menyerukan kepada segenap umat muslim laki-laki untuk senantiasa rajin menunaikan shalat Jum’at. Sebab shalat Jum’at merupakan identitas seorang umat muslim,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Kiai Syafruddin, seseorang baru akan menyesal dan meminta pengampunan dari Allah SWT tatkala nyawa sudah ada dikerongkongan. Padahal semua itu sudah tidak ada gunanya lagi. Sebab nyawa itu tidak dapat ditunda maupun dimajukan. Itu adalah hak kekuasaan Allah SWT kepada semua umat manusia di muka bumi.

”Penyesalan akhir tidak akan ada artinya apa-apa. Sebab kalau nyawa sudah ada di kerongkongan, maka semuanya sudah terlambat. Percuma kita akan memohon kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mumpung kita diberikan umur dan kesehatan, tunaikanlah shalat Jum’at dan shalat lima waktu secara istiqomah,” jelasnya.

Kiai Syafruddin juga menjelaskan bahwa jika seseorang sudah meninggal maka seseorang tersebut akan sendirian berada di dalam kubur. Sanak saudara, termasuk anak dan istri hanya mampu mengantarkannya sampai ke pemakaman sambil berurai air mata. Setelah itu mereka akan meninggalkan jasad kita sendirian di dalam kubur yang tertutup rata dengan tanah.

”Hanya satu yang akan menemani kita saat itu, yaitu amal yang kita lakukan selama hidup di dunia. Kalau selama hidup kita banyak berbuat amal baik, maka kita akan bahagia di alam kubur hingga menghadap Allah SWT. Begitu juga sebaliknya, jika amal kita jelek selama hidup di dunia, maka kita akan sengsara. Tunaikanlah shalat Jum’at dan shalat lima waktu sebelum terlambat,” pungkasnya.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: